Senin, 08 Juni 2026 WIB

Makanan Fermentasi Tidak Hanya Kimchi, Ini 3 yang Asli Indonesia Paling Populer

Harijal - Selasa, 02 Mei 2017 14:32 WIB
Makanan Fermentasi Tidak Hanya Kimchi, Ini 3 yang Asli Indonesia Paling Populer
Makanan Fermentasi Khas Indonesia

PROSES fermentasi umum ditemukan dalam pengolahan makanan di Indonesia. Masyarakat sudah mengolah makanan dengan proses fermentasi sejak ratusan tahun lalu. Banyak makanan khas yang diolah dengan teknik ini, penasaran apa saja? Dilansir dari berbagai sumber,  Rabu (26/4/2017) berikut tiga makanan khas yang diolah dengan teknik fermentasi.   

Lamea 

Lamea adalah makanan fermentasi yang berasal dari suku Rejang, Bengkulu. Lemea terbuat dari rebung atau tunas bambu yang masih muda. Rebung ini kemudian dicampur dengan ikan yang kemudian dibungkus menggunakan daun pisang yang ditutup rapat. kemudian didiamkan alias difermentasikan selama 1 dampai 3 hari. Jenis ikan yang digunakan adalah ikan air tawar seperti ikan mujair, sepat, atau ikan lainnya. Lemea biasa disantap bersama nasi, lalapan seperti kabau, jering atau petai.  

Baca Juga:

Tape 

Tape cukup populer di Indonesia khususnya di Jawa, masyarakat Jawa Barat sampai Jawa Timur mengenal tape sebagai salah satu makanan khas daerah meskipun beberapa versi hadir dalam bentuk yang berbeda. Tape dibedakan menjadi dua jenis yakni tape ketan dan tape singkong. Keduanya dibuat dengan proses fermentasi dengan tambahan ragi dalam pembuatannya. Baik tape ketan maupun tape singkong memiliki rasa yang agak asam karena proses kerja mikroorganisme ragi. Tape biasa disantap langsung namun tak jarang dijadikan campuran dalam olahan makanan dan minuman. 

Baca Juga:

Tempoyak 

Masyarakat Sumatera begitu bangga dengan makanan khas hasil fermentasinya yakni tempoyak. Tempoyak sendiri adalah durian yang difermentasi dan biasa dijadikan campuran dalam sambal atau bumbu masakan. Tempoyak bukan hanya menghasilkan rasa dan aroma masakan yang khas tetapi makanan fermentasi ini juga bisa melancarkan dan menjaga sistem pencernaan.

(ndr)

SHARE:
beritaTerkait
Mengurai Gurita Pemerasan WNA dan Urgensi Penegakan Hukum Radikal
Ini Kata Kadinkes Inhil Soal Pelaksanaan MBG dan Kepatuhan SPPG
Lawan Narkoba, Polresta Pekanbaru Kembali Gempur Pangeran Hidayat, Pria Terciduk Bawa Sabu
Hitungan Jam, TRC BPBD Inhil Taklukkan Dua Titik Karhutla
Pemprov Bakal Tanam 1.000 Pohon di Stadion Utama Pada Hari Jadi Riau ke-69
Dugaan Korupsi Dana Program Digitalisasi Desa, Masyarakat Siap Buat Laporan Aduan
komentar
beritaTerbaru