Senin, 04 Mei 2026 WIB

Ada 58.682 Orang yang Belum Diberangkatkan First Travel

Harijal - Selasa, 22 Agustus 2017 17:56 WIB
Ada 58.682 Orang yang Belum Diberangkatkan First Travel
Republika/Rakhmawaty La`lang
Sejumlah korban kasus penipuan dana Umroh First Travel melakukan audiensi kepada perwakilan Komisi VIII dan Fraksi PPP di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (18/8).

JAKARTA - Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri terus menggeledah dan menelusuri aset milik First Travel. Semakin dalam polisi melakukan penelusuran, semakin terkuak banyaknya utang milik tersangka.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Herry Rudolf Nahak, mengatakan jamaah yang sudah membayar umrah sebanyak 72.682 orang. Mereka yang belum mendapatkan jadwal keberangkatan sebanyak 58.682 orang. Seandainya, satu orang korban memilih paket promo umrah seharga Rp 14,3 juta, maka ada ratusan miliar dana jamaah yang ada di perusahaan tersebut.

"Kalau kita hitung kerugiannya, untuk yang membayar saja Rp 14,3 juta dikali 58.682 jamaah, angkanya mencapai Rp  Rp 839.152.600.000," ujar Herry di Bareskrim, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (22/8).

Baca Juga:

Belum lagi ditambah dengan para korban yang terlanjur tergiyur mengikuti promo tambahan, baik promo Ramadhan maupun promo carger pesawat. Polisi mendapatkan data kerugian mereka sebanyak Rp 9.547.500.000. 

"Jadi total kerugian Rp 848.700.100.000 itu belum termasuk beberapa orang yang menyampaikan ke kami (bahwa) tersangka punya utang yang belum dibayar," ujar Herry.

Baca Juga:

Beberapa orang yang mengadukan utang First Travel yang belum dibayarkan yakni provider visa dan tiket. Provider tiket sebesar Rp 85 miliar dan provider visa sebesar Rp 9,7 miliar. "Dan masih ada beberapa provider lagi yang ternyata dibohongi. Kemudian utang mereka juga, ada tiga hotel di Makkah dan tiga di Madinah totalnya Rp 24 miliar yang belum dibayar," kata dia.(Ihram)

SHARE:
beritaTerkait
Sambut HPN dan HUT PWI ke-80, PWI Riau Undang Wartawan dan Warga Ikut Donor Darah
Plt Gubri Targetkan 85 Persen Pekerja Riau Terlindungi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
Aksi Hardiknas: Ultimatum Mahasiswa Demo Lebih Besar Akan Digelar Senin
Cerita Malaysia Rekrut Guru RI buat Bikin Warganya Jadi Pintar
Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu
Wabup Yuliantini Sampaikan Sambutan Bupati Inhil Terhadap Rekomendasi DPRD Tentang LKPJ Bupati Inhil Tahun 2025
komentar
beritaTerbaru