Selasa, 25 Agustus 2026 WIB

Tak Ditempati, 4 Bangunan di SMPN 1 Sungaitohor Tak Ubah 'Sarang Hantu'

Harijal - Sabtu, 26 November 2016 09:20 WIB
Tak Ditempati, 4 Bangunan di SMPN 1 Sungaitohor Tak Ubah 'Sarang Hantu'
goriau.com
bangunan kanan, merupakan bangunan yang dibuat zaman Kabupaten Bengkalis di komplek SMPN 1 Sungaitohor, Tebingtinggi Timur, namun tak ditempati hingga sekarang

SELATPANJANG, kabarmelayu.com - Sudah sejak lama, empat bangunan di komplek Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Sungaitohor Kecamatan Tebingtinggi Timur, Kepulauan Meranti, Riau, tak kunjung ditempati. Alhasil, bangunan yang dibuat saat zaman Kabupaten Bengkalis itu tak terurus dan terlihat sangat mengerikan.

Kondisi itu nampak jelas ketika Wakil Bupati Kepulauan Meranti Drs H Said Hasyim didampingi beberapa pejabat melakukan monitoring dan evaluating di Sungaitohor, Kamis (24/11/2016). Waktu itu, tiba di Sungaitohor, usah bertemu pihak kecamatan, H Said Hasyim langsung menuju pembangunan laboratorium komputer di SMPN 1 Sungaitohor.

Sesampainya di sekolah ini, H Said Hasyim didampingi Kabag Humas Helfandi, Sekretaris PMD Edy M Noer, Kabag Adpem Eldy Syahputra, Kadiskes Irwan Suwandi, langsung menuju bangunan yang tidak terurus itu. "Ini kenapa tidak ditempati," tanya H Said Hasyim kepada Kepala UPTD Pendidikan Tebingtinggi Timur Muhammad Satar.

Baca Juga:

"Kemarin sudah diajukan untuk direhab," jawab M Satar.

"Yang saya tanya kenapa sampai tidak ditempati. Kalau tidak ada yang menempati, jangan direhab dulu," kata Said Hasyim lagi.

Baca Juga:

Saat itu, dijawab M Satar, rupanya di SMPN 1 Sungaitohor tersebut cuma ada 2 guru pegawai negeri. Itupun keduanya sudah ada keluarga dan rumah sendiri di Sungaitohor, sehingga bangunan yang dibuat pada zaman Bengkalis itu tidak ditempati sama sekali.

Atas kekurangan guru di sini, H Said Hasyim meminta pihak UPTD Pendidikan Tebingtinggi Timur mengajukan permohonan penambahan guru. "Nanti ajukan, berapa kekurangan guru di sini," pesan H Said Hasyim.

M Satar mengakui bahwa di sana memang mengalami kekurangan guru. Setidaknya, kata M Satar juga, di SMPN 1 Sungaitohor harus ada tambahan 6 orang guru pegawai negeri.

Pantauan lapangan, keempat bangunan itu dibangun berderetan dan berdekatan. Posisinya tak jauh dari lokal-lokal yang digunakan siswa untuk belajar. Bangunan itu sebelumnya direncanakan untuk ditempati guru-guru yang mengajar di sana. Oleh karena telah lama ditinggalkan, kondisi bangunan tak terawat itu memprihatinkan. Kerusakan terlihat dimana-mana. Baik atap, dinding, plafon, maupun jendela dan pintu. Di lantai dan teras depan rumah juga sudah ditumbuhi rumput liar.

 

 


(goriau.com)

SHARE:
beritaTerkait
Panglima TNI Dampingi Presiden Prabowo Tinjau Penanganan Karhutla di Riau dan Sumatera Selatan
Kemnaker-JICA Perkuat Kualitas dan Pelindungan Tenaga Kerja Indonesia ke Jepang
Industri Halal Dinilai Jadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Kapolres Pelalawan Pimpin Anev Penanggulangan Bencana Karhutla di Kerumutan
Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Keluhkan Jalan Poros Dusun 4 Portal Kecamatan XIII Koto Kampar yang Rusak Parah
Berjibaku Melawan Karhutla di Kerumutan, Tim Gabungan Bangun Embung, Penyekatan dan Water Bombing
komentar
beritaTerbaru