Mengurai Gurita Pemerasan WNA dan Urgensi Penegakan Hukum Radikal
DUNIA keimigrasian Indonesia kembali didera sorotan tajam menyusul mencuatnya serangkaian dugaan kasus pemerasan sistemik yang menyasar warg
Opini
"Kami warga tempatan asli Desa Sungai Raya sudah sepakat menjaga kebun PT SBP dari pihak yang ingin menguasai lahan 370 hektar yang sudah diserahkan PT SBL kepada PT SBP selaku pemilik HGU eks PT Alam Sari Lestari," ujar Edi Yanto bersama warga lainnya di areal kebun PT SBP, Jum'at (16/5/2025).
Menurutnya, alasan masyarakat menjaga areal kebun PT SBP karena memberikan kesempatan kepada warga tempatan bekerja dan menjalin kemitraan untuk kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga:
"Selama ini kebun 370 hektar dikuasai PT SBL karena ada oknum yang memperjualbelikan lahan HGU PT Alam Sari Lestari. Jadi bukan murni kebun masyarakat asli Desa Sungai Raya. Kami juga mengingatkan jangan jual masyarakat Sungai Raya untuk kepentingan oknum yang memperjualbelikan HGU eks PT Alam Sari Lestari," sebut Edi Yanto.
Hal lain disampaikan kelompok ibu ibu warga Desa Sungai Raya bernama Syarifah, dia mengatakan kelompok ibu ibu Desa Sungai Raya juga turut menjaga areal kebun PT SBP karena menjadi tempat anak anak mereka mencari nafkah.
Baca Juga:
"Selama ini warga dan anak anak kami pengangguran. Tidak ada yang perduli sama nasib kami. Ada perusahaan seperti PT SBL tetapi tidak mempekerjakan warga tempatan. Sejak kehadiran PT SBP, ratusan warga sudah bekerja dan ekonomi mulai tumbuh di Desa Sungai Raya," bebernya.
Sementara itu, Wakil Ketua BPD Sungai Raya, Masfar mengimbau kepada pihak yang ingin menguasai lahan 370 hektar hendaknya tidak mengatasnamakan masyarakat Desa Sungai Raya. Karena tidak semua warga Sungai Raya yang ikut dalam pergerakan ingin mengusai HGU PT Alam Sari Lestari milik PT SBP.
"Kami masyarakat Desa Sungai Raya ingin aman dan tenang dalam bekerja mencari rezeki. Kehidupan masyarakat sudah mulai normal, kami berharap kepada pihak yang keberatan soal lahan 370 hektar agar memgambil jalur hukum, bukan menguasai lahan tempat masyarakat tempatan bekerja mencari nafkah. Ini mohon menjadi perhatian agar kondisi Desa Sungai Raya menjadi damai dan tenang dalam bekerja," imbaunya.
Kepala Desa Sungai Raya, Erwanto, SE, MM dikonfirmasi membenarkan bahwa sejak adanya operasional PT SBP jumlah pengangguran di Desanya berkurang. Ini juga berdampak pada Kamtibmas dan kesejahteraan masyarakat.
"Kami sebagai pemerintahan desa terbuka kepada investor siapa saja yang beroperasi di wilayah ini, namun kami harapkan keberadaannya bisa bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat," jelasnya.(Yudi)
DUNIA keimigrasian Indonesia kembali didera sorotan tajam menyusul mencuatnya serangkaian dugaan kasus pemerasan sistemik yang menyasar warg
Opini
kabarmelayu.com,INHIL Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dr. H. Udin Syafriudin, M. Kes, menanggapi pemberitaan da
Sosial
kabarmelayu.com,PEKANBARU Upaya pemberantasan peredaran narkotika terus digencarkan oleh Satuan Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru. Dala
Hukrim
kabarmelayu.com,INHIL Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indragiri Hilir bergerak cepat menangani
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Sebagai bagian dari komitmen menjaga keseimbangan ekosistem perkotaan dan memperkuat ketahanan iklim, Pemprov
Lingkungan
kabarmelayu.com,KAMPAR Kasus dugaan korupsi penyelewengan dana program digitalisasi desa yang melibatkan oknum kepala desa dan pihak ven
Peristiwa
kabarmelayu.com,PEKANBARU Upaya membangun ekosistem industri film nasional yang inklusif dan berdaya saing terus didorong melalui kolab
Parlemen
Kecelakaan Maut di Tol Permai, 5 Orang Tewas dan 5 Lainnya Lukaluka
Peristiwa
kabarmelayu.com,MEDAN Suara kekecewaan dan ketidakpercayaan masyarakat asal Kepulauan Nias bergema di depan Markas Kepolisian Daerah Sum
Peristiwa
Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Pekanbaru ke242 tahun ini, Pemko Pekanbaru akan menghadirkan dua legia
Peristiwa