Sabtu, 06 Juni 2026 WIB

Said Hasyim Meradang,Pembangunan Laboratorium Komputer SMPN 1 Sungaitohor, Asal-asalan

Harijal - Jumat, 25 November 2016 08:45 WIB
Said Hasyim Meradang,Pembangunan Laboratorium Komputer SMPN 1 Sungaitohor, Asal-asalan
goriau.com
H Said Hasyim (pakai topi) saat meninjau progres pembangunan laboratorium komputer SMPN 1 Sungaitohor, Kamis (24/11/2016)

SELATPANJANG, kabarmelayu.com - Wakil Bupati Kepulauan Meranti Drs H Said Hasyim melakukan peninjauan progres sejumlah pembangunan di Sungaitohor, Tebingtinggi Timur, Kamis (24/11/2016). Saat melihat pembangunan laboratorium SMPN 1 Sungaitohor, H Said Hasyim meradang.

Pantauan dilapangan, Kamis siang itu H Said Hasyim didampingi Kabag Adpem Eldy Syaputra, Sekretaris PMD Edy M Noer, Kabag Humas Helfandi, dan beberapa pejabat meninjau pembangunan di Sungaitohor, Kecamatan Tebingtinggi Timur. Ketika melihat progres pembangunan laboratorium komputer di SMP N 1 Seitohor, Said Hasyim langsung melemparkan beberapa pertanyaan ke PPTK Safaruddin.

Waktu itu Said Hasyim bertanya siapa rekanan pemenang pekerjaan, berapa angka kontrak, dan dimana keberadaan rekanan yang hendak ditemui. Mendapat pertanyaan itu, Safaruddin terlihat kebingungan. Banyak pertanyaan Said Hasyim tak bisa dijawabnya. Melihat gelagat PPT seperti ini, Said Hasyim mulai kesal.

Baca Juga:

"PPTK mabuk. Mana buku pengawasannya, saya mau teken," katanya.

Buku yang diminta Said Hasyim pun tak kunjung diberikan, dan PPTK banyak tak tahu tentang pekerjaan pembangunan laboratorium komputer tersebut. Sebab, menurut PPTK yang menandatangani pekerjaan bukan dirinya, tetapi KPA Syafrizal Ahmadi yang merupakan Kabid Sarpras Disdikbud Kepulauan Meranti.

Baca Juga:

"Tolong catat itu, tahun depan jangan sampai dia dapat lagi," kata Said Hasyim setelah tak berhasil bertemu dengan pihak rekanan, Cv Trio Cipta Karya.

Disampaikan H Said Hasyim, hampir semua proyek sekolah tahun 2016 ini, PPTK, PA dan KPA nya tidak mau bertemu dengannya.  H Said mengaku mendapat keluhan dari beberapa kontraktor atas pendeknya waktu yang diberikan untuk bekerja.

"Kita sudah panggil dan berikan peringatan. Nanti tolong buat surat teguran (ke pihak Disdikbud, red) lagi," ujar Said Hasyim sebagai luapan kekesalannya.

Meski pekerja mengaku bisa menyiapkan dua ruangan laboratorium yang bernilai Rp243,365,000,- dari Bankeu itu sesuai jadwal, namun Said Hasyim meminta agar waktu kerja ditambah. Sebab, dengan sisa waktu yang ada, sementara progres baru berkisar antara 20-30 persen, kecil kemungkinan keinginan memanfaatkan laboratorium komputer itu terwujud.

"Kalau ingin menyelesaikan dengan baik, harus kerjakan siang dan malam," ujar Said Hasyim yang tidak ingin pembangunan di Meranti asal-asalan. ***

 


(goriau.com)

SHARE:
beritaTerkait
Talam Durian Satu Kilometer dan 8000 ASN Mengaji di Pekanbaru akan Pecahkan Rekor Muri
Bupati Siak: Sensus Ekonomi Jadi Sumber Informasi Strategis Daerah Susun Kebijakan
PPWI Inhil Minta Pemda Inspeksi Seluruh Dapur MBG, Pastikan Pengelolaan Limbah Sesuai Standar
Polresta Pekanbaru Ungkap Kasus Penyalahgunaan Narkoba di Kawasan Panger, Dua Orang Positif Methamphetamine
Wako Agung Putus Langsung Kabel Fiber Optik Ilegal di Ronggo Warsito Pekanbaru
Kemnaker Gandeng Boga Group Perluas Akses Kerja bagi Lansia
komentar
beritaTerbaru