Kejari Rohul Tetapkan 4 Tersangka Kredit Fiktif Rp2,59 Miliar di BRK Syariah Dalu-Dalu
kabarmelayu.com,ROHUL Kejaksaan Negeri (Kejari) Rokan Hulu menetapkan empat tersangka berinisial S, SS, H.A, dan SL dalam perkara dugaan t
Hukrim
JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Suharyanto meminta pemerintah daerah maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk tidak selalu bergantung pada BNPB pusat dalam menanggulangi bencana di wilayahnya masing-masing.
Menurut Suharyanto, jika bencana itu masih dirasa kecil, maka cukup ditangani oleh BPBD maupun pemerintah daerah.
"Apabila bencana itu masih relatif kecil, bisa diatasi oleh BPBD dan daerah, (maka) atasi dulu. Jangan baru banjir semata kaki sudah lapor ke BNPB," pinta Suharyanto dalam acara Penutupan Rakornas Penanggulangan Bencana 2022, lewat daring pada Kamis (24/2/2022).
Baca Juga:
Terkecuali kalau bencana yang menerjang sudah besar serta merenggut nyawa, maka menurut dia dipastikan pihaknya akan terjun ke lapangan.
"Tapi tentu saja ada pembagian antara daerah dan pusat dalam penanganan bencana," katanya.
Baca Juga:
Pada kesempatan itu, Suharyanto mengungkap bahwa banyak daerah yang mengajukan dana siap pakai (DSP). Namun sampai saat ini, menurut dia belum ada daerah yang lolos secara administrasi untuk memperoleh DSP.
"Tapi ternyata setiap pengajuan itu, ini kita dituntut administrasinya itu betul-betul yang teliti. Nah kebanyakan, dari mulai sampai sekarang ini kami sejak menjabat mulai November 2021 sampai sekarang nih belum ada yang lolos," katanya.
Menurut Suharyanto, DSP bukan hanya bisa diajukan oleh daerah, bahkan TNI-Polri pun bisa mengajukan dana tersebut.
Bukan Berarti Tak Peduli Daerah
Menurut Suharyanto, hal ini bukan berarti pihaknya tak peduli dengan daerah, tetapi lebih karena secara administratif format pengajuan DSP-nya salah.
"Pengajuannya tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Sementara BNPB juga harus mempertanggungjawabkan ke lembaga-lembaga pemeriksa. Ada internal, ada eksternal, sekarang bahkan ada BPKP dan BPK," papar dia.
Ke depannya, Suharyanto berharap agar kejadian ini tak terulang. Jangan sampai hanya gara-gara meloloskan pengajuan DSP dengan format yang salah oleh daerah, kemudian pejabat di BNPB tersandung kasus.
"Kita sekarang tidak bisa lagi berlindung di 'kedaruratan'. Selalu dalam pemeriksaan itu, 'ini enggak darurat, enggak darurat'. Nah supaya itu enggak terjadi, mohon ini betul-betul dipelajari," pesannya.
(CNBCIndonesia.com)
kabarmelayu.com,ROHUL Kejaksaan Negeri (Kejari) Rokan Hulu menetapkan empat tersangka berinisial S, SS, H.A, dan SL dalam perkara dugaan t
Hukrim
kabarmelayu.com,INHIL Dalam rangka menyukseskan program TNI Manunggal Membangun Desa (a) ke130, Komando Distrik Militer (Kodim) 0314/In
TNI/Polri
kabarmelayu.com,INHIL Dalam rangka pelaksanaan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke130, Kodim 0314/Indragiri Hilir (Inhil) mengge
TNI/Polri
kabarmelayu.com,INHIL Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke130 Tahun 2026 Kodim 0314/Inhil resmi dibuka. Upacara pembukaan te
TNI/Polri
kabarmelayu.com,DUMAI Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Dumai membuka 522 lowongan kerja dari 27 perusahaan dalam pelaksanaan Job Fair
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Bantuan Sosial (Bansos) Pendidikan bagi Mahasiswa Tidak Mampu Provinsi Riau Tahun 2026 Tahap I resmi disalurkan.
Pendidikan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) akan menggelar kegiatan Hari Kebudayaan Nasional (HKN) 2026. Helat itu akan me
Budaya
kabarmelayu.com,PEKANBARU Ribuan pemuda di Kota Pekanbaru bergerak serentak di 15 kecamatan melalui program Pemuda Lestari. Mereka mengg
Sosial
kabarmelayu.com,ROHUL Upacara peringatan Hari Jadi ke27 Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Tahun 2026 berlangsung khidmat di halaman Kantor Bup
Pemerintahan
kabarmelayu.com,DUMAI Wali Kota Dumai H. Paisal bersama Ketua TP PKK Kota Dumai Hj. Leni Ramaini mengikuti Pemaparan dan Wawancara Penjari
Pemerintahan