Pustu Dendan Klarifikasi Soal Biaya Persalinan Rp10 Juta
kabarmelayu.com,INHIL Terkait keluhan warga soal biaya persalinan mencapai Rp10 juta di Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Dendan Lecamatan K
Peristiwa
"Berjuang demi anak bangsa, namun masih harus berjuang di jalan demi menyambung hidup" demikian caption yang dikutip dari salah satu akun tiktok yang mengunggah video tersebut, Ahad (6/10/2024).
Alvi terpaksa menjadi seorang pemulung setelah mengajar, karena penghasilannya sebagai honorer tak cukup untuk menyambung hidup.
Baca Juga:
Tak jarang Alvi bertemu muridnya saat sedang memulung. Namun mereka masih menegur Alvi. Pada video itu, tampak juga murid menghampiri dan mencium tangan Alvi saat ia memulung.
Dikutip dari sukabumiupdate, Alvi Noviardi yang telah berusia 56 tahun ini adalah warga Kampung Bantar Muncang RT 03/07 Desa Sekarwangi, Kabupaten Sukabumi. Dia mengajar di MA Riyadlul Jannah dan MTSS Hidayatul Islamiyah, Kota Sukabumi. DIA adalah seorang uru IPS.
Baca Juga:
Alvi memulung setelah mengajar untuk membiayai hidup sehari-hari dan dua anaknya. Sebagai guru honorer, Alvi mendapat upah hanya Rp10 ribu per jam atau Rp120 ribu per bulan.
Alvi merupakan lulusan STKIP PGRI Sukabumi tahun 1995. Usai memberikan pelajaran terhadap murid-muridnya, Alvi biasanya mengeluarkan sebuah karung yang ada di dalam tasnya, lalu dia berjalan kaki sambil mencari barang bekas yang ada di pinggiran jalan mau pun tempat-tempatsampah.
Usai memberikan pelajaran terhadap murid-muridnya, Alvi biasanya mengeluarkan sebuah karung yang ada di dalam tasnya, lalu dia berjalan kaki sambil mencari barang bekas yang ada di pinggiran jalan mau pun tempat pembuangan sampah.
Karung tersebut ia gunakan sebagai tempat menyimpan barang bekas seperti botol plastik, kardus, dan barang lainnya yang nanti ia jual.
"Saya kumpulin dulu selama seninggu, nanti dijual, hasil dari menjual rongsok seminggu Rp 50 ribu. Itu udah pendapatan paling besar," paparnya.
Alvi mulai mulung itu karena kebutuhan ekonomi. Sampai dia pernah pinjam uang, yang sampai hari ini belum lunas.
Meskipun banyak yang mencibir, Alvi tak menghiraukan. Menurutnya, pekerjaan sebagai seorang pemulung sangatlah mulia, maka dari itu dia tetap melakukannya dengan rasa semangat demi menyukseskan kedua anaknya kelak.
"Saya anggap ambil yang positifnya saja, karena pekerjaaan mulung dan mengajar adalah pekerjaan mulia, buat apa malu asal jangan mencuri," tuturnya.
kabarmelayu.com,INHIL Terkait keluhan warga soal biaya persalinan mencapai Rp10 juta di Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Dendan Lecamatan K
Peristiwa
kabarmelayu.com,ROHUL Pengembangan kasus dugaan peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, berujung
Hukrim
kabarmelayu.com,JAKARTA Persoalan agraria, khususnya terkait pengurusan hak atas tanah milik masyarakat, kembali mendapat sorotan. Pemerin
Sosial
kabarmelayu.com,PEKANBARU Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau bersama organisasi masyarakat mengusulkan pembentukan Satu
Parlemen
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mengajukan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan APBD Tah
Ekbis
kabarmelayu.com,PEKANBARU Upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian di Kota Pekanbaru terus diger
Pemerintahan
Media sosial dihebohkan dengan temuan bangkai seekor paus yang terdampar di tepian Pantai Bakau Sungai Bahale, Desa
Peristiwa
kabarmelayu.com,ROHIL Tingkatkan silaturrahmi dengan masyarakat, Babinsa Koramil 05/RM Kodim 0321/Rohil, Serka Paimen,melaksanakan anjangs
Sosial
kabarmelayu.com,PEKANBARU Lembaga Pengawal Penegakan Hukum Riau (LPPH Riau) hadir di Provinsi Riau. Lembaga ini membawa visi memberikan k
Hukrim
kabarmelayu.com,INHIL Penertiban kabel jaringan internet yang semrawut di sejumlah ruas jalan di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) belum s
Sosial