Senin, 04 Mei 2026 WIB

Kisruh Atlet Senam Tak Perawan, Aktivis Aksi Solidaritas

Harijal - Minggu, 08 Desember 2019 13:12 WIB
Kisruh Atlet Senam Tak Perawan, Aktivis Aksi Solidaritas
(CNNIndonesia/ Michael Josua Stefanus)
Kelompok Jaringan Muda Setara menggelar aksi solidaritas bagi atlet senam lantai, SA (17) yang dicoret dari pemusatan latihan nasional (pelatnas) SEA Games karena dituduh tak perawan.

JAKARTA - Kelompok Jaringan Muda Setara menggelar aksi solidaritas bagi atlet senam lantai, SA (17) yang dicoret dari pemusatan latihan nasional (pelatnas) SEA Games karena dituduh tak perawan. Aksi tersebut digelar di Car Free Day Jakarta, Minggu (8/12).

Aktivis menuntut agar pelatih yang memulangkan SA meminta maaf dan negara melakukan pemulihan terhadap korban.

"Kami berikan dukungan psikologis, kita tahu dia ketakutan dan trauma," kata Koordinator Kelompok Jaringan Muda Setara, Lathiefah Widuri Retyaningtyas, saat ditemui di lokasi.

Baca Juga:

Aktivis perempuan yang biasa dipanggil Tyas ini menilai, selama ini perempuan seringkali dibungkam dalam suatu peristiwa. Dalam kasus ini misalnya, kata Tyas, kesaksian SA sebagai korban seringkali tidak percaya dan disangkal.

Oleh sebab itu, Tyas bersama rekan-rekannya juga mengusung kampanye #SayaPercayaSA sebagai bentuk dukungan terhadap kesaksian-kesaksian yang diberikannya sebagai korban.

Baca Juga:

"Titik berangkat kami sendiri adalah keberpihakan pada korban," kata Tyas.

"Selama ini perempuan dibungkam, bahkan kesaksiannya pun seringkali tidak dipercaya," tambahnya.

Sebelum menggelar kampanye tersebut, komunitas jaringan ini menjelaskan telah berkomunikasi dengan kuasa hukum dan juga keluarga untuk mengetahui kondisi SA.

Kampanye ini dihelat dengan meminta pengunjung CFD menandatangani banner petisi untuk menguatkan tuntutan yang digaungkan. Pantauan CNNIndonesia.com, para aktivis dalam aksinya berorasi sambil menggalang tanda tangan dengan mengitari area CFD dari Bunderan HI hingga Sarinah.

Dukung berupa tanda tangan datang dari beragam masyarakat baik perempuan maupun laki-laki. Tak jarang, pengunjung CFD yang sedang berolahraga berhenti sejenak dan melipir untuk memberikan tanda tangan.

Salah seorang pengunjung CFD, Feri Hardjana mengatakan turut memberikan dukungan sebagai bentuk rasa solidaritas kepada korban. Ia sependapat dengan kampanye tersebut mengenai pembungkaman perempuan.

Menurut dia, perempuan seringkali mendapat label atau stigma yang menyulitkan kesehariannya. Hal tersebut juga berkaitan dengan posisi perempuan yang menjadi korban dalam hal ini.

"Kekerasan gak cuma perkosaan doang, kadang juga ada pelecehan seksual. Dan yang salah selalu perempuan," kata Feri.

"It’s not fair," tambah dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, atlet asal Kota Kediri Jawa Timur itu dikabarkan dipulangkan paksa dan didiskualifikasi dari pelatnas lantaran dituduh sudah tak perawan oleh pelatihnya sendiri.

Kuasa hukum SA, Imam Muklas mengatakan pada 13 November 2019 tengah malam keluarga atlet peraih 49 medali itu mendadak mendapatkan telepon dari pelatihnya.

"13 November kemarin, orang tua Shalfa ditelepon oleh pelatihnya, namanya Irma, untuk menjemput Shalfa [Pelatnas SEA Games] di Gresik, alasannya dia dituduh tidak virgin [perawan], namanya orang tua pasti kaget," kata Imam, kepada CNNIndonesia.com, pada 29 November lalu.

Usai dipulangkan, SA yang masih duduk di kelas XII SMA ini, diketahui terpukul. Dia tak masuk di sekolahnya selama tiga hari.

Ia bahkan disebut Imam mengalami ketakutan yang luar biasa karena tuduhan tersebut. 

(cnnindonesia.com)

SHARE:
beritaTerkait
Sambut HPN dan HUT PWI ke-80, PWI Riau Undang Wartawan dan Warga Ikut Donor Darah
Plt Gubri Targetkan 85 Persen Pekerja Riau Terlindungi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
Aksi Hardiknas: Ultimatum Mahasiswa Demo Lebih Besar Akan Digelar Senin
Cerita Malaysia Rekrut Guru RI buat Bikin Warganya Jadi Pintar
Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu
Wabup Yuliantini Sampaikan Sambutan Bupati Inhil Terhadap Rekomendasi DPRD Tentang LKPJ Bupati Inhil Tahun 2025
komentar
beritaTerbaru