Sabtu, 04 Juli 2026 WIB

Pilkada Pekanbaru Sepi di Tengah Keramaian

Harijal - Senin, 28 November 2016 20:25 WIB
Pilkada Pekanbaru Sepi di Tengah Keramaian
goriau.com
Pilkada Pekanbaru Sepi di Tengah Keramaian

PEKANBARU - LIMA pasangan Calon Walkota Pekanbaru Periode  2017-2022 yang telah ditetapkan KPU (Komisi Pemilihan Umum) mulai menabuh genderang kompetisi untuk menjaring para pemilih ''idola''-nya. Kali ini gelar Pilkada Pekanbaru memang nuansanya berbeda. Sebab sebelumnya para calon ''berlayar'' melalui perahu Partai Politik. Dan kini ada dua calon dari independen dan merupakan sejarah baru bagi pesta demokrasi di negeri Bertuah.

Dan lumrahnya, disaat-saat menjelang pemungutan suara, suhu politik sedikit agak panas-panas dingin. Para warga, baik di pasar. Di kedai kopi. Diberbagai lokasi petemuan akan riuh membicarakan tentang sosok calon dengan berbagai versi masing-masing. Bahkan sesekali bersuara bernada keras untuk mempertahankan argumentasi tentang sosok yang di dukungnya.

Namun kali ini ada yang berbeda. Tak ada lagi keriuhan warga. Yang ada hanya para calon yang turun menemui masyarakat dalam upaya ''jual beli'' menarik simpati. Ironinya lagi, kunjungan para calon menemui warga pun tak begitu disambut antusias. Tak menggetarkan. Biasa-biasa saja. Tak ada yang luar biasa. Ada apa….? Atau masyarakat mulai apatis menerima sodoran ''janji-janji'' yang pada kenyataannya sulit untuk ditepati. Seolah bagai sebuah tembang ''Kau yang berjanji. Kau pula yang mengingkari''.

Baca Juga:

Banjir - Sampah - Parkir

Jika disimak dengan janji-janji walikota sebelumnya diantaranya akan mencoba mengatasi masalah banjir di Pekanbaru. Kenyataannya…? Sampai detik ini, banjir tetap saja menggulung kota. Sampah tetap saja berserakan di mana-mana. Bahkan persoalan sampah saja sempat bergulir ke Mendagri.

Baca Juga:

Begitu juga soal perparkiran yang kianrumit. Padahal, soal parkir sebagai salahsatu dilema yang perlu ditangani secara akurat karena menyangkut kepentingan orang banyak. Untuk mengurai masalah perpakiran ini saja, Walikota seolah tak berdaya.

Walaupun sudah dicoba untuk membuat Perda yang diutak-atik di DPRD sepertinya juga mendapat reaksi keras warga karena biaya parkir yang cukup mahal sesuai dengan kategori wilayahnya. Sampai sampai pengamat perkotaan me-warning Pemko agar mengurungkan dulu penerapannya.

Janji-janji para calon Walikota yang mengiming-iming dengan akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat kalau dia terpilih. Sepertinya konteksnya pun relative. Bisa iya bisa tidak. Dan bisa juga tak ada sama sekali.

Dan masyarakat juga seolah tak perduli lagi mau disejahterakan atau tidak. Hanya saja mungkin warga menuntut adanya pembenahan sektor-sektor kepentingan orang banyak. Itu saja…Seperti yang disebutkan di atas. Yakni Soal banjir maupun persampahan. Juga mungkin lokasi-lokasi pusat perbelanjaan diantaranya Pasar Cik Puan yang sampai saat ini persoalannya pun masih ''Mentok'' tak jelas mau dibawa kemana keberadaannya.

Titik Jenuh

Jika kita semua mau berandai-andai. Masyarakat saat ini memang sudah berada di ''titik jenuh'' dalam menghadapi Pilkada. Tak terdengar lagi ''Yel-Yel'' yang gegap gempita dalam menyongsong Pesta Demokrasi itu. Karena warga sudah bisa memprediksi. Itu semua bagaikan pesta sebenarnya. Jika ada kembang api, maka pancarannya hanya sesaat lalu meredup. Pesta kenduri yang semula meriah lalu pada akhirnya meninggalkan sisa-sisa pesta dengan piring-piring kotor dan sampah yang berserakan dimana-mana.

Lalu….? Adakah yang salah…? Tentu yang bisa menjawabnya adalah para Calon itu sendiri. Terutama pada konteks janji-janji. Jika kelak merasa tak bisa menepatinya. Lebih baik tak mengumbar janji. Bagaimana jika diubah strategi. Yaitu tak perlu yang muluk-muluk. Artinya, biarlah berkelahi dahulu tapi pada akhirnya berdamai dan senang sama senang.

Sekali lagi itu semua terpulang dengan para calon sendiri untuk menarik simpati masyarakat. Jangan ada janji tapi dengarkan dulu apa yang dimau masyarakat. Lalu ''Tepuk Dada Tanya Selera''.

 

 


(goriau.com)

SHARE:
beritaTerkait
Penyelundupan 652 iPhone Ilegal via Pelabuhan Bengkalis Digagalkan
DK PWI Pusat Desak Riau Pos Grup Bayar Hak Eks Karyawan
Polri untuk Masyarakat, Kapolda Riau Tinjau Jembatan Merah Putih di Dumai
Pastikan Keamanan Stok Beras, Menko Polkam Tinjau Gudang Bulog di Sumut
Bhabinkamtibmas Polsek Kandis dan Petani Antisipasi Dampak Musim Demi Menjaga Produksi Jagung
Menjelajahi Sisi Lain Indonesia Jadi Tren Baru Liburan Musim Panas Wisatawan Asing
komentar
beritaTerbaru