Selasa, 01 September 2026 WIB

Ngeri! Nelayan Inhil di Inhil Selamat dari Terkaman Buaya, Bertahan 6 Jam di Atas Pohon

Riki - Selasa, 01 September 2026 13:26 WIB
Ngeri! Nelayan Inhil di Inhil Selamat dari Terkaman Buaya, Bertahan 6 Jam di Atas Pohon
Ilustrasi.(Foto: Ist)
kabarmelayu.com,PEKANBARU - Seorang nelayan di Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, Arbain, menderita luka setelah mendapat serangan buaya berukuran besar saat mencari kepiting di tengah Sungai Selat Bantal Besar, Desa Selat Nama.

Peristiwa bermula ketika korban hendak mengambil parangnya yang terjatuh ke dalam sungai saat sedang mencari kepiting pukul 01.00 WIB dini hari, Ahad (30/8/2026).

Saat hendak naik ke atas pompong, kaki kanannya tiba-tiba disambar oleh buaya yang panjangnya diperkirakan empat sampai lima meter.

Baca Juga:

Meski sempat digigit berkali-kali, korban dengan keberaniannya melakukan perlawanan dan berhasil menyelamatkan diri dengan memanjat serta berpegangan pada sebuah pohon di dekat lokasi kejadian.

Korban harus bertahan selama enam jam di atas pohon tersebut hingga pagi sambil menunggu air surut, dan reptil ganas itupun menjauh.

Baca Juga:

Merasa situasi aman, ia naik kembali ke pompongnya, membalut 12 luka gigitan di kaki menggunakan seadanya, lalu bergegas pulang ke rumah.

Saat ini, korban Arbain yang berada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada Tembilahan untuk mendapatkan perawatan intensif atas luka-luka serius yang dideritanya.

"Waktu mau naik ke pompong, kaki saya tiba-tiba diterkam. Saya sempat melawan dan bertahan di atas pohon selama enam jam sampai buayanya pergi," ujar Arbain.

Menanggapi insiden yang terus berulang ini, Camat Tanah Merah, Mulyadi, mengatakan bahwa pemerintah setempat telah mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat pesisir dan para nelayan agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di perairan sungai.

"Kejadian ini merupakan yang ketiga kalinya terjadi dalam bulan ini di Tanah Merah. Kami mengimbau masyarakat yang beraktivitas di sungai, terutama pada malam hingga pagi hari, untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari hal-hal yang memicu serangan satwa liar," tegasnya.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Buaya Terkam Warga di Sungai Sendewo Meranti
Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
Info Kemunculan Harimau di Pasir Putih Kampar Dipastikan Hoaks
Upaya Evakuasi Harimau di Pulau Burung Inhil, BBKSDA Kirim Box Trap ke Desa Danai
Kolombia Tegaskan Pengakuan Atas Kedaulatan Maroko di Wilayah Sahara, Presiden IMSB Beri Apresiasi Tinggi
Rentang Januari-Juli 2026, DPKP Pekanbaru Evakuasi 72 Ekor Ular di Permukiman Warga
komentar
beritaTerbaru