Bupati Herman Dampingi Kapolda Riau Kunker di Kecamatan Concong
kabarmelayu.com,INHIL Bupati Inhil H.Herman bersama Unsur Forkopimda mendampingi Kapolda Riau dalam kunjungan kerjanya ke Kecamatan Concon
Pemerintahan
Ketiga korban merupakan seorang anak laki-laki berusia 11 tahun dan 9 tahun, serta seorang anak perempuan usia 9 tahun. Terduga pelaku dalam kasus eskploitasi ini adalah SM dan suaminya MM, keduanya, warga Pelalawan.
"Dua anak laki-laki yang dipaksa mengemis adalah anak pasutri yang diamankan, sedangkan seorang anak perempuan lainnya merupakan cucu tiri terduga pelaku," jelas Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau Kombes Hasyim Risahondua, Ahad (14/6/2026).
Baca Juga:
Hasyim menjelaskan motif kedua tersangka dalam kasus ini yakni memanfaatkan anak untuk mengemis dan mengambil keuntungan dari itu.
Modus operandinya, ketiga anak tersebut ditempatkan di tempat umum untuk meminta-minta, sementara hasilnya diserahkan kepada pelaku.
Baca Juga:
Terungkapnya kasus eksploitasi anak ini berawal dari keprihatinan warga pengguna jalan bernama Hanafi Islami yang merasa iba dengan aktivitas ketiga korban di lokasi.
"Kasus eksploitasi ini terungkap dari laporan warga yang mengatakan tiga anak yang dipaksa mengemis takut pulang karena target yang diminta terduga pelaku tidak tercapai," jelas Hasyim.
Pada Jumat (12/6/2026) sekitar pukul 15.00 WIB, terlapor Siska Mariani memerintahkan anaknya inisial MH (11), dan RA (9) serta PW (9) cuci tirinya diminta untuk mengamen dan mengemis di Lampu merah Pangkalan Kerinci Jalam Lintas Timur Kelurahan Pangkalan Kerinci Kota Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan.
Setibanya di lokasi, ketiga korban diminta pelaku untuk mengamen, menjadi manusia silver dan mengemis di lampu merah tersebut. Sekitar pukul 22.00 WIB, beberapa warga yang iba melihat kondisi ketiga anak tersebut langsung membawa merekake Polsek Pangkalan Kerinci.
Ketiga anak tersebut dibawa ke kantor polisi karena mereka mengaku takut pulang karena jika tidak mendapatkan target uang Rp250 ribu.
Kapolsek Pangkalan Kerinci AKP Shilton, SIK MH bersama anggota kemudian mendatangi terduga pelaku dan langsung mengamankannya.
Hasil pendalaman, diketahui aksi eksploitasi tersebut sudah berjalan selama 7 bulan ketika para pelaku dan anak-anaknya pindah ke Pangkalan Kerinci.
"Mereka ditargetkan harus mendapatkan uang Rp250 ribu per orang per harinya, yang dimulai sejak pukul 15.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB," kata Kombes Hasyim.
kabarmelayu.com,INHIL Bupati Inhil H.Herman bersama Unsur Forkopimda mendampingi Kapolda Riau dalam kunjungan kerjanya ke Kecamatan Concon
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Provinsi Riau memastikan tidak ada kebijakan pemberhentian atau pemutusan hubungan kerja (PHK) terhad
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera III mencatat, kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS) di Riau saat ini dalam kond
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Perusahaan industri siminta untuk memperhatikan keberadaan zona penyangga (buffer zone) dalam pengembangan kaw
Ekbis
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau akan menggelar tablig akbar bertajuk Riau Bershalawat bersama tokoh ulama
Muslim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Sebanyak 25 pelajar, mahasiswa, dan guru asal Jepang turun langsung menanam pohon di kawasan Taman Hutan Raya Su
Lingkungan
kabarmelayu.com,SUMEDANG Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi secara simbolis menerima penyerahan lulusan Institut Pemerintahan
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Fun Pingpong Competition bertema Mempererat Sinergi SKK Migas EMP PWI Riau resmi dibuka di Kantor PWI Ri
Sosial
Ketahanan Pangan, Kapolsek Kandis dan Personel Siapkan Kebutuhan Air untuk Tanaman Jagung
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Anggota DPR RI Fraksi PKS Dapil Riau I, Hendry Munief MBA, mengunjungi Pondok Pesantren (PP) Hidayatullah Peka
Muslim