Emak-emak Bongkar Sindikat Narkoba yang Sasar Anak Sekolah di Kuansing
kabarmelayu.comKUANSING Keresahan kaum ibu di Desa Sukamaju Singingi Hilir Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) akibat peredaran narkoba d
Hukrim
Mereka menilai demonstrasi yang terjadi pada 25, 28, dan 29 Agustus 2025 merupakan bentuk aspirasi rakyat yang seharusnya dihormati dan diperlakukan sebagai suara anak bangsa. "Sudah selayaknyalah dijaga dan diperlakukan sebagai anak bangsa yang sedang mengadukan nasibnya," tegas pernyataan tersebut.
Wakil Rektor Bidang Kerjasama Universitas Paramadina, Handi Risza, menyoroti kemerosotan moralitas pejabat publik yang tampak dalam penyalahgunaan wewenang, gaya hidup elitis, dan absennya akuntabilitas.
Baca Juga:
"Jabatan publik seharusnya dimaknai sebagai amanah luhur, bukan sarana memperkaya diri dan memperluas jaringan kekuasaan. Ketika moralitas terdegradasi, kepercayaan rakyat pun tergerus," ungkap Handi.
Selain itu, Direktur Eksekutif Paramadina Institute for Ethics and Civilization (PIEC), Pipip A. Rifa'i Hasan, menilai praktik politik dewasa ini semakin terjebak dalam transaksi kepentingan jangka pendek.
Baca Juga:
Menurutnya, politik telah kehilangan etika karena koalisi dibangun sekadar berbasis pembagian kursi dan akses sumber daya.
"Politik yang kehilangan etika pada akhirnya hanya memperkuat oligarki, melemahkan demokrasi, dan mematikan partisipasi rakyat," ujar Pipip.
Civitas Akademika Paramadina juga menyoroti hukum yang kehilangan wibawa akibat tebang pilih dalam penegakannya, serta dampak sosial-kultural dari keteladanan buruk elite. Mereka menilai hal ini menimbulkan demoralisasi masyarakat, khususnya generasi muda.
"Krisis moral pejabat publik berimplikasi langsung pada merosotnya kewibawaan hukum. Hukum kerap diperlakukan sebagai instrumen kekuasaan, bukan keadilan," lanjut pernyataan tersebut.
Di sisi lain, ketimpangan ekonomi yang semakin nyata turut memperparah kondisi bangsa. Distribusi kekayaan dinilai timpang karena pembangunan lebih berpihak pada kalangan tertentu. Akibatnya, akses pendidikan, kesehatan, dan lapangan kerja menjadi semakin terbatas bagi masyarakat luas.
Melihat kondisi ini, Civitas Akademika Universitas Paramadina mendesak adanya koreksi mendasar. Mereka menekankan lima hal pokok: (1) Menegakkan moralitas dan integritas pejabat publik. (2) Membangun fondasi sosial berbasis nilai bersama. (3) Mereformasi budaya politik. (4) Menegakkan hukum yang adil dan berwibawa. (5) Menyusun kebijakan ekonomi yang berpihak pada masyarakat.
"Bangsa Indonesia tidak akan dapat berdiri tegak tanpa etika publik yang kokoh. Integritas adalah fondasi utama negara hukum dan demokrasi yang sehat," tulis pernyataan tersebut.
Civitas Akademika Universitas Paramadina optimistis bahwa dengan keberanian moral dan kesungguhan kolektif, bangsa Indonesia dapat keluar dari krisis integritas dan membangun kembali kehidupan politik yang berlandaskan keadilan, kejujuran, dan kepentingan rakyat.(rief)
kabarmelayu.comKUANSING Keresahan kaum ibu di Desa Sukamaju Singingi Hilir Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) akibat peredaran narkoba d
Hukrim
kabarmelayu.comJAKARTA Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menegaskan pentingnya perlindungan hukum terhadap karya jurnalistik dala
Pemerintahan
kabarmelayu.comDUMAI Upaya penyelundupan puluhan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal dan warga negara asing ke Malaysia, berhasil digag
Hukrim
kabarmelayu.comPEKANBARU Tim gabungan dari Dinas Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru bersama Satpol PP, mengamankan
Lingkungan
kabarmelayu.comPEKANBARU Usai melaksanakan tugas sebagai Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI saat konferensi internasiona
Parlemen
kabarmelayu.comPEKANBARU Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM) Kota Pekanbaru mulai menga
Pemerintahan
kabarmelayu.comPEKANBARU Anggota DPR RI Dapil Riau II Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Dr. Syahrul Aidi Maazat, menggelar silaturah
Parlemen
kabarmelayu.comINHIL Bupati Indragiri Hilir (Inhil) diwakili Asisten II Setdakab Inhil, H. Dwi Budiyanto, menghadiri Konferensi Cabang (Ko
Pemerintahan
kabarmelayu.comPEKANBARU Kepolisian Daerah (Polda) Riau tidak hanya fokus pada penindakan hukum, tetapi juga memperkuat langkah preventif
Hukrim
kabarmelayu.comPEKANBARU Kecelakaan maut kembali terjadi di ruas Jalan Tol Permai KM 03/200 B, Kamis dini hari (23/4/2026) sekitar pukul 0
Peristiwa