Sabtu, 06 Juni 2026 WIB
Kembangkan Perekonomian Masyarakat

Festival Budaya Pantai Paus ‎Dapat Dukungan

Harijal - Sabtu, 24 Desember 2016 10:12 WIB
Festival Budaya Pantai Paus ‎Dapat Dukungan
riaupos.co
Joget Sonde

RANGSANG PESISIR, kabarmelayu.com - Keinginan masyarakat Desa Sonde, Kecamatan Rangsang Pesisir untuk menggelar permainan tradisional seperti layang-layang dan gasing di tepian pantai diiringi dengan Joged Sonde, Ahad (1/1/2017) mendatang, mendapat dukungan dari Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kepulauan Meranti.

Plt Kepala Disparpora Kepulauan Meranti Drs H Ismail Arsyad, M.Si, bersama tim destinasi pariwisata dalam kunjungannya, Kamis (22/12/16) lalu, ke desa tersebut mengatakan, inisiatif masyarakat menggelar iven tersebut sudah sangat bagus, karena mengembangkan perekonomian masyarakat melalui sektor pariwisata. Apalagi Joged Sonde sendiri sudah terkenal sejak ditetapkan jadi warisan budaya tak benda (WBTB) Indonesia oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2016.

Dalam kunjungannya, Plt Kepala Disparpora Kepulauan Meranti bersama tim destinasi sempat dijamu makanan khas masyarakat desa yang berada di tepi Selat Melaka ini. ‘’Inisiatif menggelar iven seperti ini sudah sangat bagus. Setiap iven di masyarakat akan kita inventarisir yang nantinya akan kita dukung. Mudah mudahan akan menjadi iven kabupaten, yang jelas masyarakat sudah mulai menggali potensi daerahnya,” kata H Ismail.

Baca Juga:

Plt Kepala Disparpora itu juga menambahkan bahwa banyak yang harus dikembangkan di desa tersebut. Selain mengembangkan pariwisata juga perlu dikembangkan ekonomi kreatif, di mana menurutnya desa tersebut kaya akan biota laut. Selain sektor pariwisata, di sini juga dimungkinkan dikembangkan sektor ekonomi kreatif, seperti membuat makanan dan pernak pernik dari biota laut sejenis kerang kerangan. ‘’Tahun depan akan kita bangun fasilitasnya,” kata Ismail lagi.

Ketua Panitia Festival Budaya Pantai Paus Firdaus mengatakan kegiatan yang bertemakan Festival Pantai Paus ini akan digelar selama lima hari berturut turut, akan menampilkan beberapa pergelaran seni budaya lainnya. Saat ini masyarakat setempat sedang bergotong-royong membersihkan lokasi tempat digelarnya acara tersebut. Menurutnya iven yang dilaksanakan ini baru pertama kali digelar. Ke depannya dia berharap iven ini akan rutin digelar setiap tahunnya. Mengingat pantai ini selalu dikunjungi wisatawan.

Baca Juga:

“Memang ini baru pertama kali diadakan, namun ke depannya kami akan rutin menggelarnya setiap tahun yang akan menampilkan setiap pergelaran seni dan permainan tradisional di masyarakat. Apalagi sudah mendapat dukungan dari Dinas Pariwisata,’’ katanya.

Wakil Ketua BPD Desa Sonde ini juga menambahkan, bersama masyarakat akan bergotong-royong membersihkan lokasi pantai dan membangun fasilitas umum seperti MCK, gazebo, panggung hiburan dan lainnya.

“Selain pergelaran seni dan permainan tradisional, kami juga akan menggelar wisata bahari seperti lomba jung, lomba mencari kerang dan lainnya, karena pantai ini tidak pernah sepi pengunjung. Kami bersama masyarakat akan membangun fasilitas umum untuk memudahkan segala sesuatu,’’ tambahnya.

Kegiatan ini diberinama Festival Pantai Paus karena di pantai tersebut pernah terdampar seekor paus berbobot besar dalam keadaan mati. Sejak itulah masyarakat menyebutnya Pantai Paus. Keunikan itulah yang menjadi inspirasi masyarakat untuk mengangkatnya kembali melalui kegiatan tradisional.

 

 

(riaupos.co)

 

SHARE:
beritaTerkait
Kolaborasi Film Nasional Menguat, Komisi VII DPR Dorong Eksplorasi Budaya Daerah
Kecelakaan Maut di Tol Permai, 5 Orang Tewas dan 5 Lainnya Luka-luka
Elemen Masyarakat Demo di Mapolda Sumut, Desak Copot Kapolres Nias
Talam Durian Satu Kilometer dan 8000 ASN Mengaji di Pekanbaru akan Pecahkan Rekor Muri
Bupati Siak: Sensus Ekonomi Jadi Sumber Informasi Strategis Daerah Susun Kebijakan
PPWI Inhil Minta Pemda Inspeksi Seluruh Dapur MBG, Pastikan Pengelolaan Limbah Sesuai Standar
komentar
beritaTerbaru