Minggu, 03 Mei 2026 WIB

Pengetahuan dan Kuasa: Tinjauan Budaya dan Politik

Redaksi - Kamis, 28 November 2024 21:39 WIB
Pengetahuan dan Kuasa: Tinjauan Budaya dan Politik
Foto: Arief Tito
PARAMADINA Institute of Ethics and Civilization (PIEC), bekerjasama dengan Yayasan Persada Hati dan Maha Indonesia, menyelenggarakan Kajian Etika dan Peradaban (KEP) ke-33 dengan tema "Pengetahuan dan Kuasa (Knowledge and Power: Tinjauan Budaya dan Politik)". Acara ini berlangsung di Ambhara Hotel, Jakarta pada Kamis (28/11/2024).

Dosen Paramadina Graduate School of Islamic Studies, Universitas Paramadina, Dr. Husain Heriyanto memaparkan bahwa pengetahuan dan kuasa adalah entitas yang saling terkait erat. Namun, ia menyoroti "occidental errors of epistemology" yang dikritisi oleh Gregory Bateson, yakni kerangka epistemologi Barat modern yang didorong oleh keinginan untuk mengontrol, yang dinilai sebagai patologi berbahaya.

"Bateson menekankan bahwa manusia hanyalah bagian kecil dari sistem yang lebih besar, sehingga kontrol penuh terhadap keseluruhan adalah hal yang mustahil," tutur Dr. Husain.

Baca Juga:

Dr. Husain melihat dari pendekatan berbasis epistemologi sosial, ekologi pengetahuan, dan kajian budaya (cultural studies) untuk memahami dinamika ini secara lebih menyeluruh.

Baca Juga:

Dr. Herdi Sahrasad, Dosen Paramadina Graduate School of Islamic Studies, Universitas Paramadina menyoroti bagaimana kolonialisme membentuk relasi antara pengetahuan dan kuasa di Indonesia.

Ia mengungkap bahwa kolonialisme sering disamarkan sebagai "pemberian pengetahuan" oleh penjajah, seperti pengenalan infrastruktur modern. Namun, hal ini juga disertai eksploitasi dan penghapusan sejarah lokal.

Ia juga menyinggung peran Amangkurat I yang membantai ribuan ulama untuk memecah belah negara dan agama, serta perlunya generasi muda mengingat sejarah kolonialisme yang terlupakan.

"Indonesia, sebagai negara besar, memiliki potensi menjadi jembatan antara komunitas Sunni dan Syiah, meskipun terdapat resistensi dari berbagai kalangan," pungkasnya.(rief)

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Tangsi Belanda Ambruk, Menteri Pariwisata Diminta Segera Tetapkan KSPN dan Pugar Istana Siak
Pascaambruknya Tangsi Belanda, Tim Kemenbud Turun ke Siak
Biaya Perawatan Korban Ambruk Lantai Dua Tangsi Belanda Ditanggung Pemkab
Walhi Riau Luncurkan Tinjauan Lingkungan Hidup 2026: Menggesa Keadilan Ekologis di Rezim Kemunduran
HPN 2026 Banten, Karya Tulis Kemah Budaya Wartawan dan Sastrawan akan Dibukukan
Ketum PWI Pusat Lepas Peserta Kemah Budaya Wartawan
komentar
beritaTerbaru