Hadiri MUSANCAB PDI Perjuangan, Sekda Siak Harapkan Lahir Kepengurusan yang Berkontribusi bagi Daerah
Hadiri MUSANCAB PDI Perjuangan, Sekda Siak Harapkan Lahir Kepengurusan yang Berkontribusi bagi Daerah
Pemerintahan
PEKANBARU, kabarmelayu.com - Berdasarkan hasil survei tahun 2012 menyebutkan, budaya literasi masyarakat Indonesia terburuk kedua dari 65 negara yang diteliti. Sementara Kemendikbud Harris Iskandar menilai bahwa indeks membaca masyarakat Indonesia hanya 0,001.
Demikian disampaikan pemerhati pendidikan H. Musthajab kepada wartawan, Senin (15/7/17).
"Dari 1000 orang Indonesia hanya 1 orang yang suka membaca. Pemerintah khususnya Departemen Pendidikan itu harus mempunyai kebijakan atau gebrakan baru bagaimana meningkatkan minat baca, menulis dan mengimplementasikan, khususnya di kalangan peserta didik", ujarnya.
Baca Juga:
Untuk menarik minat baca sebut Musthajab, pihaknya menawarkan sinopsis. Buku ini berisikan bagaimana anak itu meminjam buku di perpustakaan dibawa rumah. Kemudian bukunya dibaca dan dituangkan dalam lembaran yang sudah terdeteksi yang sudah tuliskan disini.
Ia mencontohkan, sebuah judul buku penulisnya siapa penerbit siapa tahun terbitnya berapa, tahun berapa edisi ke berapa, jumlah halaman berapa semua teridentifikasi dari buku yang ia baca.
Baca Juga:
Anak sambung Musthajab, disuruh meringkas isi buku yang dibaca. Setelah itu anak disuruh mengekspresikan tokoh-tokoh yang ada dalam buku yang ia baca.
Karakter yang ada dalam tokoh buku itu kata Musthajab, kemudian anak disuruh mencari menggali karakternya dia yang sama dengan karakter sang tokoh itu. Tujuannya, untuk menggali menggiring mengungkap membentuk karakter si anak supaya mendekati karakter dari tokoh itu di dalam buku.
"Setelah dia itu bisa menulis bisa menggambar bisa menggali karakternya, dia tampil di depan kelas. Tujuannya, supaya anak ini dibekali oleh kebiasaan tampil di depan teman-temannya", ucapnya.
Sebagai pemerhati pendidikan kata Musthajab, pihaknya sudah mengkomunikasikan masalah ini ke dinas pendidikan dan perpustakaan agar bisa sinkron. Seperti Pekanbaru, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya dan Sukoharjo.
Sinopsis ini jelas Musthajab, diterbitkan dalam rangka bagaimana memanfaatkan buku yang sudah diberikan pemerintah yang jumlahnya sangat banyak sehingga bisa bermanfaat.
"Inilah salah satu solusi supaya minat bacanya itu meningkat. Kita coba dalam tahun ini atau tahun besok. Kalau itu dilakukan, maka kita survei lagi pasti di Riau akan meningkat minat bacaannya karena terukur", sebutnya.
Intinya sebut Musthajab,tidak ada negara di dunia ini yang minat bacanya rendah menjadi negara maju. Tujuh negara yang disurvei membuktikan, bahwa kita nggak maju-maju karena minat baca yang masih rendah, ujarnya. (fin)
Hadiri MUSANCAB PDI Perjuangan, Sekda Siak Harapkan Lahir Kepengurusan yang Berkontribusi bagi Daerah
Pemerintahan
kabarmelayu.com,INHIL Wakil Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Yuliantini, S. Sos., M. Si, menghadiri malam penutupan Musabaqah Tilawatil Qur
Pemerintahan
Siak Raih Peringkat VI pada MTQ ke44 Tingkat Provinsi Riau, Wabup Syamsurizal Terus Tingkatkan Prestasi
Pemerintahan
kabarmelayu.com,BENGKALIS Bea Cukai Bengkalis menemukan sebanyak 652 Iphone ilegal di Pelabuhan Internasional Bandar Sri Setia Raja (BSS
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Dewan Kehormatan PWI Pusat, H. Helmi Burman, mendesak manajemen Riau Pos Grup segera menyelesaikan seluruh hak
Sosial
Polri untuk Masyarakat, Kapolda Riau Tinjau Jembatan Merah Putih di Dumai
TNI/Polri
Pastikan Keamanan Stok Beras, Menko Polkam Tinjau Gudang Bulog di Sumut
TNI/Polri
kabarmelayu.comKANDIS Tanaman budidaya jagung mulai menghijau menjadi simbol harapan bagi petani yang ada di sejumlah pedesaan di wilayah
TNI/Polri
Menjelajahi Sisi Lain Indonesia Jadi Tren Baru Liburan Musim Panas Wisatawan Asing
Wisata
Bupati Siak Ajak Kepala Daerah Perkuat Soliditas Jaga Otonomi Daerah
Pemerintahan