Sabtu, 06 Juni 2026 WIB

Melayu Bukan Soal Masa Lalu, Tapi Masa Depan yang Beradab

Redaksi - Jumat, 08 Agustus 2025 17:26 WIB
Melayu Bukan Soal Masa Lalu, Tapi Masa Depan yang Beradab
Gubernur Riau Abdul Wahid.(Foto: Istimewa)
kabarmelayu.comPEKANBARU- Gubernur Riau Abdul Wahid menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga dan menghidupkan budaya Melayu. Hal tersebut ia sampaikan dalam sambutan pada malam puncak finalis Bujang Dara 2025 yang digelar di Jalan Sultan Syarif Kasim, Pekanbaru, Kamis (7/8/2025).

Menurutnya, Pekan Budaya Melayu Serumpun bukan hanya sebuah acara seremonial, melainkan rumah besar bagi seluruh rumpun Melayu yang ada di Nusantara dan mancanegara.

"Pekan Budaya Melayu Serumpun ini adalah rumah rumpun Melayu, rumah besar kita. Rumah tempat perbedaan kita bersanding, bukan bertanding. Kita semua bersaudara dalam darah yang sebahasa," ujarnya.

Baca Juga:

Dijelaskan, nilai-nilai Melayu tidak boleh dipandang sebagai warisan masa lalu semata. Karena, budaya adalah jati diri yang harus terus hidup dan tumbuh dalam keseharian masyarakat, terutama generasi muda.

"Dalam adat dan rasa, dalam luka dan harapan yang sama. Malam ini kita menyatukan semangat bahwa Melayu akan tetap hidup, bukan karena dijaga oleh museum dan arsip, tetapi karena dijaga oleh anak-anak muda yang berani menjadi Melayu tanpa ragu," jelasnya.

Baca Juga:

Abdul Wahid mengapresiasi semangat para finalis Bujang dan Dara Riau yang tampil percaya diri membawa identitas budaya. Namun, ia berharap penggunaan simbol budaya tidak berhenti hanya pada panggung kompetisi atau seremoni semata.

"Anak-anak muda Riau, hari ini kalian mungkin mengenakan tanjak dan baju kurung hanya untuk malam finalis Bujang Dara. Tapi saya ingin lebih dari itu, pakailah budaya ini setiap hari dalam hidupmu, dalam cara berbicara, dalam cara berpikir, dalam cara bertindak," tuturnya.

Tantangan hari ini bukan hanya melahirkan generasi berprestasi tetapi generasi yang paham dan menjunjung tinggi marwah budaya. Generasi yang tidak tercerabut dari akar, namun tetap mampu menjangkau masa depan.

"Karena yang kita butuhkan bukan sekadar generasi pemenang lomba, tetapi generasi yang menjaga marwah. Melayu itu bukan soal masa lalu, ia adalah masa depan yang beradab," terangnya.

Gubernur Abdul Wahid mengingatkan bahwa di tengah dunia yang kian kehilangan arah dan nilai, budaya Melayu justru bisa menjadi jawaban. Ia menambahkan, nilai-nilai Melayu seperti sopan santun, musyawarah, dan kearifan lokal adalah kekuatan moral yang tak lekang oleh zaman.

"Ketika dunia mulai kehilangan nilai, kita harus menjadi bangsa yang kembali menghidupkan nilai." tukasnya.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Pembangunan Balai Adat, Persukuan Melayu Datuok Majolelo Pulau Belimbing Gelar Syukuran
Tim SAR Cari ABK Terjatuh dari Kapal di Perairan Selat Rupat Dumai
Dua Hari Hilang Tenggelam di Sungai Indragiri, Pegawai PNM Ukui Ditemukan Meninggal
Polsek Kandis Intensifkan Patroli Malam, Cek Pos Siskamling dan Kesiapsiagaan Warga
Dua Hari Pencarian, Bocah Tenggelam di Jembatan Empat Balai Sungai Kampar Ditemukan Malam Tadi
Tenggelam di Sungai Kuantan, Pemuda Ditemukan Meninggal Dunia
komentar
beritaTerbaru