Rusak Hutan Mangrove, Penghulu Teluk Piyai Jadi Tersangka
kabarmelayu.com,ROHIL Polres Rokan Hilir mengungkap dugaan tindak pidana kehutanan dan perusakan lingkungan di kawasan hutan mangrove di
Hukrim
Untuk memuluskan perubahan status lahan milik kelompok tani SKB menjadi konsesi HTI- PT.RAPP diduga ada pemalsuan tanda tangan Pengurus dan Pangulu nen barompek Nagori Pangean oleh management PT.RAPP
Sebab, pengurus dan Pangulu nen Barompek Nagori Pangean merasa tidak pernah memberikan tanda tangan untuk SK pengurusan izin konsesi ke Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN)
Baca Juga:
Ketua kelompok tani SKB Rustam Efendi didampingi sekretaris Harmonis dan bendahara Asri Salim mengatakan, sebelumnya pihak kelompok tani SKB dan PT. RAPP sudah melakuak pertemuan di kantor PT.RAPP sektor Baserah tanggal 24/6/2026 guna membahas sengketa lahan tersebut namun RAPP selalu memberikan keputusan yang dapat merugikan kelompok tani
"Dugaan kami pihak managenent PT.RAPP untuk memuluskan langkahnya mereka telah memalsukan tanda tangan pengurus dan Pangulu nen Barompek Nagori Pangean. Tentu tanpa ada kesepakatan kedua belah pihak adalah bentuk pelanggaran hak masyarakat dan berpotensi melanggar prosedur hukum agraria "ujar Rustam Efendi
Baca Juga:
Lahan seluas 3.710 hektare yang di sengketakan tersebut, kata Rustam Efendi berlokasi di Blok Langsat Kecamatan Logas Tanah Darat secarah sah milik Kelompok tani SKB
"Namun akibat diterbitkan izin konsesi untuk HTI - PT.RAPP terhadap lahan milik anggota kelompok tani SKB yang diperuntukkan sebagai lahan perkebunan menjadi hilang dan tidak dapat garap lagi.
Ironiya, kata Rustam Efendi, perusahaan tanpa konsultasi atau ganti rugi dengan para kelompok tani, warga menilai penerbitan izin tersebut cacat prosedur dan mengabaikan keberatan masyarakat. Penerbitan izin dilakukan tanpa konsultasi publik yang memadai dan melanggar prinsip partisipasi masyarakat.
Kami minta Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melalui Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) segera cabut izin konsesi HTI -PT.RAPP karena dinilai ilegal.
Berdasarkan Undang -undang Perusahaan yang memalsukan tanda tangan untuk mengurus konsesi dapat dijerat dengan tindak pidana pemalsuan surat sesuai Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) atau Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP Baru, serta Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) jika dilakukan secara elektronik.
Pasal-pasal yang dapat dikenakan antara lain: Pasal 236 KUHP (Pemalsuan Surat) Mengatur ancaman pidana penjara paling lama 6 tahun bagi siapa saja yang membuat surat palsu atau memalsukan surat yang dapat menimbulkan hak atau perikatan. Pasal ini juga berlaku bagi pihak yang dengan sengaja menggunakan surat palsu tersebut seolah-olah asli dan mendatangkan kerugian.(RA)
kabarmelayu.com,ROHIL Polres Rokan Hilir mengungkap dugaan tindak pidana kehutanan dan perusakan lingkungan di kawasan hutan mangrove di
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Koalisi Organisasi Masyarakat Sipil Riau mendesak presiden Prabowo memecat Pangdam dan Kapolda yang tak bisa mem
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kualitas udara di Kota Pekanbaru memburuk dan dalam kualitas tidak sehat. Kabut asap akibat kebakaran hutan dan
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Cuaca di Provinsi Riau pada Selasa (25/8/2026) diprakirakan cukup dinamis. Hujan ringan hingga sedang berpotensi
Lingkungan
kabarmelayu.com,KUANSING Festival Pacu Jalur (FPJ) dalam rangkaian Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 resmi ditutup. Penutupan berlangsung
Budaya
Panglima TNI Dampingi Presiden Prabowo Tinjau Penanganan Karhutla di Riau dan Sumatera Selatan
TNI/Polri
KemnakerJICA Perkuat Kualitas dan Pelindungan Tenaga Kerja Indonesia ke Jepang
TNI/Polri
Industri Halal Dinilai Jadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Article
Kapolres Pelalawan Pimpin Anev Penanggulangan Bencana Karhutla di Kerumutan
Lingkungan
Tak Kunjung Diperbaiki, Warga KeluhkanbJalan Poros Dusun 4 Portal Kecamatan XIII Koto Kampar yang Rusak Parah
Peristiwa