Polda Riau Gunakan X Fire Tangani Karhutla di Lahan Gambut
Polda Riau Gunakan X Fire Tangani Karhutla di Lahan Gambut
Hukrim
Pelatihan yang dilaksanakan di aula UPT SDN 028 Kubang Jaya ini menghadirkan narasumber dari Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kampar, H. Zulkifli, S. Pd, M. Pd. Kegiatan diikuti oleh 53 eserta yang keseluruhannya adalah guru dan tendik di sekolah tersebut.
Kepala UPT SDN 028 Kubang Jaya, Eko Yuniansyah, S. Pd saat mengawali kegiatan menyampaikan, pelatihan bagi guru ini perlu diadakan untuk mengasah dan mempertajam kompetensi para tenaga pendidik dalam memahami apa itu Kurikulum Merdeka.
Baca Juga:
Yang pertama sekali perlu difahami, kenapa dan apa tujuan penggantian Kurikulum, yakni dari Kurikulum 2013 (K13) ke Kurikulum Merdeka. Selain itu, tentunya ada hal-hal baru yang perlu diketahui, dan itu akan disampaikan oleh narasumber.

Baca Juga:
Setiap saat, kata kepala sekolah, akan terus ada perubahan dan tantangan di dunia pendidikan, dan hal inilah yang harus dihadapi dan sama-sama berubah dengan terus mengupgrade ilmu dan pengetahuan serta mendalami apa itu Kurikulum Merdeka.
"Semakin banyak kita tahu ilmu pengetahuan hari ini, semakin kita tahu apa kekurangan-kekurangan dan semakin juga kita jngin untuk belajar," kata Eko Yuniansyah.
Eko berpesan kepada para guru agar jangan mau terus berada di zona nyaman, ini adalah tuntutan untuk seorang guru untuk mengubah mindset. Para guru harus terus meningkatkan kemampuan dan kompetensi diri, dan itu tidak terbatas oleh usia. Para guru jangan mundur dan menyerah dengan tantangan-tantangan baru.
"Ayo sama-sama belajar dan memahami, apa itu Kurikulum Merdeka sebenarnya. Ayo kita hadapi tantangan ini. Semoga ilmu yang didapat hari ini berkah," tutur Eko Yuniansyah.
Pada kegiatan itu, narasumber H. Zulkifli memaparkan apa itu Kurikulum Merdeka yang harus difahami oleh para guru. Yang pertama sekali, kenapa dilakukan perubahan kurikulum dari K13 ke Kurikulum Merdeka. Ada hal-hal yang mendorong kenapa perubahan kurikulum ini menjadi penting.

Guru, sebut Zulkifli, perlu memahami esensi-esensi Kurikulum Merdeka, ini sangat penting sebelum guru melaksanakan pembelajaran kepada anak. Seorang guru harus bisa memberikan pelayanan kepada anak.
Perlu diingat, anak didik dalam satu kelas itu beragam, memiliki kemampuan dan potensi yang berbeda. "Nah, guru harus dapat memberikan pelayanan sesuai yang dibutuhkan, sesuai dengan potensi anak," kata dia.
Disampaikan Zukkifli yang merupakan asesor dan pengawas SMP di Kampar ini, bagi seorang guru yang mengajar dengan Kurikulum Merdeka, ada 8 soft skils yang mutlak harus dimiliki oleh seorang guru dalam pengimplementasian Kurikulum Merdeka.
Pertama yaitu berpusat kepada siswa, menggunakan tes diagnosa, disiplin positif, memahami segitiga restitusi, memahami pembelajaran berdiferensiasi, memahami pembelajaran sosial emosional. Selanjutnya memahami student agency dan terakhir seorang guru bisa melakukan coaching.
"Ini adalah hal mutlak yang harus dimiliki oleh seorang guru," ujar Zulkifli yang juga mantan kepala sekolah ini.
Kegiatan yang dimulai sejak pagi ini berlangsung serius namun dalam suasana santai. Narasumber juga membuka sesi tanya jawab. Para guru pun juga terlihat antusias mengikuti pelatihan ini.
Sebelumnya, Ketua Kombel Cerdas Bersinar UPT SDN 028 Kubang Jaya, Elnida Sadaria, S. Pd, M. Pd dalam laporannya menyampaikan, ada sebanyak 53 guru dan tendik yang mengikuti pelatihan ini. Kegiatan juga diisi dengan diskusi bersama narasumber.
Kegiatan ini Pelatihan Pemantapan Implementasi Kurikulum Merdeka Bagi Guru
UPT SDN 028 Kubang Jaya ini merupakan kegiatan pertama sekolah di semester I tahun ajaran 2024-2025.
"Semoga kegiatan ini bermanfaat, menjadi ibadah bagi kita semua," tutur Elnida.(Andi)
Polda Riau Gunakan X Fire Tangani Karhutla di Lahan Gambut
Hukrim
Potret Personel Polres Pelalawan dan Brimob Padamkan Karhutla, Pisahkan Bongkahan Kayu dari Gambut
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru H Markarius Anwar ST, M. Arch, mengapresiasi pelaksanaan Gelar Budaya Melayu
Muslim
kabarmelayu.com,ROHUL Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pangarayan terus memperkuat pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan,
Muslim
kabarmelayu.com,ROHIL Polisi mengamankan pria dan wanita saat asyik menggunakan narkoba jenis sabu dan ekatasi. Keduanya diamankan dalam p
Hukrim
kabarmelayu.com,BENGKALIS Kabupaten Bengkalis mengikuti tahapan presentasi dan wawancara Apresiasi Parasamya Karya Kencana Tingkat Nasiona
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Jumlah titik panas (hotspot) di wilayah Provinsi Riau pagi ini berada di angka 124, Jumat pagi (11/9/2026). Seme
Lingkungan
kabarmelayu.com,SORONG Upaya penegakan hukum terhadap praktik mafia tanah di Tanah Papua, menyita perhatian publik nasional. Sosok pengu
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Riau melakukan koordinasi dengan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Pr
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Jajaran Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban (Kamtib) Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai terus memperketat pe
Hukrim