Talam Durian Satu Kilometer dan 8000 ASN Mengaji di Pekanbaru akan Pecahkan Rekor Muri
Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Pekanbaru ke242 tahun ini, Pemko Pekanbaru akan menghadirkan dua legia
Peristiwa
BENGKALIS, kabarmelayu.com - Dalam rangka mensosialisasikan daur ulang sampah, SMPN 9 Bengkalis menaja bazar dan pameran hasil daur ulang sampah Minggu (4/12/2016) kemarin.
Tujuan utama dari kegiatan bazar dan pemeran ini adalah ingin mengembangkan sikap masyarakat di desa Tameran tempat sekolah ini berada. Supaya masyarakat Tameran peduli dengan sampah yang dihasilkan di lingkungannya, baik sampah dari rumah tangga, industri, maupun sampah dari pabrik-pabrik seperti sampah tempat minuman mineral, makanan, maupun lainnya untuk dijadikan bahan yang dapat dipakai kembali atau didaur ulangkan sehingga dapat menjadi nilai tambah pendapatan Keluarga.
Hal ini sebagaimana disampaikan kepala SMPN 9 Maryana, SS, M.Pd kepada wartawan Senin (5/12/16). Lebih jauh, Maryana yang sarjana sastra ini mengatakan, 'Sampah yang ada di lingkungan masyarakat tadi dapat diolah oleh masyarakat itu sendiri, jadi masyarakat tidak menganggap sampah itu tidak berharga tapi memiliki nilai. Inilah inti utama kegiatan kami pada bazar dan pameran hari Minggu (4/12/16) lalu," kata Maryana diruang kerjanya.
Baca Juga:
Ide awal dari kegiatan ini menurut Maryana adalah sekolah yang ia pimpin sejak 2009 silam sudah memiliki program untuk melanjutkan program adiwiyata sekolah. "SMPN 9 Bengkalis adalah salah satu sekolah pemenang adiwiyata sekolah tingkat Kabupaten Bengkalis tahun 2016 yang diterima saat upacara Hari Pahlawan 10 November 2016 kemarin. Kami akan melanjutkan ke tingkat lomba adiwiyata sekolah ini ke tingkat Provinsi Riau yang Insya Allah penilaiannya akan dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juni 2017 oleh tim penilai dari provinsi Riau," tambah Maryana didampingi ketua tim adiwiyata sekolah Soleha, S.Pd.
Bazar dan pameran yang digelar SMPN 9 kemarin sangat mendapatkan apresiasi dari masyarakat yang datang berkunjung di stand bazar sekolah tersebut yang bersama saat pembukaan MTQ tingkat desa Tameran. "Mereka sanggup membeli produksi kerajinan tangan anak-anak kami pada hal barang itu rasanya mudah tapi bagaimana anak-anak kami beserta guru-guru pembimbingnya mengkreatifitaskan sampah tersebut bisa menjadi menarik. Maryana terharu, sampah yang biasanya mereka hasilkan ternyata bila dipajangkan sangat menarik sekali. Hampir 90℅ guru dari 22 orang guru dan hampir 90℅ pelajarnya di sekolahnya hadir dalam pameran yang mereka gelar.
Baca Juga:
Kendala yang dihadapi Maryana adalah kepercayaan diri bagaimana mensosialisasikan hal di atas dengan baik. Melalui spanduk yang mereka buat dan merupakan perpanjangan tujuan dari kegiatan ini, Maryana merasa salah satu cara yang tepat, "Agar kesannya kami tidak menggurui masyarakat. Di spanduk yang dipasang tertulis moto 'Pedulilah terhadap sampah Insya Allah rezeki akan bertambah," tutur Maryana.
Karena suksesnya bazar dan pameran perdana mereka, Maryana akan melanjutkan kegiatan tersebut di masa akan datang karena mereka melihat banyaknya nilai positif yang terkandung di dalamnya, "Bagaimana menerapkan ini semua di rumah oleh anak-anak kami. Kami sudah melaksanakan dengan mendatangi beberapa rumah anak-anak kita bagaimana imbas dan kelanjutan pengolahan sampah oleh mereka.
Kemudian bazar dan pameran yang kami gelar sangat tepat dan memungkinkan kami ikut serta yaitu MTQ tingkat desa Tameran. Kedepannya kalau ada momen acara tingkat Kabupaten Bengkalis kami Insya Allah akan mengikuti bazar dan pameran ini lagi. Kami akan terus mencoba dengan hasil produksi kerajinan tangan anak-anak kami yang lain baik dari segi jumlah maupun jenisnya," pungkas Maryana.
Kalau nanti pihak Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Dinas Pendidikan mengadakan pameran Maryana menaruh harap, "Agar sekolah kami dapat dilibatkan. Kepada seluruh guru dan keluarga besar di SMPN 9 Bengkalis kami menghimbau marilah kita berpartisipasi aktif dengan program adiwiyata sekolah tingkat Provinsi Riau dan Insya Allah ke tingkat nasional," ajak Maryana menutup perbincangan.
Diantaranya hasil kerja para pelajar di SMPN 9 yang dipamerkan adalah kotak tisu dari gelas dan botol air mineral, pelepah pisang, dan dari upih pinang. Juga ada bunga dari serat jagung, sabun bandung, kulit pinang, kulit jagung, doz telur, busa pemungkus buah. Juga ada bros jilbab dari kain perca, berbagai macam asesioris, keranjang dari gelas minuman mineral, pupuk cair dari jantung pisang, kompos dari sampah organik, pertisida dari daun pepaya,
Semua hasil karya anak ini dibawah bimbingan tim adiwiyata yang Soleha, S.Pd bersama 5 orang anggotanya. Maryani,S.Ag,M.Pdi, Syamsiaturriadhah, A.Md, Tri Yulastuti, A.Md, Ida Nursanti, S.Pdi, Assuharni, A.Md,(rec)
Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Pekanbaru ke242 tahun ini, Pemko Pekanbaru akan menghadirkan dua legia
Peristiwa
Bupati Siak Sensus Ekonomi Jadi Sumber Informasi Strategis Daerah Susun Kebijakan
Pemerintahan
kabarmelayu.com,INHIL Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Indragiri Hilir kembali menjadi perhatian publik. Guna M
Sosial
Polresta Pekanbaru Ungkap Kasus Penyalahgunaan Narkoba di Kawasan Panger, Dua Orang Positif Methamphetamine
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota Pekanbaru mengambil langkah tegas terhadap kabel fiber optik milik provider yang semrawut dan
Pemerintahan
Kemnaker Gandeng Boga Group Perluas Akses Kerja bagi Lansia
Ekbis
kabarmelayu.com,KAMPAR Setelah melaksanakan ujian akhir kelulusan beberapa waktu lalu, sebanyak 140 murid Kelas VI UPT SDN 006 Terpadu Kub
Pendidikan
kabarmelayu.com,KAMPAR Setelah sukses melaksanakan ujian akhir murid Kelas VI Tahun Pelajaran 20252026 beberapa waktu lalu, saat ini UPT
Pendidikan
kabarmelayu.com,KAMPAR Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah hukum Kabupaten Kampar kembali ditindak. Kali ini, Polres Kampar me
Hukrim
kabarmelayu.com,INHIL Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Indragiri Hilir (Inhil), H. Tantawi Jauhari, memimpin kegiatan Gerakan Jumat
Pemerintahan