Pelaku Usaha Diminta Perhatikan Buffer Zone Kawasan Industri
kabarmelayu.com,PEKANBARU Perusahaan industri siminta untuk memperhatikan keberadaan zona penyangga (buffer zone) dalam pengembangan kaw
Ekbis
saat memberikan sambutan, Hendri Munief menyampaikan dirinya siap menjalin kolaborasi dan sinergi dalam pemberdayaan ekonomi, khususnya kaum perempuan yang tergabung dalam BMIWI Riau.
"Saya siap berkolaborasi dan bersinergi sebagai anggota DPR RI Dapil Riau 1 komisi VII siap maksimalkan seluruh potensi yang ada. Saya yakin kolaborasi 17 organisasi masyarakat wanita Islam ini bisa menyatukan seluruh potensi dan kekuatan yang ada," kata Hendry Munief yang juga Ketua Forum Bisnis (Forbis) Riau ini.
Baca Juga:
Dia menyampaikan Komisi VII dengan mitra empat Kementrian dan empat badan setara kementerian banyak memperjuangkan aspirasi masyarakat sektor perekonomian. Mulai dari Kementerian Perindustrian, Kementerian Pariwisata, Kementerian Ekonomi Kreatif, dan Kementerian Usaha Mikro Kecil Menengah.
Selain itu juga ada Badan Standarisasi Nasional, Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia, Televisi Republik Indonesia dan Perusahaan Umum Lembaga Kantor Berita Nasional Antara. Hendry Munief menyatakan siap menjolok Anggaran Pendapatan Belanja Negara untuk dikolaborasikan bersama BMIWI Riau.
Baca Juga:
"Seperti Ekonomi Kreatif itu ada 17 sub sektor. Bisa 17 ormas yang tergabung dalam BMIWI membuat satu komunitas saja masing-masing bayangkan bagaimana ekonomi bisa bergerak. Nanti kalau ada usulan teruskan ke pemerintah daerah, akan saya teruskan untuk bisa menjolok APBN untuk sampai di Riau khususnya BMIWI," tegasnya.
Diketahui BMIWI merupakan organisasi wanita Islam se-Indonesia yang dipersatukan dan telah dibentuk sejak tahun 1967 di pusat. Selanjutnya dirintis satu per satu hingga berdiri pada 24 provinsi dan di Provinsi Riau baru berdiri tahun ini.
Dalam 6 bulan terakhir dirinya turut berupaya mendukung agar organisasi ini berdiri di Provinsi Riau. Awalnya tergabung 5 organisasi yang menjadi presidium, hingga akhirnya ada 17 ormas wanita Islam yang tergabung.
"Ini sudah pernah dilakukan proses tapi belum berhasil hingga akhirnya 17 ormas terkumpul untuk diluncurkan dan dikukuhkan di Riau setelah sekian lama ada upaya mewujudkan," ujarnya.
Kegiatan pengukuhan dilakukan oleh Ketua Presidium BMIWI Pusat, Oneng Nurul Bariah. Sementara lima presidium BMIWI Wilayah Riau yang dikukuhkan yakni Arnita Sari, Dinawati, Hikmani, Nuraini,danMarhamah.
kabarmelayu.com,PEKANBARU Perusahaan industri siminta untuk memperhatikan keberadaan zona penyangga (buffer zone) dalam pengembangan kaw
Ekbis
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau akan menggelar tablig akbar bertajuk Riau Bershalawat bersama tokoh ulama
Muslim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Sebanyak 25 pelajar, mahasiswa, dan guru asal Jepang turun langsung menanam pohon di kawasan Taman Hutan Raya Su
Lingkungan
kabarmelayu.com,SUMEDANG Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi secara simbolis menerima penyerahan lulusan Institut Pemerintahan
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Fun Pingpong Competition bertema Mempererat Sinergi SKK Migas EMP PWI Riau resmi dibuka di Kantor PWI Ri
Sosial
Ketahanan Pangan, Kapolsek Kandis dan Personel Siapkan Kebutuhan Air untuk Tanaman Jagung
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Anggota DPR RI Fraksi PKS Dapil Riau I, Hendry Munief MBA, mengunjungi Pondok Pesantren (PP) Hidayatullah Peka
Muslim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Wali Kota (Wako) Pekanbaru Agung Nugroho melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke bangunan gedung Pasar Wisata Pas
Pemerintahan
Ekspedisi Merah Putih Presisi 2026 Resmi di Buka, Polda Riau Hadirkan Layanan hingga Pulau Terluar
TNI/Polri
kabarmelayu.com,PEKANBARU Gubernur Riau nonaktif, Abdul Wahid, divonis hukuman dua tahun penjara. Abdul Wahid dinyatakan terbukti melakuka
Hukrim