Selasa, 21 April 2026 WIB

Israel Jatuhkan Bom Satu Ton ke Kamp Penuh Pengungsi di Rafah

Redaksi - Senin, 27 Mei 2024 10:43 WIB
Israel Jatuhkan Bom Satu Ton ke Kamp Penuh Pengungsi di Rafah
Ilustrasi.(Foto: royanews.tv)

JAKARTA - Pasukan penjajahan Israel (IDF) membombardir lokasi pengungsian yang dipenuhi wargaGazadi Rafah pada Ahad (26/5/2024) malam. Sedikitnya 40 orang syahid.
Serangan itu dilakukan tiga hari setelah Mahkamah Internasional memerintahkan Israel mundur dari Rafah.

Kantor berita Palestina,WAFA melaporkan, SLSedikitnya 40 warga sipil syahid dan lainnya terluka, kebanyakan anak-anak dan wanita, dalam pemboman pendudukan Israel terhadap tenda-tenda pengungsi di Tal as-Sultan barat laut kota Rafah, selatan Jalur Gaza itu.

Sumber-sumber lokal melaporkan bahwa pasukan penjajah menargetkan, dengan setidaknya delapan rudal, tenda-tendawarga Gaza yang mencari perlindungandi kamp yang baru-baru ini didirikan di dekat gudang Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA).

Baca Juga:

Video-video yang dilansir media-media Palestina menunjukkan api berkobar di dalam kamp yang dikelilingi tembok seng tersebut. Korban dengan luka bakar parah juga terlihat dievakuasi dari lokasi pengeboman. Jenazah bayi-bayi dengan kondisi mengenaskan terlihat dijejerkan di lantai rumah sakit.

Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) melaporkan bahwa krunya mengangkut sejumlah besar jenazah dan korban luka setelah pendudukan menargetkan tenda-tenda pengungsi di Rafah. PRCS memperingatkan bahwa rumah sakit tidak mampu menangani jumlah korban yang besar ini sebagai akibat dari penghancuran sistem kesehatan yang disengaja oleh pendudukan diGaza, dan mencatat bahwa beberapa korban diangkut ke pusat kesehatan darurat.

Baca Juga:

PRCS membenarkan bahwa orang-orang yang berada di dalam tenda, kebanyakan anak-anak dan perempuan, terbakar hidup-hidup. Daerah sasaran, yang dipenuhi ribuan pengungsi, sebelumnya dinyatakan oleh penjajah Israel sebagai zona aman.

Penyintas dari serangan Israel di kamp yang dibombardir menuturkan pembantaian dahsyat akibat bombardir tersebut. "Saya sedang berjalan dan melihat ponsel saya ketika area tersebut diserang," kata salah satu penyintas dikutipAljazirah. "Saya tidak menyadari apa yang terjadi. Saya tidak tahu apa yang telah terjadi dengan keluarga saya. Ibu saya bersama saya dan saudara laki-laki saya terluka di kamp.

"Saya terjatuh ke tanah dan melihat kaki saya terbelah." penyintas lainnya mengatakan serangan udara itu "membakar seluruh blok". "Mereka membakar orang hidup-hidup," katanya.

Kantor Media Pemerintah diGazamengatakan bahwa militer Israel telah menargetkan setidaknya 10 pusat pengungsian yang berafiliasi dengan Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Palestina (UNRWA) dalam 24 jam terakhir. Dikatakan bahwa tempat penampungan yang menampung puluhan ribu warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, telah diserang di Jabalia, Nuseirat, KotaGazadan Rafah.

Dengan serangan terbaru di Rafah, jumlah korban tewas akibat serangan tersebut mencapai lebih dari 190 orang, menurut kantor tersebut. Mereka menambahkan bahwa serangan baru-baru ini di Rafah dilakukan dengan menggunakan tujuh bom seberat satu ton, yang menewaskan sedikitnya40 orang, dan jumlah korban jiwa diperkirakan akan meningkat karena parahnya serangan udara tersebut.

Kantor tersebut menganggap serangan tersebut sebagai "pesan yang jelas" dari Israel dan pemerintah Amerika Serikat kepada Mahkamah Internasional (ICJ) dan komunitas global bahwa "pembantaian terhadap pengungsi dan anak-anak akan terus berlanjut, dan bahwa pelanggaran hukum internasional tidak akan "berhenti"

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
Praka Farizal Gugur Saat Salat Isya Karena Terkena Mortir Israel
BKSAP DPR Kutuk Serangan Israel ke Markas Unifil yang Tewaskan Prajurit TNI
BKSAP DPR RI Tegaskan Komitmen Dukung Palestina
Perang di Timur Tengah: Seruan Keadilan dan Perdamaian dari Indonesia
BKSAP Rakor dengan Kemlu, Kepesertaan RI di BoP Jadi Sorotan
komentar
beritaTerbaru