Rabu, 22 April 2026 WIB

Produksi Minyak Blok Rokan Terbesar di Indonesia, Sumbang 25 Persen Produksi Nasional

Redaksi - Sabtu, 01 Juni 2024 14:45 WIB
Produksi Minyak Blok Rokan Terbesar di Indonesia, Sumbang 25 Persen Produksi Nasional
Ilustrasi.(Foto: Ist)
DUMAI - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengatakan bahwa produksi minyak di Blok Rokan yang berada di Dumai telah mencapai 162 ribu barel per hari atau 25 persen dari seluruh produksi nasional.

Demikian disampaikan Jokowi saat menjadi Inspektur upacara peringatan Hari Lahir (Harlah) Pancasila yang berlangsung di Lapangan Garuda Pertamina Hulu Rokan Dumai, Sabtu (1/6/2024).

"Pagi tadi saya mendapat laporan dari Dirut Pertamina bahwa produksi di Blok Rokan sudah mencapai 162 ribu barel perhari. Ini merupakan 25 persen dari seluruh produksi nasional," kata Jokowi.

Baca Juga:

"Jadi produksi di Blok Rokan merupakan paling besar," imbuhnya.

Ia menjelaskan, setelah saham Freeport diambil alih kemudian pemerintah mengambil alih Blok Rokan yang merupakan produksi migas paling produktif dalam sejarah perminyakan Indonesia yang sudah dikelola perusahaan asing Caltex dan Chevron selama 97 tahun.

Baca Juga:

"Kita harapkan kehadiran Pancasila sebagai pembebas dari ketergantungan pada pihak asing," harapnya.

Jokowi menjelaskan bahwa Freeport dan Blok Rokan merupakan sebagian kecil dari upaya dan semangat Indonesia untuk kedaulatan politik dan kemandirian ekonomi. Mengamalkan Pancasila dalam kehidupan nyata membangun ekonomi untuk kepentingan nasional berdiri diatas kekuatan sendiri.

"Kita juga ikut terus dalam gerakan dunia menuju ekonomi hijau. Pilihan ini bukan untuk ikut-ikutan tetapi kita mempunyai kekuatan besar sebab Indonesia mempunyai daya saing tinggi dalam ekonomi hijau," ujarnya.

"Kita mempunyai hampir semua energi hijau, mulai dari energi panas bumi, energi surya, energi air, energi angin dan energi ombak. Kemudian kita juga punya kebun yang bisa diolah menjadi biodiesel, bioetanol dan Bioavtur," bebernya.

Lanjut Jokowi, kekuatan energi hijau ini akan mengundang industri hijau, ekonomi hijau, menghasilkan green food pangan hijau serta membuka peluang-peluang bagi Green jobs yang mensejahterakan sekaligus berkelanjutan.

"Maka dari itu transisi energi harus dilanjutkan secara bertahap menuju energi hijau. Pertamina dan PLN harus terus mengembangkan energi hijau yang meningkatkan nilai tambah didalam negeri sehingga mampu mensejahterakan masyarakat atau rakyat bawah sehingga sejalan dengan nilai-nilai Pancasila," pungkasnya.(mer)

Editor
: Andi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Wali Kota Pekanbaru Hadiri Raker PHRI Riau 2026, Siap Kolaborasi
Tiga Tahun Beroperasi, PT. APGWI Klaim Berhasil Tingkatkan Produksi West Kampar
Riau Hanya Terima PI 1 Dolar, PHR Temui LAMR, Sebut Produksi Turun 30 Persen, Perlu Investasi
Danramil 02/TP Hadiri Pasar Murah PHR untuk Masyarakat Banjar XII
Soal Penyaluran PI, LAMR Minta PHR Terbuka dan Adil
Jejak Harimau Sumatra Terdeteksi di Lokasi Kerja PHR Siak
komentar
beritaTerbaru