Polresta Pekanbaru Didesak Naikkan Kasus Dugaan Mafia Solar ke Penyidikan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Tim Advokasi dan Pengawalan Hukum (Tapak) Riau mendesak Polresta Pekanbaru melalui Unit Tindak Pidana Tertentu (
Hukrim
Agenda ini dihadiri oleh seluruh jajaran dari organisasi perangkat daerah (OPD) ruang lingkup Pemprov Riau. Tampak mulai dari aparatur sipil negara (ASN) hingga pegawai non-ASN, turut serta dalam momen purna tugas SF Hariyanto.
Apel tersebut menjadi simbol penghormatan dan apresiasi atas pengabdian SF Hariyanto selama bertugas. Terlebih dia sempat menjadi Penjabat (Pj) untuk mengisi kursi Gubernur Riau.
Baca Juga:
Di hadapan seluruh peserta yang berbaris khidmat, SF Hariyanto mengatakan, terhitung pada tanggal 22 September mendatang ia secara resmi purna tugas sebagai PNS. Oleh karena itu, apel pagi bersama ini menjadi momen tepat untuk berpamitan kepada seluruh pegawai Pemprov Riau
"Pertama saya mengucapkan terima kasih pada hari ini kita dapat apel bersama dalam rangka saya ingin berpamitan kepada bapak ibu pemerintah provinsi Riau. Karena hari ini waktunya yang terakhir, insyaa Allah 22 September melepaskan jabatan selaku sekretaris daerah dan selaku PNS," katanya.
Baca Juga:
Dijelaskan, total pengabdiannya selama menjadi pegawai negeri sipil sudah berjalan 41 tahun. Purna tugas tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam mempersiapkan diri untuk mengikuti kontestasi pemilihan kepala daerah.
"Ini semua dalam rangka ketentuan aturan dalam mengikuti kontestasi pemilihan gubernur 2024-2029. Terhitung pada tahun ini, saya sudah mengabdi selama 41 tahun. Pengabdian ini cukup lama, masuk PUPR itu pada tahun 1983 setelah tamat SMA. Alhamdulillah saya sampai akhir masa jabatan aman dan tuntas selesai," jelasnya.
Selama menjabat, SF Hariyanto dikenal sebagai pemimpin yang tegas dan berdedikasi tinggi. Di bawah kepemimpinannya, berbagai inovasi serta kebijakan baru diterapkan di lingkungan Pemprov Riau, terutama dalam upaya memperbaiki infrastruktur dan memperkuat efisiensi birokrasi.
"Alhamdulillah saya dapat juga diberi kepercayaan oleh pimpinan utuk menjadi Orang nomor satu Di Riau. Dari pegawai honor sampai dengan Pj Gubernur Riau," ungkapnya.
"Dengan begitu, dulu masuk menjadi pegawai nampak muka dan saya pada hari ini keluar dari Pemprov Riau harus tampak muka juga kepada bapak ibu. Dalam pelepasan ini, saya ingin menyampaikan apabila sewaktu saya bertugas bersama rekan-rekan semua mungkin ada kesalahan, saya mohon maaf," pungkasnya.
kabarmelayu.com,PEKANBARU Tim Advokasi dan Pengawalan Hukum (Tapak) Riau mendesak Polresta Pekanbaru melalui Unit Tindak Pidana Tertentu (
Hukrim
kabarmelayu.com,KAMPAR Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Subayang bertindak sebagai pembina upacara pada apel pagi, Senin (7/9/2026
Pendidikan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kepedulian terhadap masyarakat di tengah kondisi udara yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan laha
Kesehatan
kabarmelayu.com,MERANTI Polisi berhasil menggagalkan pengiriman 10 calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) nonprosedural ke Malaysia melalu
Hukrim
kabarmelayu.com,SEMARANG Anggota DPR RI Hendry Munief MBA mendorong penguatan industri pengolahan kopi nasional agar Indonesia tidak han
Ekbis
kabarmelayu.com,PEKANBARU Sebanyak 32 wartawan dari berbagai daerah di Indonesia siap bertarung di meja biliar dalam National Open Billiar
Sport
kabarmelayu.com,KUANSING Penguasaan kebun sawit di Desa Muara Langsat, Kecamatan Sentajo Raya, Kabupaten Kuantan Singingi oleh Kelompok Ta
Peristiwa
kabarmelayu.com,JAKARTA Penutupan delapan bandara yang terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau kembali diperpanjang. Menteri P
Peristiwa
kabarmelayu.com,INHIL Pelaksana Harian (Plh) Bupati Indragiri Hilir (Inhil) diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manus
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Polda Riau saat ini telah menetapkan 44 orang sebagai tersangka kasus kebakraan hutan dan lahan (Karhutla) dari
Hukrim