Selasa, 19 Mei 2026 WIB

Rumah Diduga Bandar Narkoba Diserang Warga, Kapolda Riau Copot Kapolsek dan Kanit Reskrim Panipahan

Redaksi - Minggu, 12 April 2026 19:35 WIB
Rumah Diduga Bandar Narkoba Diserang Warga, Kapolda Riau Copot Kapolsek dan Kanit Reskrim Panipahan
Aksi anarkis warga Panipahan di rumah diduga bandar narkoba.(Foto: iat)
kabarmelayu.comPEKANBARU - Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan mengambil langkah tegas dengan mencopot Kapolsek Panipahan AKP Robiansyah dan Kanit Reskrim Polsek Panipahan Aipda Rahmat Ilyas. Hal itu menyusul terjadinya aksi unjuk rasa warga yang berujung anarkis di wilayah Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir.

Pencopotan tersebut dilakukan sebagai bentuk evaluasi dan tanggung jawab institusi atas dinamika kamtibmas yang berkembang di tengah masyarakat.

Irjen Herry menegaskan, langkah ini diambil karena jajaran di tingkat Polsek dinilai belum mampu menjaga suasana kondusif wilayah secara optimal, sehingga situasi sempat berkembang menjadi aksi yang tidak terkendali.

Baca Juga:

"Ini adalah bentuk evaluasi dan tanggung jawab kami. Kami melihat ada hal-hal yang tidak berjalan sebagaimana mestinya dalam menjaga situasi kamtibmas di Panipahan. Karena itu, kami mengambil langkah tegas," kata Irjen Herry, Ahad (12/4/2026).

Setiap pimpinan di wilayah, kata Kapolda memiliki tanggung jawab penuh terhadap stabilitas keamanan di daerahnya, termasuk dalam merespons dinamika sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

Baca Juga:

Seorang pimpinan harus hadir, peka, dan mampu membaca situasi. Ketika itu tidak berjalan dengan baik, maka harus ada langkah korektif.

Kapolda juga memastikan bahwa Polda Riau tidak tinggal diam dalam menyikapi peristiwa tersebut. Sejak awal kejadian, Kapolres Rokan Hilir bersama Wakil Bupati telah turun langsung ke lokasi untuk meredam situasi dengan mengajak tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat berdialog. Langkah ini sebagai upaya cepat untuk menenangkan masyarakat sekaligus mencegah eskalasi lanjutan.

"Kami bergerak cepat sejak awal. Kapolres bersama Wakil Bupati sudah turun langsung ke lapangan, mengajak tokoh-tokoh masyarakat untuk berdialog dan meredam situasi. Ini bagian dari pendekatan yang kami lakukan agar kondisi segera kondusif," jelasnya.

Kapolda menambahkan, langkah penanganan tidak berhenti di situ. Pada hari ini, jajaran Polda Riau bersama pemerintah daerah kembali bergerak ke lokasi untuk memastikan stabilitas benar-benar terjaga.

"Wakapolda Riau, Irwasda, Kabid Propam bersama Bupati hari ini juga menuju Panipahan untuk memastikan seluruh langkah penanganan berjalan optimal, melakukan pengawasan langsung di lapangan, serta memperkuat komunikasi dengan masyarakat," ujarnya.

Pihaknya ingin memastikan bahwa situasi tetap terkendali, tidak ada eskalasi lanjutan, serta seluruh permasalahan ditangani secara komprehensif, baik dari sisi keamanan, penegakan hukum, maupun pendekatan sosial.

Saat ini, kondisi di Panipahan telah berangsur pulih dan aktivitas masyarakat kembali berjalan normal.
Namun demikian, penguatan langkah-langkah preventif dan pengawasan di lapangan tetap dilakukan untuk menjaga stabilitas keamanan.

Kepada seluruh masyarakat Panipahan, Kapolda mengimbau agar tetap menjaga ketenangan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memperkeruh keadaan, percayakan seluruh proses kepada aparat penegak hukum.

Keresahan masyarakat terhadap peredaran narkoba merupakan hal yang harus ditindaklanjuti secara serius, namun harus dilakukan melalui mekanisme hukum yang benar.

"Kami memahami keresahan masyarakat terkait narkoba. Itu menjadi perhatian kami dan akan kami tindak secara tegas. Tetapi caranya harus sesuai aturan, bukan dengan tindakan anarkis," ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di wilayahnya, serta aktif memberikan informasi kepada aparat apabila mengetahui adanya aktivitas yang melanggar hukum.

"Mari kita jaga Panipahan tetap aman dan damai. Ini tanggung jawab kita bersama. Negara hadir, aparat hadir, dan masyarakat juga harus menjadi bagian dari menjaga kamtibmas," tutup Kapolda.

Diberitakan sebelumnya, ratusan warga berunjuk rasa di depan Mapolsek Panipahan, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), berakhir anarkis. Massa membakar isi rumah warga yang diduga bandar narkoba.

Peristiwa bermula Jumat (10/4/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Awalnya, rqtusan orang menggelar aksi damai, menuntut aparat menindak tegas peredaran narkoba di wilayah tersebut. Mereka menuntut agar kasus narkoba di wilayah Panipahan ditindak tegas dan dibersihkan.

Aksi berlangsung kondusif hingga sekitar pukul 16.00 WIB. Namun, situasi berubah setelah massa kembali berkumpul dan bergerak menuju rumah warga AL di Jalan Bundaran, Kecamatan Pasir Limau Kapas.

Di lokasi, massa melakukan aksi anarkis dengan melempari dan merusak rumah, lalu melakukan pembakaran. Empat unit sepeda motor milik korban hangus terbakar.

Jumlah massa bertambah saat aksi perusakan berlangsung. Situasi baru kembali kondusif sekitar pukul 20.00 WIB setelah aparat melakukan pengamanan. Massa pun kemudian membubarkan diri.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Ditresnarkoba Polda Riau Razia Kampung Rawan Narkoba di Pekanbaru
Kampung Tangguh Anti Narkoba di Rumbai Diresmikan
Tegas Berantas Narkoba, GP Anshor Inhil Apresiasi Langkah Kapolres, Nyatakan Dukungan Penuh
Kampung Tangguh Anti Narkoba Pangeran Hidayat Tembilahan Diresmikan, Seluruh Elemen Bersatu Selamatkan Generasi
Pascainsiden Rumah Terduga Bandar Narkoba Dibakar Warga, Wakapolres Rohil Lakukan Cooling System
Polda Riau Tegaskan Pembakaran TKP Narkoba di Rohil Bukan Bentuk Penolakan terhadap Polisi
komentar
beritaTerbaru