Selasa, 28 April 2026 WIB

Selamatlkan Sungai Bangko Rohil, Gubernur Riau: Negara Harus Hadir

Harijal - Kamis, 04 November 2021 10:10 WIB
Selamatlkan Sungai Bangko Rohil, Gubernur Riau: Negara Harus Hadir
Gubernur Riau, Syamsuar

PEKANBARU - Kondisi Sungai Bangko di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau, saat ini mengalami penurunan kualitas, lantaran tersumbat akibat banyaknya rumput yang tumbuh di dalam sungai tersebut.

Saat ini dampak dari tersumbatnya Sungai Bangko, berakibat pada kehidupan masyarakat yang tinggal di sekitar sungai, khususnya para nelayan, lantaran sungai tersebut menjadi sumber mata pencariannya. 

Menyikapi kondisi ini, Gubernur Riau, Syamsuar, gerak cepat untuk penyelamatan Sungai Bangko ini. Ia langsung menggelar rapat koordinasi (Rakor). 

Baca Juga:

Rakor dikoordinir oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Riau. Membahas penyelamatan dan pemulihan Sungai Bangko bersama Balai Wilayah Sungai dan perusahaan yang beroperasi di sekitar Sungai Bangko.

"Hasil Rapat tadi, yang bisa kita laksanakan normalisasi sungai dulu. Tadi kami sudah sepakat dengan Balai Wilayah Sungai nanti kita keroyok sama-sama, kita bantu," ujarnya, di Kantor Dinas LHK Riau, Rabu (3/11/21).

Baca Juga:

Ia menuturkan, Sungai Bangko tidak bisa dilewati nelayan lagi. Lantaran sudah dipenuhi rumput dan ketika musim hujan akan banjir. Bahkan para nelayan yang tinggal di sana hampir sama sekali tidak memiliki pendapatan.

"Jadi ini saya sampaikan tadi, negara harus hadir, harus dapat menyelesaikan masalahnya. Itulah kita berupaya menyelesaikan ini," ungkapnya.

Gubernur Riau menjelaskan, bahwa upaya penyelesaian cepat untuk permasalahan Sungai Bangko ini tidak mudah, karena panjangnya mencapai 44 KM. Kendati demikan, pihaknya akan tetap melakukan normalisasi sungai. 

"Kita bekerja sama menyelesaikan ini. Kita pakai dua alat [alat berat milik Pemprov Riau], mereka [Balai Wilayah Sungai] dua alat berat. Nanti ponton minta bantuan perusahaan. Sehingga bisa dimulai operasional," ucapnya.

Syamsuar menjelaskan, keinginan masyarakat untuk penyelamatan sungai Bangko segera dilakukan. Setidaknya 7-8 Km dulu harus dilakukan normalisasi. Sehingga ada sumber kehidupan bagi masyarakat di daerah itu.

"Ini untuk mengobat hati masyarakat. yang selama ini tidak pernah di atasi. Kita mulai targetkan selasa depan mulai," ujarnya.

Gubri menambahkan, ada banyak faktor yang menyebabkan kondisi sungai tersumbat. Bisa karena alam, bisa pula karena perubahan alam yang dibuat oleh masyarakat di hulu sungai, karena tidak menjaga lingkungan. 

"Jadi kita harus bersama-sama mengatasi masalah ini," tandasnya. (MCR)

SHARE:
beritaTerkait
Kepsek SMAN Plus Riau Ingatkan Calon Peserta Didik Lulus SPMB Daftar Ulang Ulang 8-10 Mei 2026
Tim Pelatnas Taekwondo Indonesia Sabet 4 Medali di British Taekwondo International Open 2026 Manchester, Inggris
Ketua DPD PKS Kampar Titip Doa untuk Kemajuan Daerah Kepada Jamaah Haji
PSPS Pekanbaru Tundukkan Sumsel United 2-0
Ini 13 Sapi Jumbo yang Diusulkan untuk Bantuan Presiden Iduladha 1447 H di Riau
Aniaya Korban Hingga Babak Belur, Komplotan Debt Collector di Pekanbaru Diringkus
komentar
beritaTerbaru