Rabu, 22 April 2026 WIB

Abdul Wahid: HMI Inkubator Lahirnya Pemimpin

Redaksi - Sabtu, 17 Mei 2025 17:38 WIB
Abdul Wahid: HMI Inkubator Lahirnya Pemimpin
Gubernur Riau Abdul Wahid menghadiri pelantikan Badko HMI Riau-Kepri.(Foto: Ist)
kabarmelayu.comPEKANBARU - Gubernur Riau Abdul Wahid dan Istri, Henny Sasmita, menghadiri pelantikan pengurus Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Riau-Kepulauan Riau, Sabtu (17/5/2025) di Balai Pauh Janggi, Pekanbaru.

Dalam acara tersebut, Abdul Wahid yang juga merupakan kader HMI, mengungkapkan, pengalamannya di organisasi tersebut sangat berperan penting dalam membentuk ketangguhannya ketika memasuki dunia politik.

Menurut Wahid, dinamika dan tantangan yang dihadapi selama dirinya aktif di HMI telah melatih ketahanan mental dan karakter kepemimpinan. Ia mengaku bahwa dulu lebih suka mendorong teman-temannya untuk tampil ketimbang tampil sendiri.

Baca Juga:

"Saya tidak terlalu suka tampil saat itu. Seringkali saya hanya mendorong teman-teman, meskipun kadang yang saya dorong malah tidak bertahan. Tapi itu bagian dari proses pembelajaran," ujarnya sambil tertawa.

Ia menyebut, pengalaman dalam organisasi seperti HMI memberikan bekal penting ketika terjun ke dunia politik yang penuh tekanan dan kompleksitas. Sebab menurutnya, begitu masuk ke dunia luar, tantangannya jauh lebih berat.

Baca Juga:

"Tapi karena terbiasa dengan dinamika HMI, kita jadi lebih kokoh dan tahan banting. Itulah gunanya organisasi, membentuk ketangguhan," kata Wahid.

Bagi Wahid, HMI adalah inkubator lahirnya pemimpin-pemimpin masa depan yang tangguh, kritis, dan siap mengabdi. Namun, ia juga mengingatkan bahwa tidak semua kader harus masuk ke dunia politik. HMI, katanya, perlu mencetak tokoh-tokoh di berbagai sektor strategis seperti ekonomi, pertanian, dan akademisi.

"Sektor-sektor ini belum banyak diisi kader HMI, padahal menyimpan potensi besar dan menyerap banyak tenaga kerja," tegasnya.

Sebagai Gubernur, Wahid menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Riau selalu terbuka terhadap kehadiran organisasi kemahasiswaan. Menurutnya, peran organisasi seperti HMI penting sebagai penyeimbang dalam sistem pemerintahan.

"Kalau pemerintah tidak dikritik, dia bisa menjadi seperti thaghut dan Firaun berkuasa sewenang-wenang. Tapi kalau ada kritik yang dibarengi solusi, itulah kontrol sosial yang sehat," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pembangunan tidak bisa dilakukan sepihak oleh pemerintah sebab membutuhkan masyarakat sebagai objek sekaligus subjek pembangunan. "Maka organisasi seperti HMI punya peran strategis sebagai jembatan antara rakyat dan penguasa," katanya.

Wahid juga berharap agar HMI terus tumbuh menjadi organisasi yang adaptif terhadap zaman. Ia menekankan pentingnya pembaruan dalam sistem kaderisasi dan manajemen organisasi.

"Semoga HMI terus lahir dan tumbuh. Jangan sampai orang alergi terhadap organisasi. Tantangannya sekarang adalah bagaimana kita menata ulang kepengurusan dan pola pendidikan kader agar sesuai dengan kebutuhan zaman," ucapnya.

Menurut Wahid, materi kaderisasi di HMI harus dikembangkan agar tidak kaku dan tertinggal.

"Materi tidak harus baku dan jumud. Harus mampu menyesuaikan diri dengan era digitalisasi dan globalisasi. Dengan begitu, HMI tetap bisa hidup di hati mahasiswa dan relevan dengan tantangan masa depan," tutupnya.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
LAMR Pekanbaru Dukung Penuh Kembalinya LMR Berkiprah di Kota Bertuah Pekanbaru
Perkuat Kekompakan dan Sinergi, Anggota KominfoPS Inhil Taja Silaturahmi
Idul Fitri 1447 H, Bupati Inhil H.Herman dan Keluarga Terima Kunjungan Silaturahmi Masyarakat
Silaturahmi Ulama dan Umara di Kediaman Ustadz Anton Susanto, Menjaga Keutuhan Bangsa
Bupati Afni Buka Puasa Bersama Mahasiswa Siak di Pekanbaru
LEPPAMI HMI Pekanbaru Bedah Konsep Green Policing Bersama Ketum Cabang
komentar
beritaTerbaru