Rabu, 15 Juli 2026 WIB

BBM Nonsubsidi Sumbang Inflasi Terbesar di Pekanbaru

Redaksi - Rabu, 15 Juli 2026 13:49 WIB
BBM Nonsubsidi Sumbang Inflasi Terbesar di Pekanbaru
Ilustrasi.(Foto: Andi)
kabarmelayu.com,PEKANBARU - Kota Pekanbaru, Riau pada Juli 2026 mengalami inflasi sebe4,3 persen. Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi menjadi penyumbang terbesar.

"Untuk inflasi Pekanbaru, memang sekarang tinggi berada di 4,3 persen. Tapi dibanding beberapa daerah yang ada di Riau, kita masih bagus. Penyumbang terbesar inflasi minggu ini yaitu bahan bakar minyak," ungkap Staf Ahli Walikota Pekanbaru Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Abdul Jamal.

Ia menyampaikan, untuk inflasi yang diakibatkan kenaikan harga BBM ini tidak bisa diintervensi pemerintah daerah. Sebab untuk mengubah harga, kuota maupun penetapan jenis BBM merupakan kewenangan Pemerintah Pusat melalui Kementerian ESDM bersama PT Pertamina (Persero).

Baca Juga:

"Jadi, ini tidak bisa kita intervensi," tegas Jamal.

Dijelaskannya, kenaikan harga BBM nonsubsidi tersebut berdampak terhadap tarif angkutan dan mulai mempengaruhi harga sejumlah komoditas pangan seperti cabai dan bawang merah.

"Tapi kenaikannya (harga cabai dan bawang merah) tidak terlalu tinggi, hanya 0,0 sekian persen. Ini karena terjadi kenaikan (tarif) di pengangkutan," ujarnya.

Baca Juga:

Namun demikian, terang Jamal, ada juga beberapa komoditas lainnya seperti bawang putih, daging ayam dan telur yang mengalami penurunan harga atau deflasi.

"Yang turun (harga) minggu ini, itu daging ayam dan telur. Untuk bawang putih juga sudah terjadi penurunan harga. Ini yang penyumbang deflasi," tutupnya.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Festival Rakyat Nusantara, Pemko Pekanbaru Gandeng UMKM
Pemko Antisipasi Kecurangan dalam Pelaksanaan SPMB di Pekanbaru
April 2026, 38 Provinsi Mengalami Inflasi
Hadapi Fenomena Godzilla El Nino, BPBD Pekanbaru Tingkatkan Kapasitas Personel TRC
Soal Penyalahgunaan BBM Subsidi, Target SPBU Curang, Tak Ada Ampun!
Polda Riau Bongkar Puluhan Kasus Penyelewengan BBM Bersubsidi
komentar
beritaTerbaru