Hujan Merata di Riau, Hotspot Tersisa 2 Titik
kabarmelayu.com,PEKANBARU Hujan merata yang membasahi bumi Riau sejak malam kemarin, menekan angka hotspot (titik panas). Sore ini, Sabtu
Lingkungan
Lokasi pabrik yang hanya beberapa meter dari jalan provinsi memicu tanda tanya besar, terutama terkait proses perizinan yang memungkinkan pendirian fasilitas industri di kawasan yang berdekatan dengan pemukiman warga.
Keberadaan pabrik ini menjadi perhatian berbagai pihak, khususnya masyarakat. Tidak sedikit warga yang mempertanyakan dampak lingkungan dan sosial yang mungkin timbul akibat aktivitas pabrik tersebut. Seperti kebisingan, pencemaran limbah, dan potensi gangguan lainnya.
Baca Juga:
Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Inhil melalui Kabid lingkungan, Edwar saat dikonfirmasi menyatakan, hingga kini belum ada laporan resmi dari masyarakat mengenai masalah limbah atau kebisingan dari pabrik tersebut.
"Karena belum ada pengaduan resmi, kami belum dapat mengambil tindakan lebih lanjut, lagi pula pabrik ini belum beroperasi," ujarnya.
Baca Juga:
Namun dari penuturan warga setempat, pabrik ini telah beroperasi hampir 3 bulan. Mengetahui informasi tersebut DLHK Inhil akan menurunkan tim ke lapangan guna menanggapi laporan tersebut.
"Kami belum terima laporan, segera saya turunkan bidang penataan," tegasnya.
Sejumlah warga sekitar yang ditemui media, mengungkapkan kekhawatiran karena pabrik itu berdekatan dengan pemukiman. Jika terjadi masalah seperti limbah ataupun kebisingan, tentu akan berdampak kepada warga.
"Kami sebenarnya juga tidak tahu proses izinnya seperti apa," ujar warga.
Warga berharap agar pemerintah benar-benar memperhatikan dampak berdirinya pabrik ini terhadap lingkungan dan kenyamanan warga sebelum memberikan izin.
Pemerintah daerah melalui khususnya DLHK dan PUTR, dapat segera memberikan klarifikasi resmi terkait dasar pemberian izin, serta memastikan bahwa aktivitas pabrik tersebut tidak membahayakan lingkungan dan masyarakat.
Sementara itu, pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) melalui Kepala Bidang Cipta Karya, Arief, hanya memberikan tanggapan singkat.
"Mohon bersabar, saya masih di perjalanan. Nanti saya coba berkomunikasi dengan rekan-rekan terkait," ujarnya melalui pesan yang diterima media ini.
Sampai berita ini ditayangkan, belum ada tanggapan lebih lanjut dari pihak PT Fajar Pratama Jaya terkait perizinan maupun komitmennya terhadap kelestarian lingkungan.
Permasalahan ini menyoroti pentingnya keterbukaan informasi dan pengawasan yang ketat dalam proses perizinan pabrik atau fasilitas industri yang berada dekat dengan pemukiman masyarakat.(me)
kabarmelayu.com,PEKANBARU Hujan merata yang membasahi bumi Riau sejak malam kemarin, menekan angka hotspot (titik panas). Sore ini, Sabtu
Lingkungan
Mutasi di Lingkungan Polres Siak, Sejumlah Kasat dan Kapolsek Mengikuti Upacara Serah Terima Jabatan
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru bersama DPRD Kota Pekanbaru menyiapkan rancangan peraturan daerah (Perda) yang
Lingkungan
kabarmelayu.com,INHIL Persoalan kabel jaringan internet yang menumpang pada tiang PLN di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) belum sepenuhny
Peristiwa
kabarmelayu.com,ROHIL Berdasarkan instruksi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesi
Muslim
kabarmelayu.com,JAKARTA Untuk membangun dan menjalankan usaha yang berkelanjutan para pengusaha membutuhkan yang kondusif. Pengusaha diha
Parlemen
kabarmelayu.com,PEKANBARU Setelah beberapa waktu berada di level Tidak Sehat dan Sangat Tidak Sehat, malam ini, Jumat (18/9/2026) pukul 22
Lingkungan
Syair Perang Siak Raih IKON Nasional, jadi Kado HUT Siak ke27
Pemerintahan
kabarmelayu.com,INHIL Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terus mendorong peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Dua orang yang diduga mencuri satu set panel Penerangan Jalan Umum (PJU) ditangkap petugas patroli Dinas Perhubu
Hukrim