Minta Masukan Jurnalis, Syahrul Aidi Fasilitasi Webinar Diskusi Publik Jurnalisme di Era AI
kabarmelayu.com,PEKANBARU Komisi I DPR RI bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Komdigi) menggelar Webinar Diskusi Publik Meraj
TNI/Polri
JAKARTA - Pimpinan Majelis Zikir Az Zikra Ustaz Arifin Ilham heran dirinya bisa masuk dalam daftar 200 mubaligh yang direkomendasikan oleh Kementerian Agama (Kemenag). Padahal, banyak mubaligh lain, seperti Habib Rizieq dan Ustaz Abdul Somad, yang lebih mumpuni dari dirinya, tetapi tidak masuk dalam daftar.
Menurut Ustaz Arifin, masih banyak mubaligh lain yang lebih baik daripada dirinya dan banyak menyerukan ajaran agama Islam secara nyata. "Bagaimana mungkin seorang Arifin hanya mampunya ngajak zikir terdaftar, sementara ayahanda Habib Rizieq Syihab seorang mujahid dakwah yang mulia, kanda Ustaz Abdul Somad yang mashur dengan keilmuan dan ketawadhuannya, bang Bahtiar Nasir doktor muda yang cerdas, dan banyak lagi para dai yang lebih mulia tidak terdaftar, padahal semuanya cinta NKRI," kata Ustaz Arifin melalui keterangan tertulisnya, Senin (21/5).
Ustaz Arifin menilai, saat ini umat Islam di Indonesia sudah cerdas dan bisa menilai sendiri siapa mubaligh yang memang menyampaikan ajaran Islam dengan benar dan yang tidak. "Umat Islam negeri ini sudah cerdas untuk menilai kiprah dan harakah para dainya. Tanpa diumumkan pun sudah bisa memilih-milih mana juru dakwah yang mulia yang istiqamah berjuang untuk keberkahan negeri tercinta ini," kata Ustaz Arifin.
Baca Juga:
Ia melanjutkan, mubaligh yang tidak terdaftar bukan berarti tidak pantas ataupun tidak mulia dalam aktivitasnya menyebarkan ajaran agama Islam. Bahkan, menurut Ustaz Arifin, bisa jadi mereka yang tidak masuk daftar lebih mulia daripad yang terdaftar.
Ia pun berharap Kemenag bisa tetap mengomunikasikan terkait daftar mubaligh tersebut. Jumlah dai yang didaftar hanya 200, sementara, menurut Ustaz Arifin, ada ribuan orang lainnya yang tidak terkenal ataupun tidak mau terkenal dengan ikhlas berdakwah di pelosok negeri ini.
Baca Juga:
"Semoga kanda Dr Lukmanul Hakim tercinta, sebagai menteri agama kita, berkenan membaca dan memahami rasa, hati, dan keadaan para jura dakwah yang mulia untuk kebersamaan membangun keberkahan negeri tercinta ini," kata dia menambahkan.
(republika.co.id)
kabarmelayu.com,PEKANBARU Komisi I DPR RI bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Komdigi) menggelar Webinar Diskusi Publik Meraj
TNI/Polri
Jaga Semangat Ibadah di Usia Senja, Rumah Yatim Salurkan Paket Alat Sholat untuk 20 Lansia Dhuafa di Pekanbaru
Muslim
kabarmelayu.com,PEKANBARU BMKG Pekanbaru mencatat kenaikan jumlah titik panas (hotspot) di wilayah Riau. Dari tadi pagi sebanyak 115, sore
Lingkungan
Kemnaker dan BAZNAS Perluas Akses Kerja Inklusif bagi Mustahik dan Penyandang Disabilitas
TNI/Polri
Pemerintah Tetapkan 18 Hari Libur Nasional dan 8 Hari Cuti Bersama Tahun 2027
TNI/Polri
kabarmelayu.com,PEKANBARU Perkebunan adalah kekuatan dasar Riau yang harus diubah menjadi kesejahteraan rakyat. Perkebunan merupakan kekua
Ekbis
Polisi Bongkar Sindikat Pembuat dan Pengedar SIM Palsu di Riau, 8 Tersangka Diamankan
Hukrim
Bukan Sekadar Menangkap, Noki Loviko Imbau Masyarakat Bersama Cegah Penyalahgunaan Narkoba
Hukrim
kabarmelayu.com,SIAK Tim Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Siak membongkar sindikat pemalsuan Surat Izin Mengemudi (SIM) yang be
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Jumlah hotspot (titik panas) di Riau terus bertambah. Pagi ini pantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofis
Lingkungan