Kamis, 02 Juli 2026 WIB

Kapolda: Isu Rush Money, Hoax

Harijal - Jumat, 25 November 2016 08:10 WIB
Kapolda: Isu Rush Money, Hoax
riaueditor.com
Kapolda Riau Brigjen Pol Drs Zulkarnain Adinegara

PEKANBARU, kabarmelayu.com - Kapolda Riau Bigjen Pol Drs Zulkarnain Adinegara kembali menegaskan bahwa rush money hanyalah sebatas isu yang sengaja disebarkan sekelompok orang untuk memecah belah NKRI.

"Itu semua tidak benar dan masyarakat jangan percaya," katanya usai apel kesiapan kebersamaan menjaga keutuhan NKRI, di halaman kantor Gubernur Riau, Kamis (24/11/2016).

Penegasan ini, sengaja disampaikan Zulkarnain mengingat kabar burung tentang rush money sangat rawan dan dianggap sebagai senjata ampuh untuk menimbulkan krisis di dalam negeri.

Baca Juga:

Dorongan agar masyarakat dan aparat keamanan negara agar tidak percaya terhadap isu itu, dengan tujuan kedaulatan NKRI sudah kuat dan tidak bisa dipecah dengan isu yang tidak punya landasan kuat seperti itu.

Rush money adalah penarikan dalam jumlah besar sehingga menimbulkan efek ketidakpercayaan terhadap perbankan. Rush money diyakini akan membuat kekuatan ekonomi, khususnya perbankan akan goyah.

Baca Juga:

Dalam kesempatan itu, dia menyebutkan, berhasilnya kabar ini ditangkal tergantung dari masyarakat sendiri dalam menyikapi.

"Masyarakat hendaknya tidak percaya terhadap kabar tersebut. Sebagai aparat keamanan yang bertugas menjaga keamanan dan ke stabilan berbangsa, aparat penegak hukum tentu akan menindak tegas penyebar isu sehingga mengganggu ketentraman masyarakat," ujarnya. (rec)

SHARE:
beritaTerkait
PPPK Pemprov Riau Kini Bebas Pemotongan Zakat Profesi
Syukuran Hari Bhayangkara ke-80, Sekda Siak: Polri Garda Terdepan Jaga Keamanan dan Dukung Pembangunan Daerah.
Gencarkan Promosi, Kementrian Pariwisata Turut Sukseskan Event Bakar Tongkang
Sempena HUT Bhayangkara ke-80, SMSI Riau: Polri Harus Semakin Profesional dan Humanis
Rapat Pansus Daerah Kepulauan, Hendry Munief Soroti Pesisir Riau, Dorong Anggaran Afirmatif
Tak Hanya Suap Jabatan, Bupati Kuansing juga Diduga Terlibat Kasus Pelepasan Kawasan Hutan
komentar
beritaTerbaru