Talam Durian Satu Kilometer dan 8000 ASN Mengaji di Pekanbaru akan Pecahkan Rekor Muri
Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Pekanbaru ke242 tahun ini, Pemko Pekanbaru akan menghadirkan dua legia
Peristiwa
JAKARTA - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) menjelaskan faktor-faktor yang menyebabkan dampak kerusakan infrastruktur yang besar akibat gempa yang melanda Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.
"Secara ukuran gempa sebenarnya termasuk menengah, namun ternyata dampak kerusakannya begitu besar. Kami menafsirkan ada tiga faktor yang menyebabkan hal tersebut yaitu kedangkalan gempa, struktur lapisan batuan, dan konstruksi bangunan," kata Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Ego Syahrial ketika di Jakarta, Kamis (8/12/16).
Ego mengatakan bahwa untuk kedangkalan gempa, gerakan yang terjadi adalah pada permukaan paling luar sehingga dekat dengan lapisan tanah yang digunakan untuk menopang berbagai bangunan. Kedua adalah permasalahan lapisan batuan, di daerah Kabupaten Pidie Jaya lapisan penyusunnya adalah batuan kuarter dan tersier, di mana batuan tersebut memiliki sifat yang mudah lapuk, serta mudah berguncang, karena tidak mampu meredam banyak getaran. "Batuan yang lapuk itu, terkena getaran sedikit saja, akibatnya justru menjadi penghantar getaran tersebut, sehingga tidak mampu menahan banyak pergeseran dari lempeng tanah," katanya.
Baca Juga:
Kemudian, faktor struktur bangunan, sebagian bangunan di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, memang tidak dirancang untuk tahan terhadap gempa, jadi bila terkena getaran bisa berakibat rusaknya struktur tersebut hingga dampak terburuk adalah roboh. Selain itu, berdasarkan temuan data, Provinsi Aceh ternyata menjadi salah satu lokasi pertemuan antara dua lempeng yang besar yaitu lempeng Hindia-Australia dan Eurasia. Ia menjelaskan jika lempeng tersebut bergerak sedikit saja maka akan memberikan guncangan yang besar.
Saat ini, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral sudah menurunkan tim di lokasi gempa Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, untuk mempelajari kembali pemetaan yang sudah bergerak. "Lempengnya memang besar di Provinsi Aceh, namun prediksi kami yang melewati Kabupaten Pidie Jaya hanya cabang-cabang dari lempengan tersebut, ini sedang kami pelajari jalurnya," katanya.
Baca Juga:
Menurut penjelasannya, ada dua cabang lempeng yang melewati Kabupaten Pidie Jaya, yaitu cabang lempeng Samalanga dan Sekar Meridu. Namun, belum diketahui lempeng mana yang menyebabkan kerusakan besar tersebut. Saat ini, tim sedang berkoordinasi untuk mempelajari jalur cabang lempeng dan memetakan kembali sudah sejauh mana perkembangan lempeng tersebut bergerak.(ROL/rec)
Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Pekanbaru ke242 tahun ini, Pemko Pekanbaru akan menghadirkan dua legia
Peristiwa
Bupati Siak Sensus Ekonomi Jadi Sumber Informasi Strategis Daerah Susun Kebijakan
Pemerintahan
kabarmelayu.com,INHIL Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Indragiri Hilir kembali menjadi perhatian publik. Guna M
Sosial
Polresta Pekanbaru Ungkap Kasus Penyalahgunaan Narkoba di Kawasan Panger, Dua Orang Positif Methamphetamine
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota Pekanbaru mengambil langkah tegas terhadap kabel fiber optik milik provider yang semrawut dan
Pemerintahan
Kemnaker Gandeng Boga Group Perluas Akses Kerja bagi Lansia
Ekbis
kabarmelayu.com,KAMPAR Setelah melaksanakan ujian akhir kelulusan beberapa waktu lalu, sebanyak 140 murid Kelas VI UPT SDN 006 Terpadu Kub
Pendidikan
kabarmelayu.com,KAMPAR Setelah sukses melaksanakan ujian akhir murid Kelas VI Tahun Pelajaran 20252026 beberapa waktu lalu, saat ini UPT
Pendidikan
kabarmelayu.com,KAMPAR Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah hukum Kabupaten Kampar kembali ditindak. Kali ini, Polres Kampar me
Hukrim
kabarmelayu.com,INHIL Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Indragiri Hilir (Inhil), H. Tantawi Jauhari, memimpin kegiatan Gerakan Jumat
Pemerintahan