Minggu, 09 Agustus 2026 WIB

Aksi Demo Menjalar, Masyarakat Diimbau tak Panic Buying

Redaksi - Sabtu, 30 Agustus 2025 16:40 WIB
Aksi Demo Menjalar, Masyarakat Diimbau tak Panic Buying
Mendag Budi Santoso.(Foto: Antara)
JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso meminta masyarakat tidak perlu sampai melakukan panic buying atau membeli barang dalam jumlah berlebihan dalam merespons situasi terkini. Hal itu karena sempat terjadi demonstrasi hingga pembakaran beberapa tempat dan fasilitas di sejumlah kota.

Budi memastikan barang kebutuhan pokok di ritel modern maupun pasar tradisional masih tersedia. Semua kebutuhan dapat tercukupi, sehingga konsumen bisa berbelanja seperti biasa.

"Kami sampaikan ke masyarakat, tidak perlu panic buying. Semua produk, semua kebutuhan, baik di ritel maupun di pasar rakyat itu aman. Stok aman semua," kata Mendag saat ditemui di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Ragunan, Jakarta Selatan, Sabtu (30/8/2025).

Baca Juga:

Ia mengetahui dinamika di lapangan. Oleh karena itu, Kementerian Perdagangan (Kemendag), sebut Budi, berkoordinasi dengan pihak produsen. Salah satunya yakni Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo).

Demikian juga dengan pusat perbelanjaan. Menurut Mendag, sejauh ini ia belum mendengar keluhan pengusaha. Meski demikian, untuk mengantisipasi berbagai dinamika, proses komunikasi senantiasa berjalan.

Baca Juga:

"Pokoknya siap terus berkoordinasi, siap mengerjakan bareng-bareng," ujar Budi.

Demonstrasi berlangsung selama beberapa hari terakhir. Massa aksi menuntut perbaikan kinerja para pemimpin, baik di eksekutif maupun legislatif. Isu semakin memanas ketika ada korban jiwa.

Seorang pengemudi ojek daring bernama Affan Kurniawan meninggal dunia. Affan menghembuskan napas terakhir setelah terlindas kendaraan taktis Brimob di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Rabu (28/8/2025) malam WIB.

Peristiwa itu terjadi saat aparat membubarkan massa demonstrasi di sekitar Gedung DPR/MPR RI. Meski sempat dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), nyawanya tak tertolong. Kejadian tragis ini memicu gelombang duka dan solidaritas, mulai dari aksi seribu lilin di Purwokerto hingga doa bersama komunitas ojol di berbagai daerah.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan permintaan maaf dan menegaskan proses hukum akan dijalankan. Presiden Prabowo Subianto juga menyampaikan belasungkawa, sementara perusahaan aplikasi transportasi seperti Gojek dan Grab berjanji memberi dukungan kepada keluarga korban.

Republika

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Dari Perkebunan Petani Jambai Makmur, Polsek Kandis Kembangkan Swasembada Pangan Nasional
Kapolsek Kandis Turun Bersama Petani, Rawat Tanaman untuk Menjaga Ketahanan Pangan
Berikut Lokasi Empat Titik Pasar Murah Pemprov Riau di Pekanbaru Pekan Ini, Cek Harganya!
Bhabinkamtibmas Aipda Janseng Temui Petani Tumpang Sari, Bahas Peningkatan Produktivitas Pangan
Polri Hadir Bersama Petani, Swasembada Pangan Semakin Nyata di Kandis
Polsek Kandis Perkuat Budaya Gotong royong Bersama Petani, Wujudkan Hasil Ketahanan Pangan yang Melimpah
komentar
beritaTerbaru