Jumat, 28 Agustus 2026 WIB

Ada 58.682 Orang yang Belum Diberangkatkan First Travel

Harijal - Selasa, 22 Agustus 2017 17:56 WIB
Ada 58.682 Orang yang Belum Diberangkatkan First Travel
Republika/Rakhmawaty La`lang
Sejumlah korban kasus penipuan dana Umroh First Travel melakukan audiensi kepada perwakilan Komisi VIII dan Fraksi PPP di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (18/8).

JAKARTA - Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri terus menggeledah dan menelusuri aset milik First Travel. Semakin dalam polisi melakukan penelusuran, semakin terkuak banyaknya utang milik tersangka.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Herry Rudolf Nahak, mengatakan jamaah yang sudah membayar umrah sebanyak 72.682 orang. Mereka yang belum mendapatkan jadwal keberangkatan sebanyak 58.682 orang. Seandainya, satu orang korban memilih paket promo umrah seharga Rp 14,3 juta, maka ada ratusan miliar dana jamaah yang ada di perusahaan tersebut.

"Kalau kita hitung kerugiannya, untuk yang membayar saja Rp 14,3 juta dikali 58.682 jamaah, angkanya mencapai Rp  Rp 839.152.600.000," ujar Herry di Bareskrim, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (22/8).

Baca Juga:

Belum lagi ditambah dengan para korban yang terlanjur tergiyur mengikuti promo tambahan, baik promo Ramadhan maupun promo carger pesawat. Polisi mendapatkan data kerugian mereka sebanyak Rp 9.547.500.000. 

"Jadi total kerugian Rp 848.700.100.000 itu belum termasuk beberapa orang yang menyampaikan ke kami (bahwa) tersangka punya utang yang belum dibayar," ujar Herry.

Baca Juga:

Beberapa orang yang mengadukan utang First Travel yang belum dibayarkan yakni provider visa dan tiket. Provider tiket sebesar Rp 85 miliar dan provider visa sebesar Rp 9,7 miliar. "Dan masih ada beberapa provider lagi yang ternyata dibohongi. Kemudian utang mereka juga, ada tiga hotel di Makkah dan tiga di Madinah totalnya Rp 24 miliar yang belum dibayar," kata dia.(Ihram)

SHARE:
beritaTerkait
Pimpin Apel Gelar Pasukan Siaga Karhutla, Wabup Siak Dorong Perusahaan Ikut Jaga Lahan Sekitar
HUT Polwan Ke-78, Police Woman Goes To School Kunjungi UPT SMP Negeri 1 Bangkinang Kota
Pelaku Industri Didorong Bantu UMKM dan Kembangkan Industri Halal
Pemko Pekanbaru Tingkatkan Status Siaga Karhutla Jadi Tanggap Darurat
Pokja Newsrom Jaga Desa SMSI, Manifestasi Kukuhkan NKRI
Karhutla Kerumutan Pelalawan Capai 969 Hektare, Tim Gabungan Terus Berjibaku
komentar
beritaTerbaru