Senin, 27 April 2026 WIB

Begini Upaya TNI Antisipasi Lonjakan Kasus COVID-19 pada Masa Nataru

Harijal - Kamis, 09 Desember 2021 10:21 WIB
Begini Upaya TNI Antisipasi Lonjakan Kasus COVID-19 pada Masa Nataru
Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI, Mayjen TNI Syafruddin.

PEKANBARU - Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI, Mayjen TNI Syafruddin, mengatakan, ada beberapa upaya yang dilakukan TNI dalam mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19 pada masa libur Natal tahun 2021 dan Tahun Baru 2022.

Mayjen TNI Syafruddin menuturkan, upaya TNI antisipasi libur Nataru adalah, melarang anggota TNI mengambil cuti atau libur keluar kota saat Natal dan tahun baru kecuali urgent dan kepentingan dinas. Kemudian, TNI juga akan membantu Polri dalam perayaan Nataru.

Selanjutnya, melakukan apel siaga standby on call dan melakukan penebalan personil dengan melaksanakan sasaran atau titik yang menjadi daerah atau kawasan, objek potensi kerumunan, memaksimalkan patroli rutin, di sasaran terpilih potensi penyebaran COVID-19 dalam rangka penegakan prokes masa Nataru.

Baca Juga:

"Bersama stakeholder lainnya melakukan sidak ke tempat-tempat keramaian, seperti terminal, bandara, tempat hiburan, wisata, dan lainnya. Dengan memberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku. Selanjutnya, bersama instansi terkait melaksanakan percepatan vaksinasi di seluruh wilayah Indonesia," ujarnya, dalam rapat persiapan Natal 2021 dan Tahun Baru (Nataru) 2022, yang diikuti oleh seluruh kepala daerah se Indonesia secara virtual, Rabu (8/12/21).

Asops Panglima TNI mengungkapkan, hal yang perlu diperhatikan masa Nataru adalah, adanya gangguan keamanan terhadap perayaan Natal oleh kelompok teroris. Dan pada libur tahun baru berpotensi masyarakat dari luar daerah berwisata, mudik atau pulang kampung.

Baca Juga:

Kemudian menurutnya, hal yang perlu diantisipasi lainnya adalah alat transportasi umum dan tempat wisata serta tempat lainnya rawan penyebaran COVID-19, arus lalu lintas dan masyarakat ke luar kota, serta kerumunan masyarakat saat perayaan Nataru.

"Perlu pendataan rumah sakit rujukan tempat isolasi untuk antisipasi peningkatan pasien positif OTG setelah Nataru," ucapnya.

Mayjen TNI Syafruddin merekomendasikan hal yang perlu dilakukan masa Nataru, yaitu Forkompinda harus melaksanakan pengecekan dan pengawasan bersama ke tempat seperti gereja, tempat rekreasi, mall, pusat belanja, peningkatan pengamanan gereja, terutama saat perayaan natal.

Berikutnya, meningkatkan peran dan fungsi posko COVID-19 untuk mencegah dan selalu mengimbau masyarakat desa atau kelurahan agar tetap dirumah dan patuhi protokol kesehatan. Kemudian, perlu ditingkatkan sosialisasi protokol kesehatan untuk hotel, restoran, tempat wisata, dan pengunjung melihat tidak proses dilarang masuk.

"Terakhir, perlu pengawasan dan pengendalian kemungkinan giat perayaan tahun baru di wilayah Indonesia, serta penyiapan tempat karantina untuk antisipasi lonjakan kasus," ucap Asops Panglima TNI ini. (MCR)

SHARE:
beritaTerkait
Ketua DPD PKS Kampar Titip Doa untuk Kemajuan Daerah Kepada Jamaah Haji
PSPS Pekanbaru Tundukkan Sumsel United 2-0
Ini 13 Sapi Jumbo yang Diusulkan untuk Bantuan Presiden Iduladha 1447 H di Riau
Aniaya Korban Hingga Babak Belur, Komplotan Debt Collector di Pekanbaru Diringkus
Lagi, 150 PMI Bermasalah Dideportasi dari Malaysia
Tekan Kemiskinan dan Stunting, Wali Kota Agung Terima Penghargaan
komentar
beritaTerbaru