BPBDPK Riau Bagikan 1.000 Masker untuk Warga Pekanbaru
kabarmelayu.com,PEKANBARU Badan Penanggulangan Bencana Daerah Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Provinsi Riau menunjukkan kepeduliannya kepada ma
Sosial
Puluhan wartawan dan sastrawan dari berbagai provinsi di Indonesia mengikuti kegiatan yang mengusung tema "Belajar Mencintai dari Baduy" ini. Dari 50 peserta, 80 persen di antaranya kaum perempuan. Kegiatan kemah budaya ini memang diprioritaskan untuk wartawati dan sastrawati.
Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir didampingi Sekretaris Jendral (Sekjen) Zulmansyah Sekedang, saat melepas keberangkatan peserta kemah budaya, menitipkan pesan kepada seluruh peserta agar menghormati kearifan lokal Baduy, mencatat apa yang dilihat dan dirasakan dan mengabadikannya dengan karya junalistik dan karya sastra dengan mengutamakan kejujuran dan pelestarian.
Baca Juga:
Kegiatan kemah budaya ini menjadi momen penting sebagai bentuk kontribusi PWI bersama wartawati dan sastrawati yang menjadi peserta untuk Indonesia, khususnya Provinsi Banten sebagai tuan rumah perayaan HPN tahun ini.
"Semoga seluruh peserta bisa memberikan catatan terbaiknya dengan mengutamakan kejujuran, pelestarian dan menghargai seluruh kearifan lokal yang ada di Baduy dalam karya-karyanya,'' harap Cak Munir, demikian sapaan akrab Akhmad Munir.
Baca Juga:
Perjalanan Kemah Budaya di tengah masyarakat adat Baduy ini akan melahirkan karya buku. Peserta wartawan akan menulis feature, sedangkan peserta sastrawan akan menulis esai, puisi dan cerpen.
Seluruh karya dikumpulkan sejak meninggalkan Baduy hingga tanggal 21 Januari. Selanjutnya karya-karya itu akan masuk ke meja editor dan percetakan, lalu disatukan dalam sebuah buku.
Buku Kemah Baduy tersebut direncanakan akan diluncurkan tanggal 8 Februari 2026, bertepatan dengan puncak perayaan HPN dilaksanakan di Provinsi Banten.
Baduy Pengingat untuk Insan Pers
Setibanya di Rangkasbitung, Banten, Asisten III Pemkab Lebak Dr Iyan Fitriyana yang menyambut rombongan berharap kehadiran PWI dan peserta dengan karya-karya yang akan lahir dari perjalanan Kemah Budaya tersebut, memberi dampak positif khususnya bagi masyarakat Baduy dan khususnya bagi Kabupaten Lebak.
'Baduy, sebut Dr. Iyan, menjadi kesitimewaan bagi Kabupetan Lebak, tentu juga bagi Banten. Baduy mengajarkan nilai kehidupan yang sederhana, jujur, dan selaras dengan alam.
"Tema Belajar Mencintai dari Baduy ini menjadi pengingat penting bagi insan pers agar tetap menjaga nurani, etika, dan tanggung jawab sosial,'' katanya.
Lebak dengan Baduynya yang konsisten menjaga alam dan nilai-nilai budaya, menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab bersama.
Sebelum Keliling menuju ke kawasan adat Baduy, rombongan diajak berkeliling Museum Multatuli yang dipandu langsung oleh Kepala Museum Ubaidillah Muchtar. Diresmikan tahun 2018 lalu, museum ini fokus pada sejarah, antikolonialisme, edukasi dan pelestarian jejarah Lebak.
Kang Ubai membawa rombongan berkeliling museum. Ia menceritakan banyak hal. Dimulai dari gambar yang tertera di dinding museum hingga kegigihan dan karya-karya hebat serta pemikiran Multatuli yang berpengaruh besar pada kemerdekaan Indonesia serta menceritakan orang-orang yang pernah mengukir sejarah Rangkasbitung dalam karya-karyanya.
