Minggu, 05 Juli 2026 WIB

Patut Dicontoh: Kepsek Dan Guru SMPN 18 Bantu Siswa Kurang Mampu

Harijal - Sabtu, 22 September 2018 10:50 WIB
Patut Dicontoh: Kepsek Dan Guru SMPN 18 Bantu Siswa Kurang Mampu
jsn/rec
Kepala Sekolah SMPN 18 Pekanbaru Lily Deswita

PEKANBARU, kabarmelayu.com - Sebagai bentuk kepedulian, kebersamaan dan persaudaraan, Kepala sekolah beserta guru  Sekolah Menengah Pertama  Negeri (SMPN) 18 Pekanbaru Riau  membantu biaya pendidikan kepada  siswa dari kalangan keluarga kurang mampu  agar bisa  mendapatkan hak pendidikan yang lebih bagus dan layak. Demikian disampaikan Kepala sekolah SMPN 18 Pekanbaru, Lily Deswita diruang kerjanya, Sabtu (22/9).

Menurut Lily, siswa SMPN 18 Pekanbaru yang berasal dari keluarga kurang mampu cukup banyak, dengan berbagai latar belakang kondisi orang tua. Antara lain, orang tua sudah tidak ada atau Yatim Piatu, broken home, pekerjaan tidak menetap, pengumpul barang bekas dan lainnya.  Kondisi tersebut  berdampak terhadap fsikologi anak dalam proses belajar dan pergaulan, bahkan terancam putus sekolah, terangnya.

Menurutnya, mereka itu adalah anak kita juga, karena mulai jam 7.00 hingga 14.30 WIB mereka tanggung jawab sekolah, susah dia adalah susah kita. Jadi sesuai dengan ajaran agama  dan kita dianjurkan bersedekah dan kebutuhan pendidikannya tidak boleh diabaikan". Alangkah baiknya jika mereka dijadikan sebagai anak angkat, sebutnya.

Baca Juga:

Diakui Lily, dirinya berasal dari keluarga kurang mampu dan pernah dibantu. Sesuai dengan ajaran agama, membantu sudah merupakan kewajibannya dan sudah dilakukan di sekolah sekolah tempat dia mengabdi sebelumnya hingga di SMPN 18 Pekanbaru, sebutnya.

Lagi kata Lily, membantu  biaya pendidikan  dan menjadikan beberapa siswa miskin sebagai anak angkat  diawali dari dirinya sendiri. Selanjutnya memotivasi para guru agar berkenan menyisihkan sedikit rezekinya untuk membantu siswa miskin. "Alhamdulillah, saat ini sebagian besar para guru sudah bersedia secara sukarela untuk membantu meringankan biaya pendidikan anak kurang mampu di SMPN 18 Pekanbaru, terangnya.

Baca Juga:

Ditegaskan Lily, siswa SMPN 18 adalah heterogen, jadi dalam pemberian bantuan tidak ada pengecualian, baik yang beraga  muslim dan non muslim sama. Adapun bantuan yang diberikan antara lain; biaya terobosan gratis, biaya pakaian diberi keringanan dan kebutuhan sekolah lainnya. Namun sebelum bantuan di berikan, pihaknya memanggil orang tua yang bersangkutan untuk menjelaskan tujuan dari bantuan tersebut, terangnya.

Dia berharap, program yang diterapkan ini, bisa berkelanjutan, dengan harapan para siswa miskin bisa melajutkan pendidikan hingga kejenjang lebih tinggi demi masa depannya, harapnya. (jsn)

SHARE:
beritaTerkait
Hadiri MUSANCAB PDI Perjuangan, Sekda Siak Harapkan Lahir Kepengurusan yang Berkontribusi bagi Daerah
Wabup Inhil Hadiri Penutupan MTQ ke-44 Provinsi Riau, Stand Bazar Inhil Juara Kedua
Siak Raih Peringkat VI pada MTQ ke-44 Tingkat Provinsi Riau, Wabup Syamsurizal: Terus Tingkatkan Prestasi
Penyelundupan 652 iPhone Ilegal via Pelabuhan Bengkalis Digagalkan
DK PWI Pusat Desak Riau Pos Grup Bayar Hak Eks Karyawan
Polri untuk Masyarakat, Kapolda Riau Tinjau Jembatan Merah Putih di Dumai
komentar
beritaTerbaru