Minggu, 14 Juni 2026 WIB

Daya Tampung SMA Sederajat di Riau Surplus

Redaksi - Sabtu, 03 Mei 2025 10:24 WIB
Daya Tampung SMA Sederajat di Riau Surplus
SMA Negeri 8 Pekanbaru, salah satu sekolah yang menjadi tujuan favorit.(Foto: dok)
kabarmelayu.comPEKANBARU- Daya tampung sekolah yang disediakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau tingkat SMA dan sederajat, saat ini surplus atau melebihi dari yang dibutuhkan.

"Untuk proses PPDB sebenarnya tidak ada masalah. Daya tampung itu surplus, namun yang jadi persoalan semua siswa ingin masuk sekolah negeri. Ibaratnya kalau di Pekanbaru, semua ingin masuk SMA 1 dan SMA 8. Di sinilah persoalannya. Kalau anak-anak kita mau di mana saja sekolah, tentu tidak akan ada persoalan sebab daya tampung itu melebihi dari cukup," kata Plt Kadisdik Riau, Erisman Yahya, Sabtu (3/5/2025).

Ketersediaan daya tampung tersebut, dikatakan Erisman merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menekan angka putus sekolah di Provinsi Riau.

"Sejak 5 tahun terakhir kita telah sukses menjalankan program wajib belajar 12 tahun. Kita berikan daya tampung yang memadai untuk tamatan SLTP sederajat, karena ini bertujuan untuk menekan angka putus sekolah," katanya.

Baca Juga:

Untuk itu, Erisman meminta peserta didik agar tidak terobsesi pada satu sekolah ternama saat proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

"Kita mengimbau agar peserta didik tidak terpaku pada satu sekolah saja. Sekolah ternama itu bukan satu-satunya pilihan. Kita juga sudah bekerja sama dengan sekolah swasta, SMA dan SMK swasta dengan memberikan Bosda Afirmasi. Hal ini adalah upaya kita dalam memberikan kesempatan pada anak-anak untuk belajar secara gratis," sebutnya.

Baca Juga:

Yang terpenting, kata Erisman bukan di mana sekolahnya, tapi bagaimana siswa itu punya niat yang tinggi.

"Kalau belajar yang tekun dan punyaspiritsendiri dalam hatinya pasti akan jadi orang hebat," tambahnya.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau telah mengeluarkan surat edaran yang bersifat meringankan beban orang tua dalam proses pembelajaran siswa di sekolah. Sehingga, para siswa tidak merasa terganggu dalam proses belajar mengajar. Ini merupakan upaya meminimalisir angka putus sekolah.

Masyarakat tidak lagi merasa terbebani dengan masalah sekolah, tidak perlu khawatir untuk membayar uang perpisahan,study tour,uang buku dan sebagainya.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Lantik 215 Kepala Sekolah, Bupati Kasmarni Tegaskan Zero Tolerance Terhadap Pungli PPDB
Jumlah Lulusan SMP/MTs di Riau 103 Ribu, Daya Tampung SMA/SMK 122 Ribu
Program SNT, Pusat Setujui Pembangunan Unit Sekolah Baru di Kulim
SF Hariyanto Ingin Pembangunan Fisik di Sekolah Dilaksanakan OPD Teknis
Ratusan Pasien di Puskesmas Simpang Tiga Diperiksa Satu Dokter, Antrean Sampai 3 Jam
Ada Anak Putus Sekolah? Laporkan
komentar
beritaTerbaru