Kang Ubai menunjukkan novel satire karya Multatuli yang berjudul Max Havelaar, nama pena dari Eduard Douwes Dekker. Buku berjudul lengkap Max Havelaar terbit atau Lelang Kopi Perusahaan Dagang Belanda ini pertama kali terbit tahun 1860, setelah Douwes Dekker menjabat sebagai asisten residen di Lebak. Semua buku-buku karya Multatuli masih utuh dan lengkap serta terjaga dengan baik.
Setelah melalui perjalanan sekitar 2,5 jam dari Museum Multatuli dengan jalan naik turun perbukitan, rombongan akhirnya sampai di Ciboleger sekitar pukul 15.30 WIB. Dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 15 menit dan sampailah di Baduy Luar yang berada di Desa Kanekes. Jaro atau Kepala Desa Kanekes telah menunggu di rumah dinasnya yang disebut juga dengan Imah Jaro.
Berbagai penganan lokal berupa rebus-rebusan seperti ubi dan pisang serta kopi menambah ruh kearifan lokal Baduy semakin terasa. Apalagi rumah di sepanjang jalan menuju rumah Jaro tersebut merupakan rumah panggung khas Baduy. Dengan duduk santai di teras Imah Jaro atau sosoro sambil menikmati jajanan lokal, peserta mendengarkan banyak petuah dari Jaro.
''Selamat datang di Desa Kanekes, Baduy Luar. Mari bersama-sama kita menjaga Baduy dengan segala kearifan lokal yang ada di dalamnya. Kami sangat senang dikunjungi,'' kata Jaro.
Sore menjelang malam itu menjadi kesempatan emas bagi peserta untuk bisa berbicara dan bertanya langsung kepada Jaro tentang banyak hal. Maka peserta pun tidak melewatkan kesempatan itu. Dengan penuh semangat, mereka bergantian menyampaikan rasa keingintahuannya tentang Baduy.
Malam itu, semua peserta diinapkan di rumah-rumah warga di Baduy Luar, tepatnya di Kampung Ketugi. Di rumah warga ini, peserta turut merasakan bagaimana menjadi masyarakat Baduy dalam semalam. Mereka tidur di lantai bambu dengan penerangan seadanya. Tidak ada listrik, menikmati makan bersama dan bisa berinteraksi akrab dengan pemilik rumah.
Menjelang siang, peserta mendapat kesempatan untuk berkeliling kampung, menjelajahi keragaman budaya Baduy serta kekayaan alamnya. Baduy saat itu sedang musim buah besar. Hutannya mengeluarkan banyak keberkahan. Durian, manggis, rambutan, petai, pisang dan buah-buahan lainnya terlihat begitu banyak dibawa masyarakat keluar dari dalam hutan menuju perkampungan.
Tak cukup hanya meresapi kearifan lokal Baduy, peserta juga menikmati durian lezat dan buah-buahan segar.
kabarmelayu.com,PEKANBARU Badan Penanggulangan Bencana Daerah Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Provinsi Riau menunjukkan kepeduliannya kepada ma
Sosial
kabarmelayu.com,PEKANBARU Musabaqah Tilawatil Qur&039an (MTQ) tingkat Kelurahan Sialang Rampai, Kecamatan Kulim, menjadi momentum untuk
Muslim
Jelang Pembukaan PORSENIJAR Provinsi Riau, Mahadar Mantapkan Persiapan
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Wilayah Kota Pekanbaru beberapa pekan terakhir terpantau nihil hotspot. Meski begitu, warga di ibukota provinsi
Lingkungan
kabarmelayu.com,BENGKALIS Bupati Bengkalis, Hj. Kasmarni, S. Sos., M. MP., bertindak sebagai Inspektur Upacara Peringatan Hari Perhubungan
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Menteri Pertanian RI sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, memberikan kuliah um
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Seekor gajah sumatra (Elephas maximus sumatranus) jinak bernama Diego, mati di Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas.
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ditu
Sosial
kabarmelayu.com, PEKANBARU Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menyatakan komitmen untuk mendukung percepatan pemerataan listrik h
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Angka titik panas (hotspot) di wilayah provinsi Riau bertambah drastis. Pagi ini, Kamis (17/9/2026), dari sore s
Lingkungan