Rabu, 04 November 2026 WIB

Mendagri Jerman: Islam tak Punya Tempat di Jerman

Harijal - Sabtu, 17 Maret 2018 00:01 WIB
Mendagri Jerman: Islam tak Punya Tempat di Jerman
FOTO: FRONTPAGEMAG.COM
Muslim di Jerman

BERLIN - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Jerman yang baru Horst Seehofer menyatakan Islam tidak punya tempar di Jerman dan akan menyiapkan kebijakan imigrasi yang tegas. Pernyataan itu diduga keluar karena tekanan yang makin kuat dari kubu sayap kanan jauh.

Kepada surat kabar Bild, Seehofer mengatakan akan membuat rencana induk agar proses deportasi lebih cepat. Menteri kabinet Kanselir Angela Merkel dari Partai CSU Bavarian itu juga membuat klasifikasi negara-negara asal ‘yang aman’ memudahkan pemerintah Jerman mendeportasi mereka yang gagal mencari suaka, demikian dilansir Reuters, Jumat (16/3).

Pernyataan Seehofer keluar setelah kubu konservatif Merkel dan koalisinya yakni Partai Sosial Demokrat, berhasil ditekan Partai Alternatif Jerman (AfD) dalam pemilu tahun lalu. AfD sendiri dikenal sangat anti imigran.

Baca Juga:

Seehofer sebenarnya sudah hendak memamerkan ide partainya dalam menangani imigrasi dalam pemilihan regional Bavaria. "Islam tidak bertempat di Jerman," kata Seehofer. Pernyataan itu memicu perdebatan setelah pada 2010 mantan Presiden Jerman Christian Wulff menyatakan Islam merupakan bagian dari Jerman.

Pada 2015, Merkel menguatkan pernyataan Wulff saat kelompok anti imigrasi, Patriot Eropa Melawan Islamisasi Barat (PEGIDA), menggelar unjuk rasa besar.

Baca Juga:

"Tapi, Muslim yang tinggal di sini adalah bagian dari Jerman," Seehofer. Seehofer mengatakan orang-orang Jerman tidak boleh melupakan tradisi dan kebiasaannya dimana unsur Kristen ada di dalamnya.

"Pesan saya adalah, Muslim harus hidup bersama kita, bukan bersisian atau bertentangan," kata Seehofer.

Pemerintah memprediksi ada sekitar 4,4 juta hingga 4,7 juta Muslim di Jerman. Sebagian besar mereka adalah keturunan Turki dan lebih dari sejuta imigran berasal dari Timur Tengah. Peningkatan jumlah imugran itu terjadi segelah Merkel membuka pintu Jerman untuk para imigran, termasuk Muslim, pada 2015.

Ketua AfD Saxon Timur Andre Poggenburg mengatakan, Seehofer mengambil ide partai mereka. "Horst Seehofer mengambil pesan itu dari manifesto kami."

Sementara kubu sayap kiri jauh Linke dan Green mengecam pernyataan Seehofer. Anggota Partai Sosial Demokrat Natascha Kohnen menyatakan, pernyataan Seehofer itu memicu pertikaian horizontal di saat yang memang tidak tepat. "Yang kita butuhkan adalah politisi pemersatu," kata Kohnen.

(republika.co.id)

SHARE:
beritaTerkait
Melalui Program Quick Wins Kapolri, Ditreskrimsus Polda Riau Gencarkan Edukasi Antikejahatan Digital
Program Seragam Sekolah Gratis Pemko Pekanbaru Berlanjut Tahun Depan
AKP Noki Loviko Bikin Pengedar Narkoba Ketar-Ketir, Empat Orang Diringkus
Ketua dan Wakil Ketua OSIS UPT SMP Negeri 1 Bangkinang Kota Periode 2026-2027 Resmi Dilantik
Pemasangan PJU Simpang MTQ Pekanbaru Digesa
BBKSDA Konfirmasi Temuan di Jalan Lingkar Bangkinang adalah Jejak Harimau
komentar
beritaTerbaru