Minggu, 05 Juli 2026 WIB

Minat Baca di Kalangan Masyarakat Dinilai Sangat Rendah

Harijal - Senin, 16 Juli 2018 22:06 WIB
Minat Baca di Kalangan Masyarakat Dinilai Sangat Rendah
Pemerhati Pendidikan H Musthajab

PEKANBARU, kabarmelayu.com - Berdasarkan hasil survei tahun 2012 menyebutkan, budaya literasi masyarakat Indonesia terburuk kedua dari 65 negara yang diteliti. Sementara Kemendikbud Harris Iskandar menilai bahwa indeks membaca masyarakat Indonesia hanya 0,001.

Demikian disampaikan pemerhati pendidikan H. Musthajab kepada wartawan, Senin (15/7/17).

"Dari 1000 orang Indonesia hanya 1 orang yang suka membaca. Pemerintah khususnya Departemen Pendidikan itu harus mempunyai kebijakan atau gebrakan baru bagaimana meningkatkan minat baca, menulis dan mengimplementasikan, khususnya di kalangan peserta didik", ujarnya.

Baca Juga:

Untuk menarik minat baca sebut Musthajab, pihaknya menawarkan sinopsis. Buku ini berisikan bagaimana anak itu meminjam buku di perpustakaan dibawa rumah. Kemudian bukunya dibaca dan dituangkan dalam lembaran yang sudah terdeteksi yang sudah tuliskan disini.

Ia mencontohkan, sebuah judul buku penulisnya siapa penerbit siapa tahun terbitnya berapa, tahun berapa edisi ke berapa, jumlah halaman berapa semua teridentifikasi dari buku yang ia baca.

Baca Juga:

Anak sambung Musthajab, disuruh meringkas isi buku yang dibaca.  Setelah itu anak disuruh mengekspresikan tokoh-tokoh yang ada dalam buku yang ia baca. 

Karakter yang ada dalam tokoh buku itu kata Musthajab, kemudian anak disuruh mencari menggali karakternya dia yang sama dengan karakter sang tokoh itu. Tujuannya, untuk menggali menggiring mengungkap membentuk karakter si anak supaya mendekati karakter dari tokoh itu di dalam buku.  

"Setelah dia itu bisa menulis bisa menggambar bisa menggali karakternya, dia tampil di depan kelas. Tujuannya, supaya anak ini dibekali oleh kebiasaan tampil di depan teman-temannya", ucapnya.

Sebagai pemerhati pendidikan kata Musthajab, pihaknya sudah mengkomunikasikan masalah ini ke dinas pendidikan dan perpustakaan agar bisa sinkron. Seperti Pekanbaru, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya dan Sukoharjo.

Sinopsis ini jelas Musthajab, diterbitkan dalam rangka bagaimana memanfaatkan buku yang sudah diberikan pemerintah yang jumlahnya sangat banyak sehingga bisa bermanfaat.

"Inilah salah satu solusi supaya minat bacanya itu meningkat. Kita coba dalam tahun ini atau tahun besok. Kalau itu dilakukan, maka kita survei lagi pasti di Riau akan meningkat minat bacaannya karena terukur", sebutnya.

Intinya sebut Musthajab,tidak ada negara di dunia ini yang minat bacanya rendah menjadi negara maju. Tujuh negara yang disurvei membuktikan, bahwa kita nggak maju-maju karena minat baca yang masih rendah, ujarnya. (fin)

SHARE:
beritaTerkait
Hadiri MUSANCAB PDI Perjuangan, Sekda Siak Harapkan Lahir Kepengurusan yang Berkontribusi bagi Daerah
Wabup Inhil Hadiri Penutupan MTQ ke-44 Provinsi Riau, Stand Bazar Inhil Juara Kedua
Siak Raih Peringkat VI pada MTQ ke-44 Tingkat Provinsi Riau, Wabup Syamsurizal: Terus Tingkatkan Prestasi
Penyelundupan 652 iPhone Ilegal via Pelabuhan Bengkalis Digagalkan
DK PWI Pusat Desak Riau Pos Grup Bayar Hak Eks Karyawan
Polri untuk Masyarakat, Kapolda Riau Tinjau Jembatan Merah Putih di Dumai
komentar
beritaTerbaru