Musrenbang RKPD Riau 2027, DPRD: Tahun Depan Kembali Normal
kabarmelayu.comPEKANBARU Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melaksanakan Musyawarah Rencana Pembangunan Nasinal Rencana Kerja Pemerintah D
Parlemen
PEKANBARU - Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) provinsi Riau sosialisasikan pembuatan eco enzym dari limbah dapur rumah tangga kepada masyarakat. Kegiatan ini dihadiri Gubernur Riau, Syamsuar. Digelar di Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Syarif Hasyim, Minas, Kabupaten Siak, pada Rabu (6/10/2021).
Eco enzyme merupakan cairan pembersih yang multifungsi, diantaranya untuk membersihkan lantai sebagai pengganti cairan pel, membersihkan toilet, permukaan dapur, dan peralatan makan lainnya.
Kepala bidang pengelolaan limbah DLHK Riau, Ir Wahyu Wibowo, mengatakan, jika pembuatan eco enzyme tersebut tidak membutuhkan banyak modal dan simple.
Baca Juga:
"Sedangkan rempah atau sisa limbah tersebut juga bisa untuk jadi pupuk organik tanaman," katanya.
Untuk bahan limbahnya katanya, terdiri dari kulit buah-buahan, sisa sayur, sisa bumbu dapur, dan beberapa limbah dapur lainya, yang selama ini terbuang begitu saja.
Baca Juga:
"Untuk takaran campurannya, kita memberikan buku panduan kepada masyarakat. Sehingga masyarakat tidak perlu ragu untuk membuat dirumah," ucapnya.
Ia menuturkan, dengan adanya sosialisasi ini, ke depan masyarakat tidak lagi membuang limbah begitu saja, tapi bisa menjadikan limbah agar bermanfaat dan bisa kembali digunakan untuk kebutuhan ruma tangga.
"Selain itu, program ini juga bisa menjadi penghematan di rumah tangga dan tidak lagi selalu membeli. Tambah lagi cara membuat eco enzym tidak sulit dan tidak butuh modal banyak. Lantaran hanya dicampur dengan gula aren, gula tebu, dan air putih sesuai takaran yang kemudian diperam selama 3 bulan," jelasnya.
Sementara, Gubernur Riau Syamsuar mengatakan sosialisasi program pembuatan eco enzym oleh DLHK ini cukup bagus. Karena selain penghematan juga mampu menjadi penyelamatan lingkungan dari limbah sampah.
"Tambah lagi dari limbah yang selama ini terbuang jadi bermanfaat dan bisa diolah sendiri," katanya.
Lebih lanjut kata Gubri, pembuatan eco enzym ini juga bisa menjadi penghasilan tambahan bagi masyarakat. Karena selain bisa digunakan untuk pribadi juga bisa dijual.
"Kita harap ini bisa terus dikembangkan dan juga bisa dijadikan program UMKM yang kedepannya. Dan juga bisa dibina oleh Pemprov Riau seperti UMKM lainya," tutur Gubri. (MC)
kabarmelayu.comPEKANBARU Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melaksanakan Musyawarah Rencana Pembangunan Nasinal Rencana Kerja Pemerintah D
Parlemen
Panglima TNI Hadiri Pelantikan Menteri dan Pejabat Pemerintah Kabinet Merah Putih
TNI/Polri
kabarmelayu.comPEKANBARU Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan (MEK) Pimpinan Wilayah &039Aisyiyah (PW &039Aisyiyah) Riau sukses menyeleng
Parlemen
Kepsek SMAN Plus Riau Ingatkan Calon Peserta Didik Lulus SPMB Daftar Ulang Ulang 810 Mei 2026
Pendidikan
Tim Pelatnas Taekwondo Indonesia Sabet 4 Medali di British Taekwondo International Open 2026 Manchester, Inggris
Sport
kabarmelayu.comKAMPAR Bersempena musim haji q447 H tahun 2026 ini, Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Kampar, Fahmil, S
Muslim
kabarmelayu.comPEKANBARU PSPS Pekanbaru berhasil membuat Sumsel United bertekuk lutut 20 pada laga kandang di Stadion Kaharuddin Nasution,
Sport
kabarmelayu.comPEKANBARU Pemerintah Provinsi Riau menyeleksi sapi bantuan Presiden untuk Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026 M. Adapun 1
Pemerintahan
kabarmelayu.comPEKANBARU Tindak kekerasan disertai pemerasan yang diduga melibatkandebt collector, terjadi di Pekanbaru, tepatnya di sebua
Hukrim
kabarmelayu.comPEKANBARU Sebanyak 150 Pekerja Migran Indonesia (PMI) bermasalah kembali dideportasi dari Malaysia. Mereka dipulangkan deng
Peristiwa