Senin, 04 Mei 2026 WIB

GNPF-MUI Akan Laporkan 5 Provokator Ustaz Somad ke Mabes Polri

Harijal - Selasa, 12 Desember 2017 16:00 WIB
GNPF-MUI Akan Laporkan 5 Provokator Ustaz Somad ke Mabes Polri
(Foto: Ainul Qalbi/kumparan)
Bachtiar Nasir tiba di Mako Brimob Kelapa Dua.

Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI), Bahctiar Nasir, ikut angkat bicara terkait pengadangan ceramah yang akan diberikan oleh Ustaz Abdul Somad di Denpasar, Bali.

Diketahui, tak hanya diadang saat akan memberikan ceramah, Abdul Somad juga dipaksa untuk mencium bendera Merah Putih dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

"Ya apa yang dialami oleh Ustad Abdul Somad di Bali memang sangat kami sayangkan. Padahal sebelumnya, saya sudah datang ke sana dan sudah buktikan di hadapan mereka bahwa kita ini cinta NKRI dan NKRI harga mati. Apa yang mereka inginkan keluar dari mulut kita sudah terang dan bagi kami pancasila adalah sesuatu yang sudah kami dalami sejak kecil," kata Bachtiar Nasir, Jakarta, Selasa (12/12).

Baca Juga:

"Karenanya tindakan seperti yang terjadi pada Ustaz Abdul Somad itu sungguh jauh dari nilai-nilai pancasila, sungguh jauh dari nilai nilai Bhineka Tunggal Ika," tegas Bachtiar.

Ia melanjutkan, apa yang dilakukan sekelompok orang terhadap ustaz yang kini tengah naik daun itu hanya sebuah nafsu belaka. 

Baca Juga:

"Dan terus terang apa yang mereka lakukan terhadap ustaz Abdul Somad juga jauh dari nilai-nilai NKRI harga mati itu sendiri. Ini semua hanyalah manipulasi untuk sebuah emosi dan hawa nafsu sesaat," terang Bachtiar Nasir.

Ia pun mengaku, kejadian yang dialami oleh ustaz Abdul Somad telah ditindak lanjuti oleh tim hukum GNPF-MUI. Ia mengatakan, pihaknya akan segera melaporkan terduga pelaku provokasi ke Mabes Polri.

"Saya dengar tim advokasi GNPF-MUI Bali akan melaporkan 5 pelakunya ke Mabes Polri. Dan hukum harus diteruskan secara terbuka. Saya pikir persatuan harus di segala bidang. Tentu untuk mengamankan bangsa ini, bukan berarti persatuan laskar kemudian menimbulkan rasa takut, yang benar adalah bagimana tidak ada kezaliman di masyarakat kita dengan adanya laskar bersatu itu," pungkas Bahctiar Nasir.


(kumparan.com)

SHARE:
beritaTerkait
Sambut HPN dan HUT PWI ke-80, PWI Riau Undang Wartawan dan Warga Ikut Donor Darah
Plt Gubri Targetkan 85 Persen Pekerja Riau Terlindungi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
Aksi Hardiknas: Ultimatum Mahasiswa Demo Lebih Besar Akan Digelar Senin
Cerita Malaysia Rekrut Guru RI buat Bikin Warganya Jadi Pintar
Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu
Wabup Yuliantini Sampaikan Sambutan Bupati Inhil Terhadap Rekomendasi DPRD Tentang LKPJ Bupati Inhil Tahun 2025
komentar
beritaTerbaru