Sabtu, 25 April 2026 WIB

Dinas Ketahanan Pangan Kampar Gelar Sosialisasi Pangan di UPT SMPN 1 Bangkinang Kota

Harijal - Selasa, 21 Februari 2023 14:25 WIB
Dinas Ketahanan Pangan Kampar Gelar Sosialisasi Pangan di UPT SMPN 1 Bangkinang Kota
Kegiatan sosialisasi pangan Dinas Ketahanan Pangan di UPT SMPN 1 Bangkinang Kota.(Foto: Ist)

KAMPAR - Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Kampar melaksanakan sosialisasi di UPT Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Bangkinang Kota, Selasa (21/2/2023). Sosialisasi ini terkait pangan dan jajanan yang baik dikonsumsi untuk anak.

Essy Desmita, SKM, Analis ketahanan pangan DKP Kampar yang memberikan pemaparan dalam kegiatan tersebut menyampaikan beberapa hal terkait makanan yang baik dan boleh dikonsumsi anak.

Dalam sosialisasi yang diikuti oleh siswa Kelas VII ini, Essy menjelaskan bahwa pangan adalah sesuatu yang berasal dari sumber hayati produk pertanian, perkebunan, perikanan atau pun peternakan yang diolah ataupun tidak untuk konsumsi manusia.

Baca Juga:

Ada jajanan pangan yang boleh dikonsumsi oleh anak dan ada yang tidak. Yang boleh dikonsumsi misalnya lontong, pecel, ketoprak, somay dan lainnya yang mengandung banyak sayuran.

Pangan layak dikonsumsi anak adalah pangan yang tidak busuk dan bermutu baik. 

Baca Juga:

"Selain itu, yang tidak boleh dikonsumsi anak, di antaranya junkfood serta makanan yang mengandung banyak pemanis buatan," terang Essy Desmita.

Dalam penyajian pangan yag dikonsumsi manusia, ada yang disebut dengan bahan tambahan pangan (BTP). BTP ini adalah bahan atau campuran bahan yang secara alami bukan merupakan bagian dari bahan baku pangan.

BTP ini ditambahkan ke pangan untuk mempengaruhi sifat atau bentuk pangan. Seperti bahan pewarna, pengawet, penyedap rasa, pemucat dan pengental. BTP ini mesti diketahui oleh manusia, karena mengandung bahan kimia berbahaya dan dapat berpengaruh pada kesehatan jika digunakan melebihi dosis yang diizinkan.

Dalam BTP bahan pengawet misalnya, dapat mengakibatkan gangguan pada organ bagian dalam tubuh. Seperti gangguan pada fungsi hati, lambung dan sebagainya.

Oleh karena itu, anak-anak harus pintar dan jeli memilih makanan yang sehat agar terhindar dari berbagai penyakit. Sehingga membuat tubuh menjadi sehat.

"Apa yang kita konsumsi harus sesuai dengan standar dan aman bagi kesehatan serta mengenyangkan perut," tutur Essy Desmita.

Senada itu, Kepala UPT SMPN 1 Bangkinang Kota, Hj. Masniar, S.Pd, MM mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada pihak Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kampar yang telah memberikan sosialisasi pangan dan makanan kepada siswanya.

"Ini penting agar siswa-siswi memahami dan bisa memilah mana makanan yang sehat dan layak konsumsi dan mana yang tidak baik untuk dimakan," kata Hj. Masniar.

Jika siswa mengonsumsi makanan dan asupan yang baik dan layak, tentunya tubuh akan menjadi sehat, jauh dari penyakit. Dampaknya, kegiatan pembelajaran di sekolah akan lebih maksimal.

Namun sebaliknya, jika siswa mengonsumsi makanan tak sehat, kegiatan pembelajaran tak dapat berlangsung maksimal.

"Makanan pangan dan asupan bagi anak-anak kita ini juga berpengaruh terhadap mutu dan SDM generasi kita di masa mendatang. Makanan ytang dikonsumsi anak-anak kita ini memang harus benar-benar diperhatikan," tutup Masniar mengakhiri.(Andi)

SHARE:
beritaTerkait
Suara Panipahan, Alarm Keras Perang Melawan Narkoba
Musim Haji 1447 H/2026, Ini Pesan Penting untuk Jemaah Riau
Polisi Amankan 29 Korban TPPO Berbayar Belasan Juta di Dumai
Apel Kesiapsiagaan Karhutla Bersama Menteri LHK, Wawako Markarius Anwar Imbau Warga Waspada El Nino Ekstrem
Jekson Sihombing Dipindah ke Nusakambangan Saat Proses Banding, Maizar: Sesuai Prosedur
PWI Pusat Gelar Takziah dan Doa Bersama, Sekjen Zulmansyah Sekedang Dikenang Sebagai Sosok Total dan Berdedikasi
komentar
beritaTerbaru