Kepsek SMAN Plus Riau Ingatkan Calon Peserta Didik Lulus SPMB Daftar Ulang Ulang 8-10 Mei 2026
Kepsek SMAN Plus Riau Ingatkan Calon Peserta Didik Lulus SPMB Daftar Ulang Ulang 810 Mei 2026
Pendidikan
PEKANBARU - Kondisi Sungai Bangko di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau, saat ini mengalami penurunan kualitas, lantaran tersumbat akibat banyaknya rumput yang tumbuh di dalam sungai tersebut.
Saat ini dampak dari tersumbatnya Sungai Bangko, berakibat pada kehidupan masyarakat yang tinggal di sekitar sungai, khususnya para nelayan, lantaran sungai tersebut menjadi sumber mata pencariannya.
Menyikapi kondisi ini, Gubernur Riau, Syamsuar, gerak cepat untuk penyelamatan Sungai Bangko ini. Ia langsung menggelar rapat koordinasi (Rakor).
Baca Juga:
Rakor dikoordinir oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Riau. Membahas penyelamatan dan pemulihan Sungai Bangko bersama Balai Wilayah Sungai dan perusahaan yang beroperasi di sekitar Sungai Bangko.
"Hasil Rapat tadi, yang bisa kita laksanakan normalisasi sungai dulu. Tadi kami sudah sepakat dengan Balai Wilayah Sungai nanti kita keroyok sama-sama, kita bantu," ujarnya, di Kantor Dinas LHK Riau, Rabu (3/11/21).
Baca Juga:
Ia menuturkan, Sungai Bangko tidak bisa dilewati nelayan lagi. Lantaran sudah dipenuhi rumput dan ketika musim hujan akan banjir. Bahkan para nelayan yang tinggal di sana hampir sama sekali tidak memiliki pendapatan.
"Jadi ini saya sampaikan tadi, negara harus hadir, harus dapat menyelesaikan masalahnya. Itulah kita berupaya menyelesaikan ini," ungkapnya.
Gubernur Riau menjelaskan, bahwa upaya penyelesaian cepat untuk permasalahan Sungai Bangko ini tidak mudah, karena panjangnya mencapai 44 KM. Kendati demikan, pihaknya akan tetap melakukan normalisasi sungai.
"Kita bekerja sama menyelesaikan ini. Kita pakai dua alat [alat berat milik Pemprov Riau], mereka [Balai Wilayah Sungai] dua alat berat. Nanti ponton minta bantuan perusahaan. Sehingga bisa dimulai operasional," ucapnya.
Syamsuar menjelaskan, keinginan masyarakat untuk penyelamatan sungai Bangko segera dilakukan. Setidaknya 7-8 Km dulu harus dilakukan normalisasi. Sehingga ada sumber kehidupan bagi masyarakat di daerah itu.
"Ini untuk mengobat hati masyarakat. yang selama ini tidak pernah di atasi. Kita mulai targetkan selasa depan mulai," ujarnya.
Gubri menambahkan, ada banyak faktor yang menyebabkan kondisi sungai tersumbat. Bisa karena alam, bisa pula karena perubahan alam yang dibuat oleh masyarakat di hulu sungai, karena tidak menjaga lingkungan.
"Jadi kita harus bersama-sama mengatasi masalah ini," tandasnya. (MCR)
Kepsek SMAN Plus Riau Ingatkan Calon Peserta Didik Lulus SPMB Daftar Ulang Ulang 810 Mei 2026
Pendidikan
Tim Pelatnas Taekwondo Indonesia Sabet 4 Medali di British Taekwondo International Open 2026 Manchester, Inggris
Sport
kabarmelayu.comKAMPAR Bersempena musim haji q447 H tahun 2026 ini, Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Kampar, Fahmil, S
Muslim
kabarmelayu.comPEKANBARU PSPS Pekanbaru berhasil membuat Sumsel United bertekuk lutut 20 pada laga kandang di Stadion Kaharuddin Nasution,
Sport
kabarmelayu.comPEKANBARU Pemerintah Provinsi Riau menyeleksi sapi bantuan Presiden untuk Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026 M. Adapun 1
Pemerintahan
kabarmelayu.comPEKANBARU Tindak kekerasan disertai pemerasan yang diduga melibatkandebt collector, terjadi di Pekanbaru, tepatnya di sebua
Hukrim
kabarmelayu.comPEKANBARU Sebanyak 150 Pekerja Migran Indonesia (PMI) bermasalah kembali dideportasi dari Malaysia. Mereka dipulangkan deng
Peristiwa
kabarmelayu.comPEKANBARU Walikota Pekanbaru Agung Nugroho, menerima penghargaan dari Pemerintah Pusat atas keberhasilannya dalam menekan an
Pemerintahan
kabarmelayu.comKAMPAR Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Kampar memberikan apresiasi tinggi terhadap
Parlemen
kabarmelayu.com,PEKANBARU Achmad Faisal Reza, terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum KONI Kota Pekanbaru periode 20262030. Ia terpil
Sport