Kamis, 30 April 2026 WIB

Tokoh Masyarakat Desak Bapaslon Tes Kesehatan Ulang

Harijal - Senin, 03 Oktober 2016 17:18 WIB
Tokoh Masyarakat Desak Bapaslon Tes Kesehatan Ulang
ilustrasi

PEKANBARU, kabarmelayu.com - Dukungan terhadap bakal calon Wakil Walikota Pekanbaru Said Usman Abdulah (SUA) sampai hari ini terus mengalir dari masyarakat. Tidak hanya kalangan simpatisan dan kader, tapi dari tokoh masyarakat Riau, juga angkat bicara terkait persoalan mengenai persoalan yang menderanya sampai hari ini. Hanya bermasalah pada kesehatan jasmani dianggap hanya dugaan KPU bisa serta merta minta pergantian calon.

Hal ini disampaikan langsung oleh tokoh masyarakat Riau, Fauzi Kadir, Senin (3/10/16) ketika dikonfirmasi melalui selularnya Dijelaskannya, dengan belum memenuhi persyaratan kesehatan SUA, karena disabilitas, harusnya tim medis RSUD Arifin Ahmad memberikan kesempatan tes kesehatan kedua kepada SUA.

Namun tes kesehatan kedua ini, harus disaksikan oleh seorang ahli di setiap tahapan tes. Dan ini harus dikawal. Sehingga tidak menimbulkan interprestasi yang berbeda-beda dari masyarakat.

Baca Juga:

"Saya yakin Ketua dan Komisioner KPU Pekanbaru orang-orang bersih. Kan kalau diulang lagi tes kesehatannya, tidak ada masalah. Sehingga tidak timbul prasangka rekayasa dan fitnah. Lagi pula, KPU tidak mengerti juga medis. Harusnya juga disampaikan rinci kepada SUA tentang disabilitas oleh medis didampingi KPU. Ini untuk menghilangkan dugaan permainan," jelasnya.

Diungkapkan Fauzi Kadir, kredibilitas KPU sedang diuji. Terutama masalah trust. Sebab, trust masyarakat juga semakin luntur, akan profesionalitas penyelenggara Pilkada. Makanya, KPU harus membangun trust tersebut, kearah yang lebih baik.

Baca Juga:

Disinggung mengenai publis yang dilakukan KPU tentang SUA, menurut Fauzi, cara KPU tidak pas. Seharusnya sistemnya tidak demikian, dengan mempublis ke media. "Itu tadi, metodenya sudah tidak trust. Kalau orang-orang KPU, saya percaya sudah bagus. Metodenya saja yang aneh. Sebab, ini rentan terhadap faktor-faktor intervensi," sebutnya.

Dalam situasi sekarang, sah-sah saja masyarakat melakukan interprestasi berbeda. Karena masyarakat masih banyak yang tidak mengerti pengetahuan politik. Apalagi metode dan sistem yang dilakukan seperti ini, akan sulit dipercaya.

"Kalau memang SUA disebutkan disabilitas, kan ada kelasnya. Apakah berat, sedang dan biasa. Saat ini, orang mampu membungkus merek kuda, tapi sebenarnya isinya daging babi," kata Fauzi berumpama.

Makanya, agar fair, KPU harus memberikan tes kesehatan ulang khusus untuk SUA. Apalagi waktu sisa terakhir untuk kepastian pasangan Ide-SUA berlayar, hingga Selasa 4 Oktober, besok. "Mari kita ciptakan suasana kondusif untuk Pilkada ini," ajaknya. (rec)

 

SHARE:
beritaTerkait
Kelompok Tani SKB Pangean Merasa Dibohongi PT. RAPP, Tuntut Penyelesaian Lahan
Komisioner KI Kecam Kadisdik Riau, Abaikan Sengketa Informasi, Minta Diberi Sanksi Keras
Prosedur Pemindahan Warga Binaan, Kalapas Bagansiapiapi Kedepankan Asas Pembinaan
Musrenbang RKPD 2027 Pemprov Riau, Hendry Munief Beri Catatan Penting
Bupati Inhil Bangun Pasar Induk Yos Sudarso yang Megah, Pedagang Pasar Subuh Pindah ke Lokasi Baru
Dua Petinju Pekanbaru Sabet Medali Emas Kejuaraan Danlanud Bangka Belitung ‎
komentar
beritaTerbaru