Senin, 14 September 2026 WIB

Pengurus PWI Surakarta 2026–2031 Dilantik

Redaksi - Minggu, 13 September 2026 23:10 WIB
Pengurus PWI Surakarta 2026–2031 Dilantik
Ketum PWI Pusat Akhmad Munir menyerahkan pataka PWI kepada Ketua PWI Surakarta, Sri Hartanto.(Foto: PWI)
kabarmelayu.com,SURAKARTA - Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Akhmad Munir, secara resmi melantik jajaran pengurus PWI Surakarta masa bakti 2026–2031 di The Sunan Hotel Solo, Sabtu (12/9/2026) malam.

Dalam kepengurusan baru ini, Sri Hartanto dipercaya untuk memimpin PWI Surakarta yang mencakup wilayah kerja Solo Raya, meliputi Kota Surakarta, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Sragen, Kabupaten Klaten, dan Kabupaten Boyolali

Acara pelantikan tersebut turut dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Tengah serta Forkopimda se-Solo Raya.

Baca Juga:

Dalam arahannya, Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir mengingatkan kembali posisi strategis PWI Surakarta dalam catatan sejarah pers nasional.

PWI lahir di Kota Solo pada 9 Februari 1946 dari pertemuan para wartawan pejuang yang bersatu mempertahankan kemerdekaan Indonesia, yang kemudian tanggal tersebut ditetapkan sebagai Hari Pers Nasional.

Baca Juga:

Menurut Munir, sejarah panjang tersebut menjadi tanggung jawab bagi PWI Surakarta untuk terus berperan dalam menghadapi perkembangan dunia pers. Ia menegaskan bahwa tantangan media saat ini jauh berbeda dibanding masa lampau seiring dengan masifnya arus informasi digital.

"Jika pada masa lalu wartawan menghadapi tantangan untuk menyampaikan kisah perjuangan bangsa, kini tantangannya berkembang seiring derasnya arus informasi digital," ujar Munir.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pers dituntut untuk membantu masyarakat agar menjadi lebih cerdas. "Dan juga mampu memilah informasi yang benar di tengah maraknya berita palsu, disinformasi, dan teknologi deepfake," tegasnya.

Sementara itu, Ketua PWI Surakarta Sri Hartanto menyatakan bahwa momentum pelantikan ini bukan sekadar pergantian jabatan, melainkan langkah penting untuk memperkuat marwah dan kehormatan profesi wartawan di tengah disrupsi media dan perubahan pola konsumsi informasi masyarakat.

Menurutnya informasi kini dapat menyebar dalam hitungan detik melalui berbagai platform, meski tidak semuanya memiliki jaminan kebenaran.

Karena itu, Tanto menegaskan kecepatan dalam menyampaikan berita tidak boleh mengorbankan akurasi.

Popularitas juga tidak boleh menggeser kebenaran, sementara kepentingan sesaat tidak boleh mengalahkan integritas profesi jurnalistik.

Wali Kota Surakarta Respati Ardi menyambut baik komitmen pengurus baru PWI Surakarta tersebut.

Ia mendorong wartawan terus menghadirkan informasi yang berkualitas.

"Kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat," ujarnya.

Menurut Respati, pers memiliki peran strategis dalam membangun ruang publik yang sehat, mencerdaskan masyarakat serta mengawal transparansi pemerintahan.

Pers juga dinilai berperan sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
PPWI dan Kedubes Maroko Sepakati 9 Langkah Strategis Kemitraan Media dan Budaya
32 Wartawan 6 Provinsi Ramaikan National Open Biliar PWI Pekanbaru
Pelatihan Public Speaking IKWI Riau, Dorong Perempuan Berani Tampil
HPN 2027 Lampung Inklusif dan Kolaboratif
Kamis Besok, PWI Pelalawan Gelar Workshop, Bahas Masa Depan Media Di Era Artificial Intelligence
75 Kades di Bengkalis Menjabat Lagi, Cek Namanya!
komentar
beritaTerbaru