Selasa, 28 April 2026 WIB

Dahsyat! Harga Sawit Meroket Tinggi Sepanjang Sejarah

Harijal - Selasa, 12 Oktober 2021 14:27 WIB
Dahsyat! Harga Sawit Meroket Tinggi Sepanjang Sejarah
Ilustrasi: Ekspresi Petani sawit di Riau semringah gegara harga TBS melambung naik (MC Riau)

PEKANBARU -  Harga TBS kelapa sawit penetapan ke 41 bulan September 2021 (periode 13 – 19 Oktober 2021) di tahun 2021 mengalami kenaikkan pada setiap kelompok umur kelapa sawit dengan jumlah kenaikkan terbesar terjadi pada kelompok umur 10 - 20 tahun sebesar Rp 154,17/Kg atau mencapai 5,39% dari harga minggu lalu.

"Sehingga harga pembelian TBS petani untuk periode satu minggu kedepan naik menjadi Rp 3.014,81/Kg," kata Kepala Bidang (Kabid) Pengolahan dan Pemasaran, Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau, Defris Hatmaja di Pekanbaru, Selasa (12/11/2021).

Ia menjelaskan naiknya harga TBS periode ini disebabkan oleh terjadinya kenaikkan dan penurunan harga jual CPO dan harga kernel dari beberapa perusahaan yang menjadi sumber data Untuk harga jual CPO, PT. PTPN V mengalami kenaikkan harga sebesar Rp 697,30/Kg, PT. Sinar Mas Group mengalami kenaikkan harga sebesar Rp 734,56/Kg,  PT. Asian Agri mengalami kenaikkan harga sebesar Rp 692,46/Kg,  PT. Citra Riau Sarana mengalami kenaikkan harga sebesar Rp 713,60/Kg dari harga minggu lalu.

Baca Juga:

Sedangkan untuk harga jual Kernel, PT. Asian Agri Group mengalami penurunan harga sebesar Rp. 20,00/Kg, PT. Citra Riau Sarana mengalami kenaikkan harga sebesar Rp. 257,91/Kg dari harga minggu lalu.

"Sementara dari faktor eksternal, Harga kontrak berjangka (futures) minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) selama sepekan ini melesat di Bursa Derivatif Malaysia hingga mendekati level psikologis MYR 5.000/ton," jelasnya.

Baca Juga:

Secara mingguan, harga CPO terhitung meroket 10,2% dibandingkan penutupan akhir pekan lalu (MYR 4.505/ton).

Penguatan sepekan ini melanjutkan tren pekan sebelumnya di mana harga CPO juga menguat secara mingguan, sebesar 1,4% dari level RM 4.441/ton.

"Kenaikan terjadi di tengah lonjakan permintaan komoditas dasar seperti minyak, gas, hingga batu bara menyusul ekspektasi pemulihan ekonomi global. Kenaikan harga energi dunia tersebut membuat harga CPO, yang menjadi bahan baku biodisel, ikut menguat," tukasnya. (MCR)

SHARE:
beritaTerkait
Panglima TNI Hadiri Pelantikan Menteri dan Pejabat Pemerintah Kabinet Merah Putih
Kepsek SMAN Plus Riau Ingatkan Calon Peserta Didik Lulus SPMB Daftar Ulang Ulang 8-10 Mei 2026
Tim Pelatnas Taekwondo Indonesia Sabet 4 Medali di British Taekwondo International Open 2026 Manchester, Inggris
Ketua DPD PKS Kampar Titip Doa untuk Kemajuan Daerah Kepada Jamaah Haji
PSPS Pekanbaru Tundukkan Sumsel United 2-0
Ini 13 Sapi Jumbo yang Diusulkan untuk Bantuan Presiden Iduladha 1447 H di Riau
komentar
beritaTerbaru