Senin, 04 Mei 2026 WIB

Kiai Lamongan Diserang, Orang Tua Sebut Anaknya Kurang Waras

Harijal - Selasa, 20 Februari 2018 23:52 WIB
Kiai Lamongan Diserang, Orang Tua Sebut Anaknya Kurang Waras
antara
Kombes Frans Barung Mangera.

SURABAYA - Polda Jawa Timur mendatangkan orang tua pelaku penyerangan kiai di Lamongan yang saat ini tengah menjalani pemeriksaan dan perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim di Surabaya, Selasa (20/2).

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, kedatangan orang tua pelaku itu setelah pihaknya bekerja sama dengan Polres setempat terkait alamat asal orang tua yang bersangkutan.

Dari keterangan orang tua pelaku yang bersangkutan memang mengalami gangguan jiwa sejak kecil. "Orang tua Mr X sendiri mengakui bahwa anak ini mengalami gangguan jiwa. Tetapi kepolisian tidak memakai yang namanya pengakuan dari pada orang tuanya," ucap Barung.

Baca Juga:

Hingga saat ini pihak RS Bhayangkara Polda Jatim akan melakukan proses scientific identifikasi forensik, untuk membuktikan apakah kondisi yang bersangkutan ini sesuai dengan apa yang disampaikan orang tuanya. "Kita akan buktikan dalam waktu dekat. Besok kita sudah mengeluarkan pernyataan," ujar Barung.

Dia menegaskan, dalam kasus di Tuban maupun Lamongan, tidak ada penyerangan atau penganiayaan terhadap tokoh agama. "Yang paling penting ini tidak ada penyerangan, tidak ada yang namanya penganiayaan, kalau dikatakan itu penganiayaan penyerangan (tidak ada)," ucapnya.

Baca Juga:

Sementara itu, berdasarkan informasi, Polda Jatim telah berhasil mengidentifikasi pelaku atau orang yang diduga gila yang melakukan pengejaran terhadap KH Hakam Mubarok, pengasuh Ponpes Karangasem Paciran, Lamongan.

Pelaku diduga bernama Nandang Triyana bin Satibi (23), sekolah hingga SMP NU Sindanglaut kelas 2 (tidak tamat), tidak bekerja, alamat Desa Lemahabang Kulon RT 11 RW 3 Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon.

Pelaku sudah meninggalkan keluarganya semenjak empat tahun yang lalu. Diakui keluarganya bahwa yang bersangkutan orang gila sejak kecil. Namun, tidak ada surat keterangan gilanya.

Sumber : Antara 

SHARE:
beritaTerkait
Sambut HPN dan HUT PWI ke-80, PWI Riau Undang Wartawan dan Warga Ikut Donor Darah
Plt Gubri Targetkan 85 Persen Pekerja Riau Terlindungi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
Aksi Hardiknas: Ultimatum Mahasiswa Demo Lebih Besar Akan Digelar Senin
Cerita Malaysia Rekrut Guru RI buat Bikin Warganya Jadi Pintar
Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu
Wabup Yuliantini Sampaikan Sambutan Bupati Inhil Terhadap Rekomendasi DPRD Tentang LKPJ Bupati Inhil Tahun 2025
komentar
beritaTerbaru