Senin, 24 Agustus 2026 WIB

BPS Riau : Pola Distribusi Beras Melibatkan Banyak Pihak

Harijal - Kamis, 18 November 2021 11:57 WIB
BPS Riau : Pola Distribusi Beras Melibatkan Banyak Pihak
Kepala BPS Provinsi Riau, Misfaruddin

PEKANBARU - Distribusi  perdagangan  komoditas  beras  dari  luar provinsi hingga  ke  konsumen akhir di provinsi  Riau  melibatkan  sejumlah  pelaku  perdagangan.

Pola utama distribusi perdagangan komoditas strategis provinsi Riau tahun 2020 berdasarkan survey badan pusat statistik provinsi Riau distribusi  perdagangan  komoditas  beras  dari  luar provinsi hingga  ke  konsumen akhir di provinsi  Riau  melibatkan  sejumlah  pelaku  perdagangan yaitu distributor pedagang grosir, pedagang pengepul, agen dan swalayan,supermarket dan pedagang eceran.

Kepala BPS Provinsi Riau, Misfaruddin menjelaskan, sementara pelaku perdagangan yang terlibat dalam pola utama terdiri dari pedagang grosir dan pedagang eceran.

Baca Juga:

“Pola  utama  distribusi  perdagangan  beras  tahun  2020  memiliki  jumlah  rantai  dan  pelaku  perdagangan yang sama seperti pola utama tahun 2019,dengan margin perdagangan dan pengangkutan  total (mppt) mengalami kenaikan sebesar 2,83 persen,” jelasnya, Kamis (18/11/2021).

Kepala BPS Provinsi Riau, Misfaruddin menjelaskan, hasil  survei pola distribusi perdagangan beberapa komoditas (poldis) menunjukkan  bahwa  mppt  komoditas  beras  adalah  20,97  persen, mengindikasikan  bahwa kenaikan  harga beras dari  produsen  sampai  ke konsumen akhir berdasarkan pola utamanya adalah sebesar 20,97 persen. (MCR)

Baca Juga:
SHARE:
beritaTerkait
PT Oscar Investama dan Ketua Koperasi Diduga Bermain, Skema Bagi Hasil Diubah Sepihak
Persoalan Kelapa Inhil Bukan Sekadar Hilirisasi dan Ekspor
Nilai Kelapa Inhil Anjlok, Pemerintah Diminta Intervensi Harga dan Tinjau Kebijakan Ekspor
Bupati Inhil Gelar Peringatan Maulid Nabi 1448 H di Kediaman
Riau Waspadai Asap Kiriman dari Jambi, Lampung dan Sumsel
KKN Kelompok 17 Universitas Abdurrab Gelar Penyuluhan TOGA, PHBS dan Gizi Bersama PKK Desa Senama Nenek
komentar
beritaTerbaru