Senin, 04 Mei 2026 WIB

Perguruan Tinggi se-DKI Jakarta Terjunkan Mahasiswa Kawal Pilgub 19 April

Harijal - Sabtu, 15 April 2017 21:02 WIB
Perguruan Tinggi se-DKI Jakarta Terjunkan Mahasiswa Kawal Pilgub 19 April
ist
Rektor Universitas Ibnu Chaldun Jakarta, Musni Umar

JAKARTA - Sebanyak 32 perguruan tinggi negeri maupun swasta di DKI Jakarta telah menandatangani MoU dengan Bawaslu, Sabtu (15/4). Di aula Universitas Ibnu Chaldun, Jakarta Timur, mereka berikrar mengerahkan puluhan ribu mahasiswanya untuk melakukan pengawasan di Pilgub DKI putaran kedua. 

Untuk memastikan Pilgub DKI yang dilaksanakan berdasarkan UU Nomor 10 tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota, pihak perguruan tinggi meminta pemerintah pusat, pemprov DKI Jakarta, aparat keamanan, dan semua pihak yang terlibat untuk bersikap netral, tidak memihak, dan tidak mengeluarkan kebijakan yang mendukung paslon petahana.  

"Kami mengumpulkan semangat, energi, dan mengatarkan DKI Jakarta kepada Pilgub yang demokratis, jujur, dan adil," kata Rektor Ibnu Chaldun, Prof Musni Umar.

Baca Juga:

Di lain sisi, Musni menjelaskan sebetulnya sudah ada sanksi-sanksi yang diatur dalam UU Nomor 10 tahun 2016 mengenai Kecurangan Pemilu. Ia menyayangkan implementasinya masih belum benar-benar ditegakkan.

Musni berpendapat Jakarta adalah miniatur kota di Indonesia. Kejadian di Jakarta bisa beresonansi ke kota-kota lain di Indonesia. "Oleh karena itu, jabatan gubernur Jakarta ini menjadi sangat penting," ujar Musni di dalam sambutannya di aula Universitas Ibnu Chaldun, Jakarta Timur, Sabtu (15/4). 

Baca Juga:

Berdasarkan pengamatan Musni, politik Machiavelli saat ini sudah terjadi. Ia melihat ada langkah-langkah menghalalkan segala cara untuk memperoleh kekuasaan. "Perguruan tinggi hadir untuk membantu mengadvokasi, melakukan pengawasan, dan menindak secara hukum segala bentuk kecurangan," ujar Musni yang juga merupakan Koordinator Umum Partisipasi Perguruan Tinggi dalam mengawasi Pilgub DKI.

Musni mengatakan setiap paslon memiliki kesempatan melakukan kecurangan, misalnya melalui politik uang. Akan tetapi, kesempatan untuk melakukan kecurangan bagi paslon yang merupakan petahana lebih tinggi. "Kami dari Perguruan Tinggi memiliki sejumlah cara untuk mengabarkan kecurangan, baik dengan melakukan demo atau melaporkannya ke pihak yang berwenang," ujarnya. 

Ketua BEM Univeritas Ibnu Chaldun, Zulkifli, mengatakan peran mahasiswa dibutuhkan lantaran mahasiswa dianggap pro demokrasi. Ia pun mengimbau mahasiswa pengawas pemilu untuk tetap bersikap netral. "Saya berharap mahasiswa pengawas pemilu benar-benar independen," ujar Zulkifli. (ROL)

SHARE:
beritaTerkait
Selain Meta, Anggota DPR Hendry Munief Minta Kemenekraf Gandeng Aplikator lainnya
Perampokan Berujung Pembunuhan Sadis, Polisi Ungkap Motif Kematian Lansia yang Viral di Pekanbaru
Hardiknas 2026, Kepala UPT SDN 019 Pandau Jaya Tekankan 3M untuk Kemajuan Pendidikan
UPT SMP Negeri 1 Bangkinang Kota Gelar Upacara Hardiknas 2026
Sambut HPN dan HUT PWI ke-80, PWI Riau Undang Wartawan dan Warga Ikut Donor Darah
Plt Gubri Targetkan 85 Persen Pekerja Riau Terlindungi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
komentar
beritaTerbaru