Terekam CCTV, Pelaku Curanmor 10 TKP Diringkus Polsek Senapelan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Tim Opsnal Polsek Senapelan meringkus sorang pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang selama ini mere
Hukrim
JAKARTA - Peneliti utama elektromagnetik desain Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Harry Arjadi mengatakan gelombang elektromagnetik pada ponsel bukan pemicu ledakan yang terjadi ketika sedang mengisi bahan bakar di Stasiun Pengisian Bensin Umum (SPBU).
Menurut Harry, perlu dilakukan peninjauan dari sisi kendaraan yang digunakan. Mengingat, ledakan bisa dipicu akibat kebocoran ketika dispenser bahan bakar (mesin untuk memompa bensin) dimasukkan ke dalam tangki hingga memicu percikan api.
"Saya menilai gelombang elektromagnetik ponsel di area SPBU tidak bisa memicu meledaknya dispenser saat dimasukkan ke tangki kendaraan. Padahal, dispenser itu ketika dikeluarkan ada udara yang lewat, kena angin dan konsentrasinya tidak pekat," ujarnya kepada CNNIndonesia.com saat dihubungi melalui telepon, Kamis (17/10).
Baca Juga:
"Misal, saya suka otak-atik motor. Kadang ada masalah pada busi dan kabel, apalagi kalau di dekat tangki bisa terjadi kebocoran," sambungnya.
Kendati demikian, Harry menyarankan untuk tidak menyalakan ponsel saat hendak mengisi bensin. Sebab bisa memengaruhi laju dispenser ketika dimasukkan ke dalam tangki kendaraan.
Baca Juga:
Ia kembali menegaskan jika gelombang elektromagnetik ponsel bukan pemicu utama ledakan di SPBU.
"Sebenarnya ponsel memang tidak boleh dinyalakan saat ingin mengisi bensin karena dapat memengaruhi laju dispenser, ketika dimasukkan ke tangki kendaraan," ucapnya.
"Namun, sekali lagi bahwa gelombang elektromagnetik ponsel tidak menyebabkan SPBU bisa meledak. Ada faktor lain."
Sebelumnya pada Jumat (11/10) terjadi kebakaran di sebuah SPBU di Cipayung, Jakarta Timur. Diduga pengemudi yang mengisi bahan bakar sedang bermain telepon seluler di dalam mobil dengan mesin dalam keadaan menyala.
Kendati tak ada korban jiwa, empat buah dispenser dan mobil milik pengemudi terbakar. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Hery Purnomo mengatakan mobil yang terbakar telah dimodifikasi dengan tambahan tangki dan pompa sehingga diduga menjadi pemicu percikan api.
"Di dalamnya mobilnya dimodifikasi dengan tambahan tangki dan pompa. Kemungkinan api berasal dari percikan listrik pada mobil tersebut," tuturnya.
(cnnindonesia.com
kabarmelayu.com,PEKANBARU Tim Opsnal Polsek Senapelan meringkus sorang pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang selama ini mere
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Sebanyak enam jemaah haji asal Provinsi Riau saat ini dilaporkan masih harus menjalani perawatan intensif di rum
Muslim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Hj. Katerina Susanti Herma
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru, Markarius Anwar, memimpin langsung prosesi pelantikan puluhan pejabat di lin
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Sebanyak dua peserta seleksi Calon Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau dipastikan gugur, Kedua
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, melalui Tim Sapu bersih (Saber) harga pangan Dinas Ketahanan Pangan melakukan
Pemerintahan
Perkuat Sinergi Informasi, Kapuspen TNI Gelar Dialog Bersama Insan Pers
TNI/Polri
kabarmelayu.com,JAKARTA Kasus intimidasi terhadap wartawan pasca terbitnya pemberitaan terkait dugaan markup pengadaan soal Penilaian S
Peristiwa
Hadapi Risiko Pekerjaan Tergeser AI, Menaker Ajak Negara Asia Pasifik Perkuat Pelatihan Tenaga Kerja
Pemerintahan
Polri Hadir di Tengah Petani, Polsek Kandis Pantau Jagung Tumpang Sari Kelompok Tani Ayu Makmur
Lingkungan