Sambut HPN dan HUT PWI ke-80, PWI Riau Undang Wartawan dan Warga Ikut Donor Darah
Sambut HPN ke80, PWI Riau Undang Wartawan dan Warga Ikut Donor Darah
Sosial
PEKANBARU - Pemerhati anak Seto Mulyadi menyayangkan sikap oknum polisi di Kepulaun Meranti, Riau yang melakukan tindakan tak terpuji dalam menangani masalah anak. Bripda Akbar menembak SY (14), bocah yang diduga mencuri handphone di mess Polsek Rangsang Barat.
"Untuk menangani anak tidak boleh dengan kekerasan. Apalagi anak itu tidak membahayakan dan tidak membawa senjata tajam," ucap pria yang akrab disapa Kak Seto dikutip dari Okezone, Rabu (14/2/2018).
Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) ini pun menyatakan, sekarang ini sedang digaungkan moto 'polisi sahabat anak'. Artinya, semua penanganan harus sesuai SOP (standar operasional prosedur).
Baca Juga:
"Jadi mohon (polisi) mempelajari lagi bagaimana menangani anak yakni dengan cara cara tidak mengandung unsur kekerasan kalau benar benar tidak membahayakan petugas," imbuh Kak Seto.
Dia mengakui bahwa saat ini banyak anak-anak yang punya prilaku menyimpang, seperti terjerumus narkoba, ikut geng motor dan lainnya. Penyebabnya karena pergaulan yang salah, kurang perhatian orang tua dan lain sebagainya.
Baca Juga:
"Menjadi tugas kita bersama untuk melindungi anak-anak dari bentuk kekerasan," imbuhnya.
Untuk pelaku yang melakukan tindakan kekerasan terhadap anak, Kak Seto meminta Polda Riau menindak anggotanya. "Kan ada propamnya, saya rasa mereka sudah mengambil tindakan kepada anggotanya itu. Ini harus jadi perhatian," pintanya.
Seperti diketahui peristiwa itu bermula saat Briptu Budi Setiawan kemarin, 13 Febuari 2018 mendapati handphone yang ada di mes Polsek Rangsang Barat, Meranti hilang. Diapun menanyakan kepada dua temannnya Brigadir Riki Masri dan Bripda Hasbulah Akbar ihwal HP androidnya. Merekapun melakukan pencarian. Hasil informasi, HP itu diduga diambil SY.
Sekira pukul 10.00 WIB mereka berhasil menemukan SY di Jalan Dusun Gema, Desa Sialang Pasung, Rangsang Barat. Merekapun memeriksa saku celana SY dan ditemukanlah telefon genggam jenis Samsung itu.
Para polisi itu kemudian menangkap SY. Namun penangkapan itu tidak berjalan mulus. SY menggigit tangan Briptu Budi. Melihat temannya digigit, Bripda Akbar mengeluarkan pistol jenis airsoft gun miliknya. Setelah beberapa tembakan peringatan tidak digubris, terdengarlah letusan yang mengenai bahu SY yang langsung terkapar. Pihak kepolisian menyebut Brigadir Akbar tidak sengaja menembak anak itu.
"Anggota yang diduga melanggar itu sudah kita serahkan ke Propam Polda Riau," tambah Kapolres Meranti AKBP Laode Proyek.
(okezone.com)
Sambut HPN ke80, PWI Riau Undang Wartawan dan Warga Ikut Donor Darah
Sosial
Plt Gubri Targetkan 85 Persen Pekerja Riau Terlindungi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
Pemerintahan
Aksi Hardiknas Ultimatum Mahasiswa Demo Lebih Besar Akan Digelar Senin
Peristiwa
kabarmelayu.comJAKARTA Indonesia pernah menjadi kiblat pendidikan di Asia Tenggara, bahkan sampai diminta negara tetangga untuk membantu m
Article
Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu
Hukrim
kabarmelayu.comINHIL Wakil Bupati Indragiri Hilir Yuliantini S.Sos, M.Si menghadiri Rapat Paripurna Ke 7 DPRD Kab. Inhil Masa Persidan
Pemerintahan
kabarmelayu.comKUANSING Puluhan tahun menunggu kepastian, kesabaran Kelompok Tani Kelompok Tani SKB akhirnya memuncak Rabu (29/4/2026). Me
Sosial
kabarmelayu.comPEKANBARU Komisioner Komisi Informasi (KI) Provinsi Riau, H Zufra Irwan SE, MM, SpAp mengecam sikap Kadisdik Provinsi Riau,
Pemerintahan
kabarmelayu.comROHIL Warga binaan Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi berinisial SN alias KN menjadi sorotan di kalangan masyarakat Rokan Hilir.
Hukrim
kabarmelayu.comPEKANBARU Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musr
Parlemen