Senin, 04 Mei 2026 WIB

Kapolda: Isu Rush Money, Hoax

Harijal - Jumat, 25 November 2016 08:10 WIB
Kapolda: Isu Rush Money, Hoax
riaueditor.com
Kapolda Riau Brigjen Pol Drs Zulkarnain Adinegara

PEKANBARU, kabarmelayu.com - Kapolda Riau Bigjen Pol Drs Zulkarnain Adinegara kembali menegaskan bahwa rush money hanyalah sebatas isu yang sengaja disebarkan sekelompok orang untuk memecah belah NKRI.

"Itu semua tidak benar dan masyarakat jangan percaya," katanya usai apel kesiapan kebersamaan menjaga keutuhan NKRI, di halaman kantor Gubernur Riau, Kamis (24/11/2016).

Penegasan ini, sengaja disampaikan Zulkarnain mengingat kabar burung tentang rush money sangat rawan dan dianggap sebagai senjata ampuh untuk menimbulkan krisis di dalam negeri.

Baca Juga:

Dorongan agar masyarakat dan aparat keamanan negara agar tidak percaya terhadap isu itu, dengan tujuan kedaulatan NKRI sudah kuat dan tidak bisa dipecah dengan isu yang tidak punya landasan kuat seperti itu.

Rush money adalah penarikan dalam jumlah besar sehingga menimbulkan efek ketidakpercayaan terhadap perbankan. Rush money diyakini akan membuat kekuatan ekonomi, khususnya perbankan akan goyah.

Baca Juga:

Dalam kesempatan itu, dia menyebutkan, berhasilnya kabar ini ditangkal tergantung dari masyarakat sendiri dalam menyikapi.

"Masyarakat hendaknya tidak percaya terhadap kabar tersebut. Sebagai aparat keamanan yang bertugas menjaga keamanan dan ke stabilan berbangsa, aparat penegak hukum tentu akan menindak tegas penyebar isu sehingga mengganggu ketentraman masyarakat," ujarnya. (rec)

SHARE:
beritaTerkait
Biadab! Balita 4 Tahun di Rohil Tewas Dicabuli Kakek Kandung
PKS Kampar Gelar Konsolidasi, Perkuat Solidaritas dan Sinergi Struktur
Hardiknas 2026, Wako Agung Nugroho Tegaskan Komitmen Majukan Dunia Pendidikan
Bupati Herman Pimpin Upacara Peringatan Hardiknas 2026
Selain Meta, Anggota DPR Hendry Munief Minta Kemenekraf Gandeng Aplikator lainnya
Perampokan Berujung Pembunuhan Sadis, Polisi Ungkap Motif Kematian Lansia yang Viral di Pekanbaru
komentar
beritaTerbaru