Melalui Program Quick Wins Kapolri, Ditreskrimsus Polda Riau Gencarkan Edukasi Antikejahatan Digital
Melalui Program Quick Wins Kapolri, Ditreskrimsus Polda Riau Gencarkan Edukasi Antikejahatan Digital
Pemerintahan
PENDAFTARAN Calon Pegawai Negeri Sipil atau CPNS 2019 telah lagi dibuka lagi. Lewat lowongan ini Indonesia memanggil putra putri terbaik untuk jadi abdi negara.
Namun bagi yang berminat masuk CPNS 2019, ada baiknya Anda menyimak ceramah ustadz Abdul Somad tentang masuk jadi Apatatur Sipil Negara (ASN). Ceramah tersebut direkam dalam video yang diunggah oleh akun Youtube @noerdin 84.
Dalam video ceramah yang berdurasi tiga menit lima detik itu, Abdul Somad menjawab pertanyaan yang telah diberikan oleh jamaah melalui selembar kertas. Pertanyaan itu yakni tentang bagaimana hukum CPNS/ASN, TNI, Polri tapi masuknya lewat jalur salah, misalnya menyogok?
Baca Juga:
Kemudian Abdul Somad mengatakan, menyogok masuk CPNS terbagi menjadi dua, ada nyogok halal dan ada nyogok haram.
Ia mencontohkan, “Penerimaan guru, syarat menghonor 5 Tahun, IPK 3, dan memiliki Ijazah FKIP. Tiba-tiba datanglah seorang pelamar, 'Kamu ijazahnya apa? Dijawab FKIP. Nilainya berapa? Jawab FIPK 3,7. sudah menghonor berapa lama? 5 Tahun. lengkap tiga-tiganya? Jawab, Iya. Kamu mau daftar? Jawab iya.' Wani piro (red. panitia penerimaan CPNS bertanya mau nyogok berapa?,” Kata Abdul Somad.
Baca Juga:
Ia mengatakan jika semua sudah memenuhi syarat masuk CPNS, namun pantia memeras seperti kasus di atas, maka tidak apa-apa untuk memberikan uang tersebut. Ia mengatakan uang tersebut demi mengambil hak CPNS tadi. "Tetapi haram bagi yang menerima uang itu," ucap Abdul Somad.
“Maka saat itu boleh ia bayar, karena dia sedang mengambil haknya, kalua tidak dia ambil hak itu, khawatirnya diambil oleh orang lain (red. CPNS yang tak memenuhi syarat dan berniat menyogok,” tambahnya.
Sementara itu Abdul Somad menjelaskan, bagi calon CPNS yang tidak memenuhi syarat lalu ia menyogok agar diluluskan, maka hukum yang berlaku bagi penyogok dan penerima sogok itu haram.
"Maka dari kedua-duanya haram, penerima dan memberi haram, gajimu haram., haram semunya” pungkas Abdul Somad.
(sumber: okezone.com)
Melalui Program Quick Wins Kapolri, Ditreskrimsus Polda Riau Gencarkan Edukasi Antikejahatan Digital
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memastikan program bantuan seragam sekolah gratis bagi siswa baru yang telah d
Pemerintahan
AKP Noki Loviko Bikin Pengedar Narkoba KetarKetir, Empat Orang Diringkus
Hukrim
kabarmelayu.com,KAMPAR Usai menggelar kegiatan pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) periode 20262027 pada Kamis, 22 Okto
Pendidikan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus menggesa pengerjaan Simpang MTQ, Kota Pekanbaru. Mereka bukan cuma menyi
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau, mengonfirmasi temuan jejak Harimau Sumatra (Pant
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus berupaya memastikan masyarakat mendapat Bahan Bakar Minyak (BBM) sesuai
Pemerintahan
kabarmelayu.com,INHIL Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), H. Tantawi Jauhari memimpin apel Senin pagi gabungan di
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU PSPS Pekanbaru masih bertengger di puncak klasemen sementara Grup A Pegadaian Championship 2026/2027. Tim Askar
Sport
kabarmelayu.com,KAMPAR UPT Sekolah Dasar Negeri (SDN) 024 Tarai Bangun Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar, kembali menunjukkan prestasi ge
Pendidikan