Senin, 04 Mei 2026 WIB

Gubernur Papua Barat Minta Wakil Wali Kota Malang Minta Maaf

Harijal - Senin, 19 Agustus 2019 18:29 WIB
Gubernur Papua Barat Minta Wakil Wali Kota Malang Minta Maaf
(STR / AFP)
Aksi demonstrasi berujung rusuh terjadi di Manokwari, Papua Barat, Senin (19/8).

JAKARTA - Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan meminta Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko menyampaikan permohonan maaf ke seluruh warga Papua. Permohonan maaf diminta menyusul pernyataan Sofyan pada Kamis (15/8) yang menyebut tak segan untuk memulangkan mahasiswa asal Papua ke daerah asalnya jika membikin ricuh. 

Ungkapan Wakil Wali Kota Malang itu merespons aksi damai para aktivis Mahasiswa Papua dan Front Rakyat Indonesia for West Papua. 

"Sebagai Gubernur saya tidak terima (dengan pernyataan Wakil Wali Kota Malang), karena ini kan pejabat negara, mestinya tidak terjadi," kata Dominggus dalam wawancara dengan CNNIndonesia TV, Senin (19/8). 

Baca Juga:

Sebelumnya Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko mengancam bakal memulangkan mahasiswa asal Papua ke daerah asalnya. Ungkapan ini diutarakan Sofyan setelah demo Aliansi Mahasiswa Papua dan Front Rakyat Indonesia for West Papua di Malang pada Kamis (15/8) berujung ricuh. 

"Saya menyesalkan pernyataan Wakil Wali Kota Malang, saya berharap dia buat permohonan maaf ke rakyat Papua," kata dia menegaskan. 

Baca Juga:

Dominggus mengatakan insiden tersebut tak perlu disikapi Wakil Wali Kota Malang dengan pernyataan bernada provokatif. 

"Karena ini bisa dikomunikasikan dengan Gubernur Jatim, Wali Kota, Gubernur Papua dan pejabat terkait lainnya sehingga bisa diselesaikan dengan baik. Sehingga tidak perlu keluar ungkapan, orang Papua akan dipulangkan dari Malang. Kalau dia bilang Orang Papua keluar dari Malang, di sini juga ada orang Malang. Tapi kan tidak begitu," kata Dominggus. 

Aksi protes warga Papua tersebut merupakan buntut serangkaian dugaan tindakan diskriminatif aparat terhadap mahasiswa Papua di Malang dan Surabaya. 

Adapun Izin unjuk rasa di Malang tersebut, menurut Dominggus, sebetulnya sudah didapat. Hanya saja di tengah aksi, ia mensinyalir ada kelompok yang memprovokasi massa sehingga berujung ricuh. Dominggus pun telah meminta kepolisian mengusut tuntas kasus ini. 

(cnnindonesia.com)

SHARE:
beritaTerkait
Sambut HPN dan HUT PWI ke-80, PWI Riau Undang Wartawan dan Warga Ikut Donor Darah
Plt Gubri Targetkan 85 Persen Pekerja Riau Terlindungi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
Aksi Hardiknas: Ultimatum Mahasiswa Demo Lebih Besar Akan Digelar Senin
Cerita Malaysia Rekrut Guru RI buat Bikin Warganya Jadi Pintar
Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu
Wabup Yuliantini Sampaikan Sambutan Bupati Inhil Terhadap Rekomendasi DPRD Tentang LKPJ Bupati Inhil Tahun 2025
komentar
beritaTerbaru